
Kini Aiden dan mom Hanny memasuki gerbang Mension, dan disambut ramah satpam mereka yang membukakan pintu.
Seperti biasa mom Hanny dan Aiden akan membalas sapaan dengan sopan dan tak lupa ucapan terima kasih.
Sampai dalam rumah langsung di sambut oleh Andrew dan Andreas yang langsung berlari memeluk dirinya.
"Tumben mom cepat pulang?" tanya Andreas
"Ya mom mau istirahat dulu sekalian makan bareng kalian di rumah"
"Kebetulan hari ini Andrew masak, semoga mom dan kak Aiden suka" jelasnya
"Aku nggak di tanya gitu?" protes Andreas
"Ah kalau kamu nggak usah tanya lagi, kakak tahu selera kamu dan pasti suka apapun yang kan Andrew masak" balas Andrew
"Iiiss" Andreas berdeci
"Waa,,,anak mom memang hebat, umur berapa sih sekarang ha?" mom Henny mengelus kepala Andreas sementara Andreas dalam gendongannya
"masih bocah, baru 9 tahun mom" Andreas yang menjawab
"Ia ..kamu kali bocah, umurnya juga baru mau 5 tahun" balas Andrew
Mom Henny dan Aiden hanya tertawa menyaksikan interaksi kedua anak tersebut. Andrew dan Andreas sering saling meledek dan menggoda satu sama lain tapi mereka tidak pernah bertengkar ataupun berkelahi. begitulah wujud interaksi dan kasih sayang mereka.
"Ayo mom, kita makan aku dah lapar" ajak Andreas
"Ayo sayang"
semuanya berkumpul makan siang, Andrew memberikan masakannya pada mom dan juga Aiden, tak lupa mengambilkan makanan untuk Andreas.
Hal ini sering spontan dia lakukan karena sudah terbiasa merawat sang adik, meskipun di rumah ini disiapkan pelayanan khusus buat mereka namun mereka tetap saja tidak mau dilayani.
"Masakan nya enak sekali sayang, belajar masak di mana sih" puji mom Henny tulus
"Belajar masak dari nenek tapi untuk resepnya dari nenek Google" jawabnya tersenyum
"Anak mom hebat, berapa tahun belajar masa?" tanya mom Henny penasaran
"Kata nenek sejak 3 tahun, aku juga tidak terlalu mengingatnya tapi suka aja membantu nanek masak" jawabnya
"Masakan nenek selalu enak, dan rasanya seperti masakan kak Andrew, makanya apapun yang dimasak kak Andre pasti enak" puji Andreas tulus
"Hebat... selama masak nggak pernah kecipratan minyak atau kena pisau sayang?"
"pernah mom tapi kecil - kecil jadi nggak bahaya kok, kalau Andreas hampir terpotong jarinya makanya nenek tidak mengijinkan dia ke dapur" cerita Andrew
"Kapan kenapa tidak ada bekasnya?" tanya Andreas tak percaya
"Waktu kamu masih 2 tahun, dah sembuh makanya nggak ada bekas, dari situ nenek melarang Andreas ke dapur, kami saat itu sangat ketakutan melihat darah begitu banyak keluar dan kamu sudah sangat pucat, mulai saat itu kami berjanji tidak akan membiarkan Andreas menyentuh namanya dapur karena pernah juga hampir tersiram minyak panas untuknya kakek cepat mengangkatnya" cerita Andrew
"Tapi saat kakek dan nenek meninggal, kenapa kamu ijinkan aku masak?"
"Andreas bisa juga masak?" tanya mom Henny
"Bisa mom, masak Air, masak telur, masak mie, buat roti bakar sama pan cake" jawabnya tertawa
"Hebat dong kalau gitu, tidak semua orang harus sama sayang, lakukan yang bisa dan tidak usah memaksakan diri kalau memang tidak bisa" tutur mom Henny
"Baik mom"
percakapan hangat selalu terjadi saat makan, bukan hanya pada ketiga putra nya tapi juga dengan para pekerja, biasa menanyakan keseharian mereka atau sekedar tanya stok belanja.
di meja makan tidak ada jarak antara majikan dan tuan rumah, semuanya seperti bagian dari keluarga, hal ini membuat mereka nyaman untuk bekerja disini.
"Oh ia sebentar lagi ulang tahun Andrew , mau di rayain di mana?" tanya mom Henny yang kini mereka sudah berada di taman belakang setelah menikmati makan siang
"Terserah Mommy saja, kami ikut yakan Dreas?" tutur Andrew
"Ia kak, terserah mommy aja"
"Nggak bisa gitu sayang, ini acara kalian lagian, baru kali ini mommy mau merayakan ulang tahun kalian, pokoknya kalian bebas memilih" tuturnya
"Gimana kak Andre kalau di taman bermain aja, kita undang teman kita yang dari desa?"
"Boleh ya mom?" tanya Andrew setuju dengan ide sang adik
"Boleh banget sayang, yang penting kalian senang dan menikmatinya, terus nau pake tema apa sayang?"
"Tema apa ya aku bingung, soalnya selama ini belum ada ngerayain ulang tahun besar - besaran" jawab Andrew jujur
"Andreas punya ide, gimana kalau tema dinosaurus aja, kakak kan suka petualangan?" teriak Andreas
"Boleh mom?" tanya Andrew
"Boleh banget sayang, teman dari sekolah di sini di undang nggak?" tanya Aiden
"boleh, tapi apa mereka bisa menerima teman - teman kami dari desa?" cecar Andrew
"Kalau gitu kita adakan 2 kali, pagi teman - teman kamu dari desa terus sore baru teman sekolah kamu gimana?" tanya Aiden
"Boleh kak, tapi tidak akan merepotkan mommy dan kak Aiden kan?"
"Nggak sayang, nggak ada yang direpotkan disini, lagian sebagai ucapan syukur mommy bisa bertemu kalian" ujar Mom Henny memeluk Andrew dan Andreas
"Terima kasih mom kak Aiden" ujar Andrew
"Sama - sama sayang, kalau ultah Andreas pilih di mana dan tema apa?" tanya mom Henny
"Kalau bisa bertema air ya, biar teman - teman dari desa menikmati wahana air"
"Oke sayang" jawabnya