
Flashback on
Andrew seperti biasanya mengotak-atik beberapa alat yang terdapat di dalam laboratorium dan tak sengaja menemukan sebuah program yang menjelaskan detail penggunaan dan fungsi serta rekam jejak hasil dari alat tersebut.
Mereka sempat tidak percaya dengan apa yang mereka temukan dimana, mereka berdua tidak lahir dari rahim seorang ibu seperti bayi pada umumnya, melainkan lahir dari sebuah program robot yang didesain persis seperti rahim manusia.
Prosesnya seperti bayi tabung Setelah dilakukan proses pembuahan kemudian dimasukkan ke dalam alat tersebut yang sudah dilengkapi nutrisi yang dibutuhkan bayi persis seperti dirahim asli seorang ibu.
Kemudian diatur kapan alat itu akan mulai di aktifkan. Seperti proses kehamilan pada manusia, alat itupun didesain selama 9 bulan untuk memproses pertumbuhan bayi sampai siap di lahirkan.
Mereka berdua melihat pertumbuhan dan perkembangan selama 9 bulan sebelum mereka lahir sebagai bayi. Rekaman video tersebut tersimpan rapi di dalam robot rahim pengganti tersebut.
Mereka pun mengetahui alasan sang ayah melakukan hal tersebut karena sejak kelahiran Aiden sang ibu Henny Alexandra didiagnosa mengidap sebuah penyakit yang membuat nya sulit untuk memiliki anak lagi. Bahkan setelah 4 tahun kelahiran Aiden rahim sang ibu harus diangkat.
Sementara Henny sang isteri bercita-cita memiliki 4 orang anak. Karena tidak mau anaknya mengalami kesepian seperti yang dialaminya hanya memiliki seorang kakak laki-laki dan suaminya sendiri merupakan anak tunggal dari keluarga Alberto Xavier.
Sehingga Joshua Alberto Xavier mengambil keputusan untuk membuat kejutan buat sang isteri sebagai hadiah Anniversary mereka kelak.
Tapi ternyata ada teman yang memiliki perusahaan medis mengincar alat tersebut tetapi Joshua Alberto Xavier tidak melepaskan alat tersebut karena hadiah khusus untuk sang isteri dan memang bukan untuk kepentingan bisnis.
Alat tersebut juga sangat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah. Alat ini diperuntukkan bagi yang memiliki kasus seperti yang dialami sang isteri. Hal ini lah yang membuat dirinya harus meredang nyawa.
Flashback off
Akhirnya mereka menemukan fakta Kematian sang ayah. Ayah mereka tewas di tangan temannya sendiri yang ingin merebut hasil penelitiannya. Yaitu alat ajaib yang membuat mereka ada.
"Tapi kak Andre kenapa umur kita berbeda jauh dari kak Aiden?" tanya Andreas penasaran
"Ya...bisa jadi, berarti kakek dan nenek yang membesar kita, tidak memiliki hubungan keluarga?" @Andreas
"Ia... yang saya temukan itu adalah orang yang bekerja di Xavier Farma alias kepercayaan ayah" @Andrew
"Tapi...apa hubungannya dengan makam yang kita pernah datangi, sebab tak lama dari situ kakek dan nenek tiba - tiba kecelakaan?" @Andreas
"Itu yang perlu kita cari tahu, pasti ini semua terkait tapi tentang gimana hubungan nya aku belum ada bayangan sama sekali" jelas Andrew
"Jangan - jangan alat penyadap yang kita temukan tempat hari ada milik kak Aiden" tutur Andreas tiba - tiba
"Itu juga sempat terpikir olehku, tapi kita tetap harus hati - hati meskipun itu milik kak Aiden, karena banyak yang mengincar alat tersebu, jika keberadaan kita terlacak maka alat itupun bisa ditemukan, buktinya tidak jauh dari rumah kita saat ini" jelas Andrew
"Ia kak, kita pasti punya cara bertemu kak Aiden dan ibu, dan kak Aiden pun pasti berusaha menemukan kita" timpal Andreas semangat
"Yap pasti...tapi jika melihat orang asing lagi memantau rumah kita, kamu tetap harus menghindar karena kita tidak tahu persis mana anak buahnya kak Aiden dan mana yang hanya mengincar robot tersebut" nasehat Andrew
"Jangan khawatir kak...hal semacam ini Andreas ahlinya" tutur Andreas sombong
"Cih ... bocah, sok banget" Andrew mendengus
"Ya percaya diri ma harus, yang bego itu jangan" timpal Andreas berkelekar
Andrew hanya tersenyum mendengar ocehan Andreas yang aslinya memang tidak bisa diam alias bawel.