THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 57



Keesokan paginya seperti yang mereka terima bicara untuk pemasangan CCTV yang memang tidak dibutuhkan terlalu banyak karena kecanggihan yang dimiliki oleh kamera yang Andrew dan Andreas ciptakan.


Setelah melakukan aktivitas pagi seperti biasa mulai dari olahraga, Ibadah pagi dan sarapan kini mereka pamit ke kantor dengan menggunakan mobil Avanza biasa tapi jangan salah itu sudah di modifikasi dengan teknologi canggih bahkan dilengkapi dengan anti peluru.


Hal ini Aiden lakukan untuk mengelabui publik agar tidak terlalu menonjol kan diri dengan mobil - mobil mahal.


Hal ini yang membuat Aiden sedikit bebas dari perhatian publik. Belajar dari sang Ayah yang menjadi korban pembunuhan hanya karena karya yang dia buat. Ini menjadi alasan utama Aiden memodifikasi mobilnya.


Dan juga tidak menggunakan bodyguard langsung saat beraktivitas tapi menjadi pengawal bayangan atau melakukan pengawasan dalam radius yang cukup jauh. Hal ini juga berlaku untuk sang adik dan mommy nya.


Setelah sampai ke kantor Xavier crops Aiden langsung mengajak sang adik ke ruangan khusus untuk dirinya. Aiden memanggil Pak Juda sang Direktur merupakan salah seorang sahabat sang Daddy yang setia mengabdi di perusahaan sejak sahabatnya Yosua meninggal.


"Selamat pagi pak Aiden ada yang bisa saya bantu?" sapa-nya formal karena meskipun Aiden masih sangat muda tapi tetap dialah owner sekaligus sebagai CEO ini yang artinya Aiden atasannya. Dan pastinya harus profesional saat jam kerja.


"Pagi Pak, silakan kumpulan karyawan untuk ibadah, setelah itu beritahu semua direktur untuk mempersiapkan diri ikut meeting, kita harus tuntaskan kasus ini, takutnya berdampak pada karyawan" Jelas Aiden


"Baik pak, saya permisi"


"Silahkan!"


Kini karyawan sudah berkumpul di Auditorium kantor tepat pelaksanaan ibadah rutin karyawan tiap hari.


"Pak Aiden, semuanya sudah siap" lapor Gerald sang sekretaris yang berbeda 10 tahun dari dirinya, meskipun demikian Gerald tetap menghargai dan menghormati Aiden sebagai atasan


Setelah ibadah Aiden memperkenalkan kedua adiknya pada semua karyawan dan meminta untuk tidak menggangu kenyamanan mereka selama di kantor. Karena Duo A juga tidak akan mengganggu pekerjaan karyawan.


Semua karyawan paham dan segera bubar ke divisi masing-masing. Hanya semua di direktur yang menuju ruang meeting, bersama Aiden yang masih di dampingi sang sekretaris.


Rapat pun dimulai dan pembahasan cukup menegangkan karena ternyata kasus yang dialami penyebab nya sudah di ketahui oleh CEO . Direktur yang bermain pun segera di pecat dan dilaporkan ke pihak berwajib untuk ditangani.


Setelah pemasangan mereka segera ke ruangan sang kakak yang baru saja mengakhiri meetingnya.


"Kak Aiden yok kita coba gimana hasilnya!" pinta Andreas


"Yuk, kakak juga penasaran" jawabnya


Kini ruangan seketika hening karena mereka serius memantau hasil kamera pengintai yang sudah di pasang tersebut.


"Wow, Amazing... makasih loh udah bantu kakak" tutur Aiden tulus


"Itulah untungnya memiliki adik seperti kami ini" ujar Andreas


"Sini... kakak peluk"


"Ih....malas aku bukan anak kecil lagi harus peluk - pelek" kilahnya


"Bukan anak kecil lagi tapi bocil" kini Andrew yang meledak sang adik sambil tertawa


"Iiiss... dasar kak Andrew" kesalnya


Aiden tertawa menyaksikan interaksi kedua sang adik yang memang sering berdebat tapi tidak bisa di pisahkan


"Baiklah untuk ucapan terima kasih kakak, aku traktir makan deh" selah Aiden


"Hore ... dapat traktiran" sorak Andrew dan Andreas bersamaan


"Yuk.... kita segera makan, biar lebih mudah berpikir!" ajak Aiden menurut mereka keluar dari ruangannya