
"Selamat pagi semua, gimana kabar hari ini?" sapa Aiden setelah tiba keruang keluarga tempat berkumpul penghuni mension untuk ibadah pagi sebelum beraktivitas
"Selamat pagi nak, kabarnya baik" jawab mereka kompak
Andrew dan Andreas ikut mengapa pula dengan ramah.
Pemandangan ini selalu mewarnai pagi para penghuni mension. Dimana majikan selalu menyapa dengan ramah para pekerja di mension ini dan sering berbaur pula baik makan bersama atau pun ibadah.
"Kak Aiden mau nganterin kami?"
"kakak tidak sibuk?" cecar sang adik
"Nggak kok, pagi ini nggak ada kerjaan mendesak, jadi masih sempat ngantar kalian, lagian ada waktu kita ngobrol dengan rencana kita" jawab Aiden
"OOOh" tanggap mereka kompak
Aiden mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Akhir pekan ini kita harus ke negara daddy, nyusul mommy sekaligus kalian harus bertemu Grandpa dan Grandmo" Aiden membuka percakapan
"Baik kak, tapi maaf sebelumnya kami nggak bisa tinggal lama disana, kami harus kembali ke rumah, kami sudah janji untuk jaga dengan baik" tutur Andrew
"Oke.... kita nggak lama kok disana hanya jenguk grandpa and grandmo, mereka kangen kita, disini masih banyak yang kita harus tuntaskan" jawab Aiden
" Oke kak siap" ujar Andrew dan Andreas
Sampai ke gerbang sekolah Aiden menurunkan sang adik. Keduanya pun pamit dan langsung ke ruang kelas masing-masing.
Andrew dan Andreas sangat menyukai bersekolah di sekolah formal seperti ini dimana mereka bisa menikmati masa kecil mereka seperti anak kecil pada umumnya.
Di Sekolah ini mereka bersikap seperti anak normal lainnya, meskipun kepintaran mereka di bidang akademik tidak bisa sepenuhnya disembunyikan.
Setelah pembelajaran usai, Andrew dan Andreas pulang dan pastinya dijemput dengan sopir yang telah disiapkan oleh Aiden.
Seperti biasa Andrew dan Andreas akan menyapa dengan ramah semua pekerja di mension ini ketika mereka tiba.
Hanya pada saat makan Andrew dan Andreas keluar kamar, selebihnya mereka menghabiskan waktu di dalam kamar.
"Kak, uncle Harold dan uncle Judas sepertinya ada rahasia di antara mereka" Andreas membuka percakapan
"Aku curiga, bodyguard aneh itu ada pula hubungannya, gimana kalau kita pastikan, kita ikuti aja pulang ke rumahnya, besok kan dia yang mengawal kita" tutur Andrew
"Gimana cara supaya kita bisa mengikuti dia?"
"Kita minta aja di ajak jalan-jalan ke tempatnya, pasti susa menolak, tapi harus punya alasan yang tepat buat kak Aiden" ujar Andrew lagi
"Na itu dia, gimana kalau kita bilang aja bosan di mension dan pengembangan jalan - jalan keluar, tapi agar aman ya berkunjung aja ke rumah pekerja di mension" usul Andreas
"Alamatnya kan tidak jauh dari kantor kak Aiden, kita pulang sekolah minta di antar kekantor kak Aiden, pas dekat alamatnya kita minta numpang kamar mandi" Andrew memberi ide
"Ya itu plane A, gimana dengan plane B?"
"Dia tidak akan curiga, kenapa kita tahu alamat dia sementara kita belum terlalu akrab?" lanjut Andreas bertanya
"Kalau masalah alamat kan , kita tanya kalau Kak Aiden yang ngasih tau, untuk plane B kita merajuk minta main ke tempatnya, bukan kita harus bisa jadi aktor?" jawab Andrew
"Kak yang membocorkan data manager keuangan, tapi kenapa saya merasa itu hanya jebakan, karena data yang aku dapat tidak ada yang mencurigakan dari aktivitas manager keuangan, dan motif melakukan hal itu tidak kuat"
"Na itu dia, yang petunjuk saya dapatkan sepertinya dari divisi pemasaran dan ada hubungannya dengan Uncle Harold, karena beberapa kali mereka komunikasi padahal mereka tidak seharusnya berhubungan langsung"
"Kita harus memberikan bukti ini untuk Kak Aiden" usul Andreas
"Harus... supaya kasus ini tuntas, siapapun berani berkhianat harus dapat sanksi meskipun orang terdekat" tegas Andrew
"Dan satu lagi... kematian kak Abigail, bukan hanya karena teman - temannya tidak suka tapi ada hasutan dan seperti sudah direncanakan untuk menutupi sesuatu" Andreas membocorkan data temuannya
"Ada bukti pendukung?"
"Ada hasil rekaman tapi tidak terlalu jelas pembicaraan antara teman-teman kak Abigail dengan seseorang, tapi sepertinya pembicaraan di telpon" jawab Andreas
"Rekaman kamu dapatkan dari mana?"
"Belum aku selidiki itu dari ruangan mana, karena terlalu banyak tempat yang kita retas, itu rekaman nanti berkali-kali aku clean baru bisa terdengar, meskipun belum terlalu jelas "