
Skip time. .
Siang hari setelah pulang sekolah Andrew dan Andreas meminta dengan ngotot pada sopir untuk mengantarkan ke kantor sang kakak.
"Kak Andrew , aku mau pipis"
"Tahan dikit, ini kan perumahan elit mana bisa numpang pipis"
"Tapi udah nggak tahan, kak, please, yayaya" pinta Andreas terus memohon
"Tunggu kita tanya pak sopir dulu"
"Pak hentikan mobilnya, Andreas mau numpang pipis katanya" Andrew menjelaskan
"Tunggu nak, bapak tanya dulu bodyguard nya"
"Baik Pak silahkan!" ujar Andrew
"Kenapa berhenti?" bentak sang bodyguard
"Maaf, Nak Andreas mau numpang toilet katanya" jawab sopir
"Tapi ini perumahan elit mana ada toilet umum?" tutur salah seorang bodyguard
"Tunggu rumah kak Elias kan di perumahan ini" tutur bodyguard lainnya
"Ahh... betul juga, kok aku lupa ya"
"Kenapa sopir itu berhenti?" tanya Elias
"Maaf kak, Tuan Andreas mau numpang toilet tapi di sini tidak ada toilet umum" jelas salah seorang bodyguard
"Baiklah tanya sopirnya lanjut ke alamat rumah aku"
"Baik kak terima kasih"
"Pak lanjut ke alamat ini, maaf nak Andreas tahan dikit ya udah dekat kok" tutur bodyguard tersebut
"Terima kasih pak" jawab Andreas sumringah
Sekitar 5 menit kemudian rombongan mobil berhenti di sebuah rumah mewah.
Andrew dan Andreas segera turun dan langsung di ajak oleh Elias ke dalam rumah.
"Ini rumah Pak Elias?" tanya Andreas penasaran
"Ia tuan" jawab Elias
"Pak , panggil Dreas aja tidak usah sungkan, aku nggak suka dengan panggilan tuan, terlalu tua jadinya" protes Andreas
"Baiklah, Kamar mandinya di lantai 2, silahkan digunakan" tutur Elias
"Terima kasih pak, kak Andre mau ikut?" tanya Andreas
"Boleh ini pasti gara - gara kamu aku jadi kebelet pipis" Jawab Andrew
Andreas segera menuju kamar mandi setelah di antar Elias. Elias mau menunggu mereka tapi tiba-tiba ada telpon yang masuk akhirnya pamit untuk mengangkat telpon
Andreas segera keluar dari kamar mandi dan mengajak Andrew melihat - lihat sekeliling rumah tersebut yang memang sepi karena maid hanya bekerja di lantai bawah.
"Maaf Pak Elias, kami memang tidak sopan bertemu dengan cara begini" lirih Andrew
"Nggak usah bacot deh kak, cepat sebelum Pak Elias memergoki kita"
"Astaga, kenapa kita seperti penjahat saja" keluh Andrew
"Hei kakak lupa ini namanya misi pengintaian, bukan kejahatan" protes Andreas
"Ya baik... anggaplah demikian"
"Sudah selesai?" tanya Andreas
"Ya sudahlah, kamu dah aman?"
"Sudah dong, Andreas gitu" ujarnya bangga
"Yuck Dreas kita turun, nanti kita di cari Pak Elias
"Sudah selesai?" tanya salah seorang maid
"Sudah ibu, terima kasih" jawab Andrew
" Maaf ibu, Pak Elias mana ya?" tanya Andreas
"Oh di belakang lagi terima telpon"
"Terima kasih ibu, kami bisa kesana kan?" pinta Andrew dengan hati - hati
"Silahkan nak" jawab sang maid
"Andrew dan Andreas segera menuju taman belakang di mana Elias menerima telepon
"Eh... Andrew, Andreas sudah selesai ya?, maaf bapak tinggal jawab telpon" jelas Elias sang bodyguard
"Nggak papa kok pak, terima kasih toiletnya" jawab Andrew
"Wa... tamannya cantik banget, bisa aku liat Pak?" ijin Andreas
"Dreas, stop kita harus cepat ke kantor kak Aiden, kita udah janji, jangan sampai kak Aiden marah sama mereka semua gara- gara kita" cegah Andrew
"Bapak tidak keberatan, tapi benar kata kak Andrew, tua Aiden pasti sudah menunggu, jadi lain kali main kesini, bapak janji ngajak kalian yang penting dapat ijin dari Tuan Aiden" tutur Elias
"Oke, tapi bapak janji ya ngajak main kesini lain kali" tutur Andreas
"Ya, bapak janji "
Akhirnya setelah drama yang dibuat Andreas berakhir, mereka menuju mobil untuk melanjutkan perjalanan ke kantor Xavier crops.