
Aiden berpikir sejenak mengingat kata- kata yang sering diucapkan oleh sang Ayah dulu.
Halo anak papa, hai jagoan papa dan beberapa kata yang lain tapi belum ada yang bisa membuka koper tersebut.
Berusaha untuk membukanya dengan palu atau alat peretas kode tapi tetap tidak bisa.
"Aiden putraku, kebanggaan ku, I love you so much" ucap Aiden dan akhirnya terdengar bunyi clik menandakan bahwa koper tersebut sudah terbuka
"Pa Aiden kangen, ternyata ini yang papa pakai sandi, I love so much pa" tuturnya tanpa sadar menitikkan air matanya.
Aiden mengulurkan tangannya membuka koper mini tersebut ternyata itu adalah alat pemutar video yang setelah koper dibuka langsung terputar Vidio didalamnya.
" Aiden putraku, kebanggaan ku, I love you so much. Jika kamu menonton video ini berarti sesuatu terjadi pada papa, maaf sayang jika tidak bisa menemani kamu lebih lama... tolong jaga mama kamu, papa percaya kamu bisa melanjutkan perusahaan yang kakek dan papa jalankan selama ini. Pasti lebih baik dari yang papa bisa kerjakan.
Dan jika tidak ada apa pun yang terjadi atas diri papa kamu tidak akan pernah menonton video ini karena papa sendiri akan menjelaskan nya pada kalian.
Papa punya hadiah buat kalian berdua, kamu kan mau adik dan mama juga pengen jika memiliki 4 anak, tapi mama tidak bisa melahirkan lagi karena ada masalah pada rahim mama jadi papa punya penelitian sebagai solusinya yaitu Robot sebagai pengganti rahim.
Papa mau mewujudkan mimpi kalian, jika bukan papa yang membawanya langsung kepada kalian, berarti kamu harus mencari mereka desa **** tepatnya di bukit O bisa juga melalui rumah yang ada di desa tersebut tidak jauh dari bukit tersebut pintunya terletak di salah satu kamar dibawah kolong tempat tidur.
Dirumah itu pula ada beberapa ruang rahasia jadi tolong cari tahu karena beberapa penelitian papa ada di sana. Jangan pernah publish rumah itu khusus untuk keluarga kita, jangan isikan orang lain bahkan orang kepercayaan kamu sekalipun untuk mengetahui keberadaan nya.
Mereka akan saya titip sama orang kepercayaan papa. Papa sudah menitipkan nama buat mereka berdua yang pertama Andrew Jeiden Xavier dan yang terakhir Andreas Jeivic Xavier.
Mungkin akan berbeda 10 tahun dari kamu sayang, tolong terima kehadiran mereka, jaga dan bimbing mereka. Meskipun mereka lahir dari rahim yang berbeda dengan kamu tetapi dengan Gen yang sama.
Di rumah tersebut ada laboratorium dan penelitian papa juga ada disana dan papa sudah mendaftar sebagai ciptaan papa dan alat itu berlaku inklusif bagi mereka yang memiliki kasus seperti mama.
Jadi tolong lindungi supaya tidak jatuh ke tangan yang salah. Papa bukan mau menganti kuasa Tuhan tapi papa hanya menolong orang yang sungguh membutuhkan seperti yang dialami mama.
Tolong alat tersebut jangan dipublish karena banyak yang mengikatnya dan ingin menjadi sebagai bisnis, padahal papa buat khusus untuk mama, alat tersebut hanya bisa di gunakan di Xavier hospital.
Sudah ada syarat penggunaan alat tersebut jadi tolong ikuti dengan taat, jika kamu melanggar berarti kamu seakan memberontak pada Tuhan. Tolong jangan pernah mengembangkan atau membuat ulang alat tersebut.
Kalau bisa sebisa mungkin jangan pernah digunakan jika tidak seperti kasus yang mama alami.
Makasih sayang... ingat terus pesan papa ini. Papa sayang kamu, sayang Andrew dan sayang Andreas. Love you so much
Sampai pesan ini buat mama"
Aiden meneteskan air mata haru dengan pesan dari sang papa dan mengamati DVD player yang berbentuk koper mini tertera di hadapan nya untuk istriku tercinta
Aiden segera mengambil dan membawanya keluar dari ruangan tersebut dan menutup pintu rahasia itu.
"Ya ampun kenapa harus pusing - pusing menyelidiki kebenaran mereka padahal papa sudah mempersiapkan sebelum nya bahkan di ruang kerja aku" monolog Aiden