
Persidangan kasus korupsi dan penggelapan pajak sudah berakhir dan uncle Awang sudah di jatuh hukum mati karena ternyata selain korupsi dan menggelapkan pajak ternyata dia juga yang terlibat dalam pembunuhan Abigail yang mengetahui rencana jahatnya untuk mencelakai Yosua dan istrinya, tapi hanya Yosua yang terjebak dan akhirnya terlibat dalam kecelakaan maut yang merebut nyawanya.
"kak Joe kasus ini harus usut tuntas, aku nggak percaya kalau hanya uncle Awang yang terlibat, dan bisa - bisanya kasus pembunuhan kak Abigail terkait kasus kematian Daddy, lagian bukan alasan kuat membunuh kak Abigail hanya karena mengetahui rencana itu, pasti ada fakta lain yang kak Abigail tahu" tutur Aiden
"Percayalah kak Joe akan mengusut tuntas karena dari awal uncle Awang sempat membantah keterlibatannya dalam pembunuhan Abigail tapi akhirnya mengaku dengan alasan bosan berbohong, sepertinya ada fakta yang masih di sembunyikan, sedangkan teman - teman Abigail pun tidak pernah bertemu langsung uncle Awang saat melakukan rencana pembunuhan Abigail, mereka hanya menerima perintah dan transferan uang" Jelas Joe
"Ini awal yang baik kak untuk membongkar kasus yang terjadi baik kasus kak Abigail maupun Daddy, selidiki siapa - siapa saja yang menangani kasus mereka baik dari pihak pengacara, polisi, jaksa dan juga hakim saat itu, sepertinya kasus ini terencana" tegas Aiden
"Ya .. akupun merasa bersalah kenapa aku tidak mengusut tuntas kematian Abigail, mungkin Daddy mu tidak akan jadi korban seandainya kasus Abigail tuntas waktu itu" sesal Joe
"Sayang tidak usah merasa bersalah, Tuhan ijinkan semuanya terjadi agar kita belajar lebih hati-hati, Abigail dan Yosua sudah bahagia, kita tidak harus menyesal dengan apa yang sudah terjadi, yang penting lebih teliti dalam kasus yang sekarang" tutur uncle Hendry memeluk Aiden dan Joe bersamaan
Tak terasa Air mata Joe dan Aiden menetes begitupun dengan uncle Hendry yang tak sanggup menahan diri.
"Pa aku minta maaf, semua terjadi karena kelalaian aku menjaga Abigail" lirik Joe di selah isakan tangisnya
"Tidak ada yang salah dan harus di maafkan, semua dalam kendali Tuhan, papa bersyukur ada kamu yang menggantikan Abigail, bahkan sudah memberikan menantu yang cantik dan bai, cucu yang cerdas dan cakep bukan hanya satu tapi tiga sekaligus, kamu sudah menjadi kakak yang baik untuk Aiden, pokoknya papa tidak menyesal memiliki kamu, Abigail sudah melakukan hal terbesar dalam hidup kami memberikan ganti dirinya yang luar biasa seperti dirimu nak" tutur Uncle Hendry tulus
"Daddy menangis??" teriak triplets bersamaan ketika masuk ruang tamu menemui mereka
"Ya menangis bahagia karena kasus yang Daddy tangani berhasil" jawab Joe tidak ingin menyembunyikan perasaan dari sang anak meskipun bukan alasan itu yang membuat dia menangis
triplets menyapa dan memeluk Aiden bergantian kemudian beralih ke sang Grandpa
"Kak Aiden kok lama nggak main ke sini?" protes salah satu dari mereka
"Maaf kak Aiden sibuk di perusahaan, bukan ka kita sudah liburan ke desa O beberapa minggu yang lalu" jawab Aiden
"Ya ia... tapi satu kali itu saja, padahal dulu kak Aiden setiap akhir pekan pasti bermain bareng kami" balas mereka
"Hahaha dewasa, ingat umur kak, kakak juga masih di bawah umur keles, 15 tahun aja bangga, dewasa dari mana coba" triplets balik meledak
"Sayang, kok ngomong gitu sama kak Aiden" tegur mom Viera menemui mereka untuk mengantarkan minuman dan cemilan
Sosok Viera kini berubah drastis setelah menikah dengan Joe, yang dulunya tidak pernah berurusan masalah dapur kini lebih memilih mengurusi kepentingan untuk anggota keluarganya.Sosok tuan putri sudah di gantikan dengan sosok istri dan ibu yang penyayang dan perhatian.
"kak Viera semakin cakep dah, jadi ibu yang hebat buat triplets" puji Aiden
"Apaan sih dek, kak Viera jadi malu, Aiden selalu berlebihan memuji" balas Viera
"Nggak usah malu sayang, yang Aiden bilang itu betul kok, ia kan pa?" tegas Joe menarik sang istri duduk di samping nya
"Ia papa setuju, papa tidak menyesal menikahkan kamu dengan anak papa" jawab papa Hendry tulus
"kasus kak Abigail serumit itu ya?" tutur Viera mengalihkan topik
"Ya... begitulah sayang tapi bersyukur semuanya sudah berakhir" jawab papa Hendry
"Makasih kak Joe, uncle Hendry bantuannya, makasih minumannya kak Viera, Aiden pamit ya" tutur Aiden pamit
"Makasih sayang apapun yang terjadi harus kasih tahu uncle ya"
"Sama - sama dek, makasih loh produknya, sampaikan makasih juga sama Andreas dan Andrew ya, terus ajak kesini main bareng triplets" tutur Joe
"Makasih adek cakep dan cerdasnya kak Viera, jangan lupa ajak Andrew dan Andreas kesini ya!" tutur Viera memeluk Aiden