THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 81



"Mom, kak Aiden, kak Andre apa semuanya ini betul?" tanya Andreas setelah tiba di meja makan


"Ia sayang, hari ini tidak usah ke sekolah mommy sudah minta izin sama Miss , kita melayat ke rumah Uncle Awang" jawab mom Henny


"Kok bisa?" tanyanya heran


"Menurut dokter keracunan makanan sayang"


"Emang di penjara nggak diperiksa makanannya?"


"Seharusnya di periksa tapi nggak tahu kenapa bisa begitu, kita tunggu hasil penyelidikan polisi saja" jawab Aiden


"Baiklah sarapan dulu, baru siap - siap, kita harus kesana selama ini hubungan kekeluargaan kita tidak peribermasala mommy hanya kecewa pada uncle Awang kenapa tega melakukan ini pada Daddy, keluarganya juga pasti shock dengan kejadian ini" Sambung Mom Henny


mereka pun akhirnya sarapan seperti biasanya bersama dengan para maid, sopir dan juga bodyguard.


💚💚💚


satu Minggu kini berlalu setelah kematian Uncle Awang dan perusahaan Xavier Corps bukannya membaik namun semakin terpuruk kini investor - investor kini kembali menarik dananya karena peluncuran produk baru mereka ternyata di tuntut plagiasi produk perusahaan lain.


kini kembali Joe yang mengambil ali kasus ini, Aiden dan Mom Hanny tidak lagi mempercayai tim hukum Xavier Corps karena kasus ini tidak bisa di tangani oleh mereka bahkan tim kuasa hukum semakin memperkeruh suasana dan menimbulkan kerugian semakin besar pada perusahaan.


kini mom dan Aiden bolak-balik ke kantor polisi untuk di mintai keterangan karena peluncuran produk baru memang tanggung jawab mereka, karena produk ini hasil kerja tim Aiden yang merupakan divisi perencanaan dan mom Henny sebagai Presdir yang menyetujui proyek tersebut.


Hal ini yang membuat Aiden tidak bisa membantu sang adik melanjutkan penyelidikan.


"Uncle bisa menolong kamu dalam kasus ini, kebetulan uncle kenal dengan founder perusahaannya, hanya lepaskan saja produk ini"


"Nggak bisa uncle apapun yang terjadi aku harus pertahankan ini murni hasil rancangan kami, lagian jika kami lepas citra Xavier Corps jadi taruhannya, ini perusahaan Daddy yang harus aku jaga seperti janji aku pada Daddy" tegas Aiden


"Aiden jangan egois, jika kamu lepas produk itu, Xavier Corps masih bisa bangkit dengan produk baru, jangan karena alasan perusahaan kamu mengorbankan karyawan, kasus ini akan menelan biaya banyak" tegas Uncle Judas


"Masalah biaya khusus ini, uncle nggak usah khawatir karena kami menggunakan biaya pribadi tidak menggunakan uang perusahaan, lagian justru alasan karyawan lah aku harus pertahankan produk ini" Aiden tak kalah tegas


"Aiden uncle heran kenapa kamu akhir - akhir ini keras kepala, perusahaan tidak akan separah ini seandainya kamu percaya dengan Tim hukum Xavier Corps, kenapa harus melibatkan orang luar?"


"Maaf uncle kak Joe dan uncle Hendry bukan orang luar bagi aku, mereka adalah keluarga aku"


"Luar biasa sejak kapan Xavier Corps menjadi milik pribadi kalian? sehingga seenaknya bertindak tanpa melibatkan petinggi perusahaan? kalian pikir saham Xavier Corps milik kalian saja?" geramnya


"Maaf uncle, kenapa uncle seperti ini, biasa uncle yang selalu mendukung keputusan Aiden, bukan ka Aiden lakukan saat ini untuk karyawan dan masa depan Xavier Corps, kami tidak pernah merasa bahwa Xavier Corps milik pribadi, meskipun hal itu bisa saja kami lakukan" Aiden tak kalah geram


"Baiklah terserah kamu melakukan apapun Aiden, uncle tidak akan ikut campur dalam kasus ini" tegasnya langsung memutus sambungan


"Aiden brengsek, berani - beraninya membantah, kamu harus tersingkir dari perusahaan,kamilah yang lebih berjasa dalam membangun Xavier Corps, kami sudah cukup mengabdi pada Yosua dan tidak untuk kamu brengsek, anak sialan" makinya sambil melempar semua barang di ruangannya


"Cepat lakukan menyerang ke desa O, singkirkan siapapun yang menghalangi jalan kita, termasuk Aiden dan Henny, kita sudah cukup bersabar selama ini jadi budak mereka" tegasnya sambil membanting telpon yang baru saja digunakan


Sementara Aiden kembali mendapatkan notifikasi pada jam yang digunakan kalau ada tanda bahaya dari desa O