
Mereka meninggalkan meja makan kemudian melangkah ke ruang tamu. Andrew dan Andreas menceritakan secara detail kejadian yang merenggut nyawa Kakek dan neneknya.
"Humm...aku, bukan karena kalian bersiara tapi sepertinya ada yang tahu kalau kakek adalah kepercayaan papa" Aiden bersuara mengingat beberapa bulan yang lalu
"Inikan kakek dan neneknya?" kembali Aiden memperlihatkan foto yang ada di Handphonenya
"Ia kak" Andrew mengkonfirmasi
"Terus ini yang Tante dan Om yang selama ini memantau dari jauh?" lagi - lagi Aiden menunjukkan foto pasangan suami istri
"Yap... tidak salah lagi" jawab Andreas dan Andrew bersamaan
"Mereka ini kepercayaan Papa tapi tiba-tiba menghilang setelah papa kecelakaan aku dah cari tahu tentang mereka, ternyata papa percaya untuk melindungi kalian, oh syukurlah" Aiden menghela nafas lega
"BTW...bisa kalian memanggil nya kesini, kakak ingin bertemu mereka pasti ada hal penting yang mereka tahu, kita harus kerja sama membongkar kasus kematian papa" Aiden kembali bersuara
"Baik kak, kebetulan waktu berkunjung mereka minggu ini" jawab Andrew
"Untuk kegiatan hari ini kita akhirnya saja, besok lanjut kita beristirahat dulu" ajak Aiden
Andrew dan Andreas berdiri segera menunjukkan kamar untuk mereka istirahat
"Tunggu... kalian mau kemana?" cegah Aiden
"Tidur" jawab mereka kompak
"Hei... tunggu dulu kita harus Ibadah" Al yang menjelaskan
"Ibadah???" cicit mereka berdua
"Ya... Ibadah" ulang triplets J
"Ibadah itu apa? terus kenapa harus ibadah?" cecar Andreas bingung dengan semua istilah itu
"Pernah dengar tentang surga? Aiden mulai bertanya
"surga??, tidak" Jawab Andrew dan Andreas
"Na surga itu tempat yang sangat indah dimana Allah tinggal, Dia mau supaya kita juga bersama disana kelak, tentunya Andrew dan Andreas ingin tempat yang indah bukan?"
"Pastinya kak, tempat lebih indah dari rumah ini?" mereka balik tanya
"Ya, bahkan tidak ada tempat di dunia yang bisa menyamai keindahan nya"
"Mau dengar cerita tentang surga nggak?" tanya Aiden
"Mau kak"
"Na..ada kabar terbaik yang kita harus tahu, Surga adalah hadiah gratis dari Allah. yang namanya hadiah, berarti gratis tidak perlu membayar apa - apa. Andrew dan Andreas pernah mendapat hadiah kan?"
"Pernah"
"Tentu kalian tidak perlu membayar nya bukan?"
Andrew dan Andreas hanya mengangguk kan kepala
"Surga tidak diperboleh karena kita sudah berbuat baik, seperti rajin berdoa, rajin ibadah, melakukan perintah Allah dll.
Surga juga tidak didapat karena kita layak atau pantas menerimanya. seperti menjadi anak yang rajin, anak pintar, suara bagus, pendiam, tidak nakal dll.
tetapi semua orang tidak dapat masuk surga.
"Kenapa??" tanya Andreas penasaran
"Karena ada yang menghalangi kita yaitu DOSA.
Semua orang di dunia ini, termasuk kita adalah orang - orang berdosa. Dosa adalah tidak taat terhadap perintah Allah.
seperti: marah, bertengkar, menyontek, bohong, kata kotor, malas dll. Dosa juga termasuk: bisa melakukan kebaikan seperti menolong orang tua, bantu teman, ibadah dan lainnya, tetapi tidak dilakukan.
"Na kalau seandainya Andrew dan Andreas berbuat dosa 3 x dalam sehari, berarti 1 bulan 30x3\= 900 dan dalam satu tahun ...
"1080 x" timpal Andreas cepat
"Na betul banget, jika dikalikan umur kita itu banyak sekali bukan?"
Andrew dan Andreas lagi _ lagi hanya menanggapi dengan anggukan
Dosa sudah mengikat kita dan kita cenderung berbuat dosa. Dengan dosa sebanyak ini, kita tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri untuk masuk surga.
Seperti orang yang tenggelam. ke dalam lumpur hisap, kita tidak mungkin menarik rambut kita untuk mengangkat tubuh kita bukan?
Artinya: orang berdosa tidak dapat menyelamatkan diri sendiri. sebab hidup kita tidak seperti timbangan, asal kebaikan kita lebih banyak dari dosa kita, kita berharap bisa masuk surga. mengapa??