THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 48



Satu minggu kini berlalu sejak pertemuan ibu dan anak kandung, dimana Henny mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari Presdir Xavier crops dia fokus menjadi ibu rumah tangga sekaligus bapak dari anak - anaknya.


Kepemimpinanya di gantikan oleh Aiden, meskipun Aiden masih 15 tahun tapi semua dewan direksi sangat setuju dengan keputusan tersebut. Minggat betapa jeniusnya anak itu dan incaran dari perusahaan berbagai negara untuk bergabung sebagai pimpinan hal ini tidak mungkin di sia - siakan oleh Xavier crops.


Hal ini pula terjadi karena saham Yang dimiliki oleh Aiden sebesar 30% , di gabung pemilik saham rahasia sebesar 30% dan saham ibunya 15% jadi total penduduk sudah 75% tidak mungkin kalah dari kandidat lain.


Hari ini merupakan akhir pekan dan keluarga Xavier akan melakukan perjalanan liburan ke desa O dimana rumah Andrew dan Andreas di besarkan.


Aiden tidak akan mengingkari janji pada adiknya. Bahwa tiap akhir pekan akan mengantar mereka mengunjungi rumah tersebut. Termasuk mereka harus menjaga peninggalan sang ayah.


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam dengan menggunakan mobil biasa. Hal ini sering dilakukan Aiden untuk menjaga privasi mereka. Biar kedatangan mereka tidak menjadi pusat perhatian.


Sebenarnya perjalanan ke kampung O bisa di tempuh dengan helikopter bahkan bisa kurang dari 1 jam tapi hal ini tidak mungkin dilakukan karena Aiden tidak mau lokasi tersebut menjadi terekspos ke dunia luar.


Andrew dan Andreas menuntun sang momy masuk ke dalam rumah.


"Om , Tante... Andrew dan Andreas disini" teriak Andreas semangat


Dengan bergegas suami istri tersebut keluar menemui mereka dan sempat terpaku di tempat karena majikan mereka dihadapannya saat ini.


"Hallo ibu, apa kabar?" sapa keduanya sedikit canggung


"Hallo, bapak/ ibu... kabar aku baik, terima kasih sudah menjaga anak aku, dah lama aku cari keberadaan kalian. Tapi nggak nyangka ternyata suami aku nugasin jaga jagoan aku'' tutur mom Henny ramah sambil memeluk pasangan suami istri tersebut dengan bergantian


Sementara Andrew dan Andreas pamit langsung ke kamar mereka.


Setelah melepas rindu dan bercengkrama beberapa saat. Kini suami istri tersebut sibuk menyiapkan makanan untuk nyonya dan ketiga tuan mudanya.


Di kamar Andrew mengajak Andreas ke kamar rahasia milik Aiden. Sebenarnya sebelum kedatangan Aiden ke rumah ini. Kamar tersebut sudah di temukan oleh Andrew bahkan sudah tahu semua isinya tapi belum sempat diberitakan pada Andreas.


Malam dimana Aiden masuk ke sana, Andrew pun tahu tapi sengaja pura - pura tertidur biar sang kakak bebas menyaksikan semua isi kamar tersebut.


"Kak Andre curang, masa tempat ini baru kasih tau sih" protes Andreas


"Maaf, belum sempat keburu kak Aiden dan rombongannya datang jadi nggak ada waktu. Sebenarnya di sini ada ruang rahasia lagi yang bahkan kak Aiden sendiri belum liat" tutur Andrew meredam protes sang adik


"Mana kak?"


"Shut... sabar, ni ayo ikut kakak"


Kedua segera masuk dan betapa tercengangnya Andreas dengan apa yang dilihatnya saat ini.


"Sebenarnya di sini pusat kontrol perusahaan, jadi kalau pengin tahu semua perusahaan Xavier crops ya disini, liat kenaikan income perusahaan dalam satu minggu ini, bandingkan data minggu lalu" jelas Andrew


Andreas segera mengamati apa yang dijelaskan sang kakak.


"Binggo ... ternyata Dad sudah merancang dan dibuat dalam satu sistem otomatis, wow so amazing"


"Bahkan kalau ada kegagalan atau kerusakan pada sistem, mesin dan peralatan lainnya akan ada peringatan" lanjut Andrew


"Wow...kak ini ruangan apa?" tanya Andreas