
Iman yang menyelamatkan adalah percaya dengan segenap hati kepada Yesus saja sebagai Tuhan dan juruselamat yang sudah mengampuni semua dosa- dosa kita untuk masuk surga. bukan karena kita sudah berbuat baik.
Untuk lebih paham Iman yang menyelamatkan seperti apa kak Aiden punya cerita nya
"Ada seorang akrobatik yang bernama Blondin yang akan berjalan diatas kabel melintasi air terjun Niagara, sambil mendorong gerobak bermuatan pasir. Ketika Blondin berhasil, semua penonton bersorak- sorai.
Kemudian manajernya bertanya, "apakah penonton percaya bahwa Blondin juga bisa menyeberangkan orang melintasi air terjun?"
penonton berkata "ya, percaya"
"Siapa yang mau ikut?"
Ternyata tidak ada yang bersedia.
"Saya mau!" teriak seorang anak. Dan Blondin berhasil menyeberangkannya dengan selamat penonton bersorak.
Penonton memang percaya, tetapi hanya anak kecil ini yang bersedia mempercayakan diri sepenuhnya kepada Blondin. Jadi Iman yang menyelamatkan bukan seperti penonton yang percaya hanya di mulut, atau di akal saja, tetapi harusnya seperti anak itu: Mempercayai Yesus dengan segenap hati sebagai Tuhan dan juruselamat yang dapat mengampuni dosa kita dan membawa kita masuk surga.
"Apakah Andrew dan Andreas mengerti bagaimana masuk surga?" Aiden mengkonfirmasi
"Ia kak" jawab mereka kompak
"Apakah Andrew dan Andreas mau menerima hadiah gratis, yaitu surga?
"Mau bangat dong kak"
"Ini caranya: percaya kepada Yesus yang sudah mengampuni semua dosa kita untuk membawa kita masuk surga, bukan karena kebaikan kita.
Dan Andrew dan Andreas menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat dalam hati bukan hanya mengaku di mulut ataupun pengetahuan saja
"kalau ini yang Andrew dan Andreas inginkan kita dapat berdoa bersama" konfirmasi Aiden sekali lagi
"Ia kak" jawab mereka kompak
..."Kita berdoa demikian: " Tuhan Yesus, saya mengaku orang berdosa dan tidak layak masuk surga. saya percaya Yesus mati di kayu salib untuk menghapus dosa - dosa saya. Ampunilah semua dosa saya. Masuklah dalam hati saya sebagai Tuhan dan Juruselamat saya. Tolong saya untuk meninggalkan dosa dan hanya taat kepada Yesus seja. sesuai dengan janji-Mu, sekarang saya sudah menjadi anak-anak Allah dan memiliki surga. Dalam Nama Yesus. Amin....
Inilah janji Yesus kepada kita yang percaya dalam Yohanes 6:47
"Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal" artinya Janji Yesus pasti ditepati, tidak pernah bohong. jadi Andrew dan Andreas yang sudah percaya Yesus, pasti masuk surga.
Sekarang karena kita sudah menjadi anak-anak Allah, maka tangan Yesung sudah memegang tangan kita, dan tidak akan melepaskan kita selama-lamanya, sekalipun adakalanya Iman kita lemah
...Seperti Janji Yesus dalam Yohanes 10:28 "Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku"...
Jadi sekarang Andrew dan Andreas tahu kapanpun kita meninggal pasti masuk surga. bukan karena kita sudah berbuat baik, tetapi karena percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat yang sudah mengampuni dosa kita. kita harus rajin berbuat baik untuk menyenangkan hati Tuhan dan sebagai tanda terima kasih kita kepada Yesus yang sudah memberikan surga sebagai hadiah gratis.
Yesus ingin, supaya Andrew dan Andreas yang sudah menjadi anak-anak Allah bertumbuh melalui: Membaca Alkitab, Berdoa, Berbakti tiap hari Minggu, bersekutu dalam komsel dan bersaksi menceritakan kabar baik ini kepada orang lain.
Aiden menghela nafas lega setelah menceritakan kabar baik untuk adiknya.
Andrew dan Andreas langsung memeluknya erat sang kakak dengan uraian mata bahagia. mereka sangat bersyukur karena bertemu dengan sang kakak bahkan sudah dibagikan hal yang sangat mereka butuhkan yaitu kehidupan kekal yang selama ini mereka tidak pernah tahu dan bahkan tujuan mereka hidup di dunia ini pun tidak pernah terpikirkan.
Aiden membalas pelukan sang adik dengan sangat bahagia, ruang tamu itupun dipenuhi rasa haru penuh bahagia.
Dan akhirnya mereka mulai Ibadah malam dipimpin oleh Al , mereka bersyukur dimana sudah bertemu dengan Andrew dan Andreas, sudah menemukan banyak hal tentang sang Ayah dan juga bersyukur karena sudah memberitakan kabar baik untuk Andrew dan Andreas.
Kemudian mereka semua istirahat dengan nyenyak