
"Maaf nak ... silahkan turun, kita sudah sampai!" suara si sopir membuyarkan konsentrasi Andrew dan Andreas yang asyik dengan tablet masing-masing
"Ee...dah sampai?, maaf pak" jawab mereka kompak dan langsung turun dari mobil
Mereka melangkah masuk mension dengan rama menyapa para maid dan bodyguard. Kemudian langsung menuju lantai atas letak kamar mereka.
"Dreas rahasiakan ini dulu dari kak Aiden ya, takutnya kak Aiden tidak percaya, karena semua bukti mengarah pada semua kepercayaan dia" pinta Andrew ketika mereka kembali mengumpulkan data yang mereka berhasil retas
"Baik kak, kalau aku diposisi kak Aiden pasti bisa mikir gitu juga....oh ia gimana dengan mom kita hubungi yuk!"
"ayo!!"
"Mom... you are good?" sapa mereka
"Of course, what are you guys?"
"We'r also good mom, How is Mom's job and when to go home?" tanya Andreas
" Praise God...everything is oke and maybe next week, boy" jawab mom Henny
"Oke... sukses mom, kami kangen mommy, cepat pulang ya" pinta mereka
"Oke nak, weekend kalau bisa nyusul mom kesini nanti mom tanya kak Aiden, kalian harus berkunjung ke rumah grandpa and grandmo, mereka pengen banget ketemu kalian
"Baik mom, kak Aiden juga ada rencana ngajak kami jalan - jalan ke negara daddy" cerita Andreas semangat
"Wa ternyata sudah rencana, baiklah rencana diwujudkan aja weekend, nanti baliknya bareng mommy" saran mom Henny
"Oke mom, maaf mengganggu waktu istirahat mommy" tutur Andrew
"Nggak papa sayang, mom senang ngobrol bareng kalian, mom juga kangen" tuturnya mengakhiri percakapan
"Kak Andre gimana kalau kita kirim alat pemantau ke perusahaan daddy yang dipusat, sepertinya masalah ini berkaitan semua, jadi harus melakukan pemantauan keseluruhan dari pusat sampai cabang - cabang bahkan sampai sub cabangnya " usul Andreas kembali serius dengan penelitian yang dilakukan
"Baiklah... kita berpetualang lebih seru kali ini"
keduanya kembali asik menyusup sistem keamanan Xavier crops.
"Kak Andrew ini sedikit sulit tembus tanpa menimbulkan kecurigaan, kak Aiden pasti tau"
"Serang langsung pusatnya terus lumpuhkan setelah ketahuan kak Aiden pasti memperbaiki na disitu kita nyusup, itu lebih aman dan lebih terjamin pemasangan tanpa kecurigaan" Andrew memberi ide
"Good ide... kak Aiden tidak akan curiga kalau kita yang melumpuhkan keamanan perusahaan?" tanya Andreas ragu
"Hei bocah, gunakan virus tanpa id, bukan saatnya uji coba produk"
"Tapi kak Aiden tidak semudah itu ditipu pasti dia temukan, gimanapun kita rahasiakan" keluh Andreas
"Ya coba - coba kan tak apa, gagal ya ngaku aja, kita kan bisa buat alasan uji coba produk, kak Aiden pasti nggak marah" Andrew meyakinkan
"Kak Andrew tanggung jawab ya kalau kak Aiden marah"
"Tenang, sudah itu yang seharusnya kakak lakukan, melindungi kamu tugas utama kakak, jadi jalankan saja, kalau pun kak Aiden marah paling tidak kita diusir dari Mension ini dan terhapus dari daftar keluarga" tutur Andrew sedikit bercanda
"Ia juga sih, kan kita masih punya rumah, jadi kenapa harus takut kena usir" lanjut Andreas tertawa
Keduanya asyik kembali melakukan penyerangan ke sistem keamanan Xavier crops milik sang kakak.
tok tok tok suara ketukan pintu membuyarkan konsentrasi Andrew dan Andreas
"Ia... masuk!" teriak mereka
"Maaf nak...kak Aiden cari, di tunggu di lantai bawah" tutur sang maid
"Makasih ibu, kami kesana sekarang" jawab Andrew mewakili sang adik