
"Berarti mereka baru umur 8 tahun sekarang, siapa yang merawat mereka selama ini, tapi kalau mereka yang meretas sistem keamanan perusahaan itu berarti mereka memiliki kemampuan yang luar biasa...waaa kakak tidak sabar bertemu kalian, mama pasti terkejut dan sekaligus senang" Aiden terus bermonolog
Setelah lama berkelut dengan pikiran nya akhirnya Aiden pun tertidur.
Keesokan harinya ...
Andrew dan Andreas seperti biasanya di akhir pekan menghabiskan waktu dengan bermain di ruang bermain mencoba semua fasilitas permainan disana tapi dengan sesekali memonitor sistem keamanan rumah tempat tinggal mereka dan juga rumah bawah tanah yang mereka sudah ganti dengan kode buatan mereka sendiri.
Sementara di kota X Aiden sudah bersiap untuk melakukan perjalanan dia mengajak sih kembar tiga atau triplets J dan juga Al untuk melakukan perjalanan menutupi pergerakan mereka agar anak buahnya tidak curiga karena biasanya mereka memang sering berlibur di akhir pekan tanpa pengawasan yang ketat.
Aiden tidak sabar untuk bertemu langsung dengan sang adik dan tidak kalah antusias si triplets J dan Al untuk bertemu teman baru apalagi itu adik kandung dari Aiden sang kakak yang mereka kagumi.
Mereka menggunakan mobil A*** biasa yang sebenarnya sudah di modifikasi menjadi mobil canggih anti peluru bahkan bisa menembakkan senjata jika dalam situasi tertentu.
Mobil tersebut merupakan hasil modifikasi mereka sendiri dan merupakan andalan untuk tidak menarik perhatian bagi saingan bisnis Xavier Croup. Aiden sengaja mendesain mobil itu untuk melakukan perjalanan seperti orang biasa tanpa mengundang banyak perhatian.
Aiden pun jarang mempublish dirinya hanya orang - orang terdekat papa dan mama nya yang mengenal dia sementara yang mewakili di pertemuan bisnis selama ini adalah sang Asisten ayahnya dulu sekaligus asisten Aiden saat ini juga, wakil presdir sepupu sang papa.
Aiden pun tidak pernah menghadiri wawancara dari berbagai media, dia pasti terus mencari pengganti bukan tanpa alasan dia tidak terlalu mengekpos diri karena selama ini belum tahu siapa yang terlibat dalam kematian sang ayah.
Kurang lebih 10 jam perjalanan akhirnya mereka sampai ke bukit yang dimaksud.
Aiden berusaha mencari pintu masuk ke dalam rumah tersebut.
Sementara di monitor the Siblings memunculkan hasil pantauannya yang memperlihatkan kedatangan Aiden dan rombongannya.
"Dreas siap - siap kak Aiden datang" tutur Andrew pada sang adik yang masih asyik dengan mainannya
Andreas segera melepas mainan tersebut dan menatap tajam ke layar monitor.
"Hore ada kak Aiden, hore banyak teman" tutur Andreas kegirangan
Andrew memonitor sekeliling rumahnya, tapi semua nya dalam kondisi aman.
Merekapun masuk ke kamar mendiang kakek dan seperti biasa turun tangga yang terdapat di kolong tempat tidur.
"Kak Andre...kok kak Aiden bisa ada disini?" tanya Andreas
"Itu berarti dia mencari kita" jawab Andrew singkat dan mempercepat langkah nya melewati lorong yang tiap hari mereka lalau bahkan jika mereka menutup mata pun sudah hafal
Andreas pun setia mengekor sang kakak dengan sejuta pertanyaan yang hanya dijawab singkat oleh Andrew.
Andrew dan Andreas mengenal wajah Aiden karena sudah mencari informasi tentang kakaknya. Mereka berdua tak lupa membawa tablet masing-masing untuk terus memantau dan mengendalikan sistem keamanan rumah serta laboratorium.
Aiden terus berusaha membuka kode rumah tapi tidak bisa. Beberapa kali mencoba meretas tapi tetap tidak tembus.
"Hebat juga mereka" batinnya
Sementara Andreas bersorak riang karena berhasil mengerjai Sang kakak sulung bahkan baru kali ini dia liat langsung.
"Kak Andre kita main - main dulu dengan kak Aiden, seberapa hebat timnya dia!" usul Andreas
"Tenang...ini sudah berlangsung, cepat kirim drone mini untuk memantau mereka kalau bisa yang bentuk capung atau lebah biar mereka tidak sadar sedang dipantau!" tutur Andrew memerintahkan sang adik bertindak
"Siap dijalankan" ujar Andreas bersorak riang dan segera meluncurkan drone mini berupa capung untuk memantau masing-masing anggota tim sang kakak"
Beberapa menit kemudian analisis drone bekerja dan menampilkan hasilnya pada monitor yang Siblings pantau, Andrew dan Andreas tercengang dengan kemampuan tim yang dimiliki sang kakak, mereka bukan tim kaleng - kaleng