THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 63



"Gimana sekolah nya lancar?" tanya Aiden kini mereka hanya tinggal bertiga di ruang keluarga setelah ibadah di mana para maid sudah istirahat


"Seperti biasa kak seru, terus minggu depan ada pameran karya kali ini aku buat robot pembersih rumah" cerita Andreas semangat


"Gimana dengan kamu Andrew?"


"Lagi meneliti obat kanker kak, ada tanaman yang nenek berikan" jawab Andrew


"Wow, hebat ya...kak Aiden tunggu hasilnya" puji Aiden


"Kak Aiden sebenarnya kami punya beberapa produk ada kamera Bunglon, terus iPad sensor otomatis , ada satu lagi tapi masih rahasia soalnya belum pernah uji coba" papar Andreas


"Untuk kamera nggak usah publish, untuk iPad gimana kalau kita launching bulan depan sebagai produk baru perusahaan?" saran Andrew


"Kak Aiden terserah, itu hak cipta kalian... kalau mau publish kak Aiden bantu, tapi untuk kamera Bunglon nya aku setuju dengan Andrew biar itu kalangan pribadi, demi keamanan perusahaan kita" tutur Aiden


"Baik kak berarti iPad kita luncurkan sekaligus untuk menarik investor baru di perusahaan" putus Andreas


"What the hell?" teriak Aiden tanpa sadar yang membuat Andrew dan Andreas ikut kaget


"Ada apa kak?" tanya Andreas penasaran


"Ini ada yang merusak sistem keamanan Xavier crops, pusatnya lagi yang diserang jadi semua aktivitas sistem lumpuh" jelas Aiden dengan nada tegang


"Haaa....kok bisa?" tanya Andreas


"Apapun bisa terjadi, namanya dunia bisnis" jawab Aiden singkat


"Ayo kita keruang kerja sekarang, kita harus lembur menuntaskan masalah ini, kalau tidak perusahaan akan semakin ribut" ajak Aiden


Mereka bertiga bergegas ke ruang kerja Aiden.


"Oh my Gosh, virusnya tanpa id, susa melacak siapa pelakunya" keluh Aiden


"Dreas cepat tangani, bukannya itu bidang kamu, suka meretas" Andrew sedikit bercanda


"Humm...sini aku selesaikan, kak Aiden kita cari pengirimnya atau memulihkan sistem saja?" tanya Andreas


"Hei bocil... yang penting pulihkan sistem, kenapa harus cari pengirimnya? kalau kamu tahu pengiriman tapi tidak bisa memilih sistem apa gunanya coba?" ujar Andrew sedikit dongkol


"Calm down...boy" jawab Andreas tertawa riang menggoda sang kakak


"Ciii...." dengus Andrew


Mereka bertiga asyik dengan komputer masing-masing, Andrew asyik dengan misi memasang alat pemantau dan perekaman data yang mereka siapkan dari awal.


Hampir dua jam akhirnya misi Andrew selesai dan Andreas pun tuntas mencabut virus yang dikirimnya.


"Praise God, akhirnya tuntas" ujar Aiden lega


"Kak Aiden dapat alamat pengirim?" tanya Andreas was - was


"Kak Aiden tidak fokus ke pengirimnya dek, kak Aiden fokus memulihkan data" jelas Aiden


Andrew dan Andreas bernafas lega...


"Dreas tau alamat pengirim?" tanya Aiden kemudian


"Maaf kak... Andreas hanya memulihkan sistem dan melumpuhkan virus kak" jawabnya takut


"Hei, kenapa takut gitu, nggak papa kali... yang penting sistem pulih dan tidak ada data yang bocor" tegas Aiden


"Hum, maaf" ulangnya sekali lagi sambil melirik Andrew yang sejak tadi menatap dengan rasa khawatir pula


"Yuk, istirahat udah larut besok haru sekolah, thanks bantuan kalian" tutur Aiden


"Baik kak, selamat malam" pamit mereka


"Ah...untung kita tidak ketahuan" ujar Andreas


"Berarti virus kamu berhasil tanpa meninggalkan jejak, oh ia tes gimana alat yang saya pasang tadi" ujar Andrew


"Kak Andrew hasil bagus, data mulai terekam, ini hasilnya" Andreas menyodorkan tablet pada Andrew


"Bagus deh, semoga kak Aiden tidak menyadari hal ini, pokoknya data valid baru kita beberkan ke kak Aiden"


"Oke, Kak yuk tidur!!, kita jadwal sekolah formal besok"


"Pasti lebih seru belajarnya santai, terus bisa main bola bareng teman - teman" ungkap Andrew


"Ia kak.. berarti kita harus minta izin sama om Anton dan Tante Susi tidak pulang ke rumah weekend ini, kita kan harus ikut kak Aiden ke negara daddy"


"Nggak papa kan hanya weekend ini kita tidak pulang, kalau libur semester kita pulang ke rumah aja, aku kangen suasana kampung, kangen teman - teman disana, kita kan sudah bisa keluar main dengan anak-anak disana"


"Ia kak, terus gimana kalau kita buatkan robot mainan seperti yang kakak hadiahkan buat aku, mereka pasti suka" usul Andreas


"Ide yang bagus, besok kita mulai, kamu harus hitung teman - teman kamu"


"Siap kak" jawab Andreas sigap