THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 6



#Di sekolah Andreas


"Dreas bisa nggak minjam robot nya?" ijin seorang teman


"Oke tapi hati-hati itu hadiah dari kakak aku, takut rusak pasti dia kecewa kalau nggak bisa menjaganya" jelas Andreas panjang x lebar


"oke" jawab serentak beberapa temannya


mereka pun asyik memainkan robot milik Andreas. Robot itu hanya kecil tapi bisa menirukan bahkan menjalankan perintah yang dia terima


semua anak asyik bermain robot tersebut termasuk anak-anak perempuan yang tertarik dengan robot tersebut meskipun kelihatan sederhana tapi cukup canggih sehingga kelas seketika menjadi ramai.


"Dreas... please dong kase tau kak Andre biar dia buat robot yang banyak buat kita" pintah salah seorang teman


Andreas sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan kegiatan teman- temanya dengan robot karena pikirannya sudah di rumah khusus ruang rahasia mereka.


bahkan saat belajar pun sedikit tidak konsentrasi.


tak berselang lama sekolah pun usai Andreas segera membereskan peralatan belajarnya, kemudian pamit pada gurunya dan segera berlari ke rumah nya.


Andreas begitu semangat untuk pulang, yang biasanya malas balik cepat karena bosan menunggu sang kakak tapi kali ini berbeda.


sepanjang jalan Andreas bersenandung, tanpa menunggu teman - temanya yang masih main sambil menunggu di jemput.


di gerbang rumah debu sudah menunggu nya seperti biasa. Andreas segera berlari kearahnya dan segera menggendong nya meski dia kesulitan berjalan karena berat debu semakin bertambah.


Andreas seperti biasa membersihkan diri dan berganti pakaian, tanpa makan siang karena menunggu sang kakak seperti biasanya, dia segera berlari ke kamar kakeknya.


tapi saat ini dia tidak melihat debu bersamanya dia keluar dari kamar mencari anjing nya dia sudah terbiasa ngobrol bareng jadi rasa sepi ketika debu tidak bersama.


tanpa membuka pintu ruang rahasia Andreas berlari keluar kamar mencari debu, ke seluruh penjuru rumah, tapi tidak ditemukan sambil terus memanggil debu, Andreas membuka sebuah tempat yang biasanya debu tidur.


tak sengaja dia menarik pintu yang berbeda di bawah tangga menuju lantai 2 karena sedikit terbuka, Andreas baru sadar ternyata di bawah tangga itu ada sebuah pintu kecil, karena penasaran Andreas membukanya dengan lebar - lebar dan menengok ke dalam



Andreas segera bermain bersama dia lupa tujuan awalnya mencari debu untuk mengajaknya ke ruang rahasia. isi ruangan ini terlalu menarik buatnya di karena ruangan ini berisi segala jenis permainan anak, persis seperti tokoh mainan.


dan naluri anak - anak Andreas on melihat semua permainan yang cukup banyak dan cukup unik bentuk nya seperti perahu dan kapal laut lengkap dengan semua aksesoris nya.



Andreas begitu antusias bermain dan mencoba setiap wahana bermain seperti perosotan mini, kolam bola dan lain nya bahkan fasilitas di sekolah nya masih kalah jauh dari apa yang diruang ini.



bahkan ruangan ini persis dengan tamam bermain tapi desain nya di dalam rumah. setiap sudut nya di desain berbeda dan dengan warna cat yang berbeda pula.



bahannya pun sangat nyaman dan rama untuk anak - anak.


"Ah debu, mengapa baru sekarang kau mengajakku ke sini? bukan tiap hari kita bosan menunggu kakak, kalau aku tau ruangan ini ada menunggu berapa tahun pun sanggup" Andreas berceloteh


debu tidak menanggapi tuannya dia asyik bermain dengan tulang mainan yang didapatkanya.


#Sekolah Andrew


Waktu belajar usai Andrew segera keluar kelas dan menuju bus yang akan membawanya pulang ke rumah nya. kali ini dia ingat membawa ongkos karena diinginkan Dreas sebelumnya, Andrew segera antrian naik ke bus dan sengaja duduk dekat pintu tempat andalannya.


sepanjang perjalanan Andrew hanya terdiam dengan ribuan ide di kepala yang tak sabar di realisasikan setelah tiba ke rumah.


Setelah tiga puluh menit perjalanan bus sampai ke desa mereka, Andrew segera turun dan berjalan cepat menuju rumah dari jauh dia menatap gerbang rumah yang masih tertutup.


"Mungkin Dreas sengaja menutup" pikirannya karena adik dan anjing kesayangan nya tidak menunggu seperti biasanya