THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 35



"Aaaah... betul kak kita pulang aku dah lapar" kini Andreas semakin mendramatisir keadaan dengan akting meringis memegang perutnya


"Maaf Dreas...kak Andre lupa menyampaikan bekal untuk mu" lirih Andrew merasa bersalah karena biasanya jika akan berpetualang bersama sang adik pasti tidak lupa menyampaikan bekal, tapi mungkin karena semangat dengan kedatangan sang kakak jadi melupakan hal tersebut.


"iih, kak Andre nggak asyik banget, Andreas bercanda doang kok" ujarnya dengan cengir kudanya menutupi rasa tidak enak atas rasa bersalah Andrew


Aiden hanya mengusap lembut kepala Andrew, merasa bangga sekaligus kagum dengan sifat dewasa dan tanggung jawab Andrew.


"Oh...God thanks for everything, kak Aiden janji mulai sekarang akan menjaga dan melindungi kalian, belum saatnya menanggung tanggung jawab ini" batinnya


Sepanjang perjalanan pulang ke rumah merupakan petualangan seru dengan adanya VR Box dan tablet yang mereka miliki. mereka seolah - olah berada di hutan yang memiliki banyak satwa bahkan berbagai jenis satwa yang punah mereka bisa saksikan dengan bantuan VR 3 dimensi seperti berbagai jenis dinosaurus.



Dengan petualangan seru tersebut sehingga membuat mereka tidak merasakan jikalau mereka sudah tiba ke rumah.



Andrew bergegas membersihkan diri dan segera meluncurkan ke dapur mempersiapkan makanan. Tak lama kemudian Andreas pun menyusul.


Mereka berdua asyik bekerja meskipun seperti biasanya selalu ada perdebatan di antara mereka. Aiden berdiri di pintu mengamati mereka berdua, tanpa Andrew dan Andreas sadari.


Aiden senyum - senyum sendiri melihat interaksi sang adik seperti Tom and Jerry. Tapi dari interaksi tersebut tergambar bahwa mereka saling menyayangi. Tak terasa air matanya menetes.


Disisi lain Aiden bahagia dengan pertemuan adiknya, tapi sedih membayangkan kehidupan yang dijalani sang adik tanpa pengasuhan orang dewasa yang memaksa mereka harus mandiri di usia yang sangat belia.


"Kak Aiden?" tegur Andrew


Aiden baru tersentak dan berpaling menghapus air matanya.


"Masak apa?" Aiden melangkah mendekati mereka


"Maaf kak menunya ini doang, soalnya nanti sore baru Om dan Tante mengantarkan belanjaan" Andrew menunjukkan masakan mereka yang sangat sederhana di meja


"Kak Aiden, mereka mana?'' tanya Andreas


"Lagi ngasih kabar ke orang tuanya" jawab Aiden singkat


"Aku panggil ya kak" Andreas segera berlari keluar


Aiden segera membantu Andrew mempersiapkan peralatan makan.


"Oh ya, Andrew kira - kira om dan Tante kalian jam berapa tiba?"


"Paling satu jam dari sekarang kak"


"Oke...bagus kalau gitu, lebih cepat lebih baik"


Aiden tak sabar untuk mengajak sang adik pergi jalan-jalan.


Berselang beberapa menit Andreas, Al dan Triplets masuk ke ruang makan.


Seperti biasa sebelum makan kini giliran Jeder yang memimpin doa makan. Mereka menikmati menu makanan mereka dengan perbincangan hangat seputar petualangan mereka sepanjang hari. Meski sering kali di warnai dengan debat antara Andreas dan Jeder.


"Kak Aiden, bisa nggak Jeder tinggal disini selama beberapa bulan, asyik soalnya disini?"


"Nggak bisa, pasti semua kacau kalau ada kak Jeder" Andreas yang menjawab


"Ih, yang aku nggak minta ijin sama kamu" balas Jeder


"Tapi ini rumah aku, jadi aku yang berhak dan aku tidak menginginkan kak Jeder disini" balas Andreas tak mau kalah


"Dreas, stop! makan dulu.." tegur Andrew


"Siap... lanjut makan kak" tanggapnya dengan nyengir kuda nya