THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 3



Andreas serius membaca setiap buku yang tersusun rapi di lemari tersebut karena merasa terganggu dengan benda pipih transparan berbingkai pink di sudut meja dia pun bermaksud memindahkannya dan tak terduga benda itu menyalah setelah di sentuhnya dan ternyata benda tersebut merupakan tap.


Dan kembali Andreas menekan tombol kecil di meja dan ternyata meja tersebut pun berfungsi mengakses data.



"Kak Andre, kak Andre ketemu akhirnya" ujarnya girang


"Andrew segera menyampari sang adik di sudut ruangan dan menatap takjub meja kaca ternyata merupakan sebuah program otomatis



Andrew segera mengoperasikan dan mencari data yang mereka butuhkan.


Sementara Andreas terus mencoba tablet transparan nya, tap tersebut berfungsi seperti mikroskop yang otomatis langsung menganalisis secara detail nama dan fungsi alat tersebut bahkan disajikan dalam gambar 3 dimensi.


Dan Akhirnya dia menemukan satu tap transparan berbingkai putih yang dipikirkannya tadi hanya hiasan. Andreas segera memberikan pada sang kakak, mereka berdua mereka sangat senang dengan bereksperimen dengan alat - alat canggih tersebut.



Dan ternyata selain berfungsi sebagai tap, mikroskop alat itu pun dengan mudah mengirim atau transfer data ke perangkat lain seperti komentar, tap lainnya dan handphone, sama dengan fungsi meja transparan itu juga.


Mereka terus mencari tahu tentang setiap detail nama dan fungsi setiap alat tapi ada beberapa yang mereka tidak tahu karena tidak menggunakan bahasa Inggris. Andrew dan Andreas hanya menguasai bahasa Inggris. Sehingga jika petunjuk alat bukan bahas tersebut mereka pun kebingungan


"Kak seperti Kakak harus membuat program terjemahan bahasa otomatis"


"Betul, soal terjemahan jangan khawatir disini ahlinya" tanggap Andrew bangga


Andrew memang memiliki keahlian dalam membuat hologram, bahkan Robot canggih sebagai hadiah ulang tahun sang adik pun di desain sendiri.


Sejak umur 3 tahun Andrew sangat senang bereksperimen dengan alat elektronik sehingga dengan mudah nya membuat sebuah program.


Dan bisa dikata bahwa A bersaudara adalah bocah jenius dan pasti saja otak brilian mereka adalah warisan dari orang tua mereka.


Karena keasyikan melakukan serangkaian eksperimen mereka tak terasa ternyata waktu telah menunjuk pukul 7 malam dan konsentrasi mereka terganggu dengan desakan perut minta diisi.


"Dreas makan yuck, besok kita lanjutkan!" ~Andrew


"ok kak, tapi boleh kan tabletnya kita bahwa keluar?" pintanya


"Oke , karena ini hari ulang tahun kamu ya boleh hanya dalam rumah ini aja ya nggak boleh bawah ke sekolah dan rahasiakan dari orang lain" ujar Andrew


"Siap, bos" jawab Dreas semangat


mereka akhirnya keluar dari ruangan tersebut dan mengunci ruangan rahasia itu kembali seperti semula


Andrew dan Andreas meletakkan tablet yang mereka bawah di meja tengah dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


setelah itu Andrew segera menghangatkan makanan sisa dari makan siang karena mereka lupa masak.


Andreas pun mengawali cerita nya


flashback on


"Kak Andre lama amat sih?, atau jangan - jangan nggak bawah uang untuk ongkos pulang, humm dasar kakak pikun" monolog Dreas


kadang dia kesal jika seperti ini dimana dia selalu bosan tiap hari menunggu, untung nya memiliki Debu anjing jenis Pomeranian yang di diselamatkan beberapa bulan yang lalu saat pulang sekolah dalam kondisi terluka dan dia rawat hingga sembuh.



untuk mengusir kebosanan nya Andreas mengajak debu bermain menyusuri ruangan yang ada dirumah nya dan entah kenapa dia tertarik berpetualang di kamar mendiang kakek dan nenek nya.


Andreas pun seperti peneliti yang mengamati setiap sudut di ruangan itu dan tidak menemukan apapun akhirnya dia ke rak buku yang tertutup kain, dia mau menyalurkan hobby bacanya.


dia tertarik dengan sebuh buku yang lumayan tebal di rak paling atas, Andreas terpaksa menggunakan kursi untuk menjangkau nya tapi karena terlalu berat akhirnya buku itupun terjatuh dan ternyata didalam nya ada sebuah kunci.


karena penasaran Andreas membuka buku tersebut dan ternyata di dalam buku itu ada tempat menyimpan kunci, kecil berwarna emas itu. Andreas pun mencoba kunci untuk membuka setiap laci tapi tidak ada yang cocok.


Dan akhirnya dia memanjat ke rak dan dibelakang tempat buku tadi ada lubang kunci yang hampir tidak kelihatan tapi berkat ketajaman mata Andreas, dia pun berhasil menemukan nya.


Andreas segera mencoba kunci tersebut dan akhirnya rak buku itu terbuka, Andreas seakan tidak percaya dengan apa yang dia temukan, ternyata di balik rak buku ada sebuah ruangan yang cukup luas dan didalamnya berisi banyak perangkat elektronik seperti komputer, Laptop, kamera, printer dan yang lainnya.


Andreas masuk mengamati tapi takut untuk menyentuh apapun disana, dia tak habis pikir kenapa ada ruangan seperti ini dirumahnya yang bahkan Andrew pun tidak tahu.


Dan lebih heran kakek dan nenek mereka tidak pernah memberi tahu akan hal ini, kakek dan nenek nya hanya lah seorang petani biasa yang menghabiskan waktunya tiap hari di kebun dan sawah sekitar perumahan mereka yang memang cukup luas. Bisa memiliki ruang rahasia yang cukup besar dan peralatan canggih.


setelah puas melihat seisi ruangan itu, Andreas ingin menunjukkan itu pada kakaknya, diapun bergegas keluar dari ruangan dan mengunci nya seperti semula dan menunggu sang kakak di gerbang rumah seperti biasanya.


perumahan mereka lumayan berjarak sedikit jauh dari rumah tangga mereka karena sengaja di bangun di tengah perkebunan dan persawahan.


Dan memang desain rumah nya pun berbeda dari rumah warga pada umumnya dan Andreas baru sadar akan hal itu. Rasa penasaran semakin tinggi dan banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya.


Dan saat itulah dia melihat sang kakak berjalan dari jauh. Andreas segera menemui nya, rencana awal ingin segera memberi tahu akan hal ruangan tadi terlupakan karena perdebatan kecil-kecilan yang selalu terjadi tiap hari di antara mereka.


Hingga di meja makan pun niatnya itu akhirnya dia tunda biar setelah mereka makan baru melakukan petualangan bersama.


flashback end


"Ooh, gitu to cerita nya, baiklah karena sudah kenyang, yuck kita lanjutkan acara yang tertunda" tanggap Andrew


"Humm, baiklah"~ Andreas


Andrew segera mengambil kue tart yang disimpan nya di lemari es, meletakkan di meja dan memasang lilin kemudian memasang topi ulang tahun dan menggenakan juga pada debu dan Andreas.


sebelum tiup lilin meraka mengambil foto dengan menggunakan kamera handphone Android milik Andrew, merupakan hadiah ulang tahun dari sang kakek.


setelah itu Andreas meniup lilin dan memotong kue, menyuap kakaknya dan tak lupa menaruh separuh di piring debu. Andrew mengabadikan momen itu dengan Video.