THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 12



Kemudian dia membereskan tempat tidur tersebut, ditutupnya kembali dengan kain seperti semula. Supaya Andreas tidak menemukan tempat tersebut takut nya Andreas akan kembali melakukan penyelidikan sendiri ke ruangan tersebut seperti ruang-ruang sebelum nya.


Andrew memungut peralatan yang dibawanya tadi dari ruangan dan melanjutkan misi nya tanpa Andreas tahu.


Andrew meletakkan di meja tengah dan masuk ke dalam kamar mengecek sang adik tapi ternyata Andreas masih tertidur pulas.


"Makasih Dreas, malam ini tidur nyenyak, maaf aku tidak bermaksud mengabaikan kamu tapi untuk saat ini kamu tidak perlu terlibat, kamu terlalu kecil untuk menanggung nya" batin Andrew


Kembali melangkah keluar dengan pelan - pelan supaya tidak mengusik waktu tidur sang adik.


Andreas segera ke lantai atas dan mengganti lampu yang terpasang dengan lampu baru yang ada kamera cctv-nya. Dia sengaja memasang lampu supaya tidak terdeteksi jika ada kamera pengintai di dalamnya.


Bahkan dia juga segera keluar mengganti lampu yang digerbang dan beberapa lampu lainnya dan bahkan di dalam rumah pun demikian.


Setengah beres Andrew segera masuk ke dalam kamarnya dan sebelum ke tempat tidur nya dia mengecek Andreas yang masih tertidur pulas.


"Ah syukur deh, akhirnya selesai dan Andreas tidak mengetahui nya" lirihnya


Dan mengecek CCTV yang baru di pasngnya di tablet miliknya yang telah di singkron terlebih dahulu.


Andrew lakukan supaya Andreas tetap seperti biasa tetap bermain bebas tanpa terbebani dengan adanya kamera yang dipasang sang kakak.


Andrew takut jika Andreas tahu rumah mereka telah terpasang kamera pengintai dia merasa betul - betul keberadaan mereka terancam padahal hal itu dilakukan Andrew untuk keamanan mereka dan sebagai persiapan untuk melakukan langkah selanjutnya.


"Andreas maaf, kakak tidak mau kamu terbebani dengan ini semua, nikmati masa bermainmu tetaplah seperti ini, ceria dan terus menbantu kakak dengan ide-ide hebatmu" monolog Andrew sedikit bersalah karena sudah janji bermisi bersama Andreas tapi dia mengambil keputusan sendiri malam ini


Keesokan paginya seperti biasanya Andrew kembali bangun meski masih ngantuk karena begadang tapi tetap dia paksa bangun karena akan menyiapkan sarapan.


Andrew melirik tempat tidur Andreas tapi Andreas sudah tidak ada.


"Di kamar mandi kali" pikirannya


Andrew segera menuju kamar mandi untuk membersihkan wajah supaya lebih segar. Tapi Andreas tidak ada disana.


"Humm, kemana bocah itu sepagi ini, tumben nggak bangunin aku?" Monolog Andrew lagi


Andrew segera keluar dan ternyata Andreas ada di ruang tengah sedang memantau keadaan di luar dengan teropong yang sudah di berikan Andrew di tasnya.


"Hai bocah apa yang kamu lakukan pagi-pagi?, Tumben nggak ngamuk bangunin Andrew?" Sapa Andrew


"Hehehe, aku punya rencana pagi-pagi ambil perlengkapan yang saya bawah ke sekolah tapi ternyata kak Andre sudah siapkan, makasih kak Andre" jelas Andreas


"Dasar bocah, kamu pikir aku lupa atau ingkar?" tanya Andrew


"Na itu kak Andre tahu kelemahan nya, kalau ingkar itu mustahil tapi penyakit lupa kak Andre sering kambu, bahkan ongkos bus aja sering lupa" ledek Andrew


"Dasar bocah, bacot beneran" sungut Andrew terus melangkah ke dapur


Andreas segera berlari ke kamar menaruh teropong ke dalam tasnya dan berlari menyusul sang kakak ke dapur.