
"Shaloom Aunty, uncle" sapa Aiden ketika Pak Hendry dan ibu Chaterina menemuinya di ruang keluarga.
"Shaloom sayang, ngapain baru muncul?" cecar Aunty Rina
"Maaf, Aunty... Aiden liburan"
"Oke sayang nggak papa, yang penting dah disini" uncle Hendry yang menimpali
"Anyway...sayang mereka siapa, kok mirip banget rupa kembar?" Aunty Rina penasaran
"Oh... God thank you, selamat datang sayang, maaf kami nggak tahu keberadaan kalian selama ini" Aunty Rina sontak memerlukan erat Andrew dan Andreas bergantian dan tentunya di ikuti uncle Hendry
Andrew dan Andreas membalas pelukan hangat tersebut tanpa bersuara. Mereka bingung harus ngomong apa, kejadian ini cukup sulit mereka pahami.
Melihat kedua adiknya diam saja, Aiden akhirnya angkat bicara " Andre , Dreas...ini uncle Hendry saudara kandung mama dan ini aunty Rina istrinya, mereka seperti orang tua aku, jadi kalian juga bisa menganggapnya demikian, uncle Hendry sebagai pengganti papa"
"Makasih Aunty dan uncle, menerima kehadiran kami" Andrew kini berujar
"Terima kasih sayang, sudah hadir, uncle dan Aunty senang bertemu kalian" Aunty Rina kembali memeluk mereka bergantian
"Mereka sudah ketemu mama mu, sayang?"
"Belum uncle, makanya Aiden kenalin ke uncle dan Aunty, persiapan pesta kejutan ulang tahun buat mama, minggu depan, Aiden mohon kerjasama uncle dan Aunty "
"Wa, tentu aunty setuju, tidak kebayang Henny pasti senang banget, impiannya terwujud, oh astaga Josua meninggalkan rahasia dan harta yang paling berharga untuk kita, khusus untuk Henny" aunty Rina sangat senang dengan ide kejutan Aiden
"Ia... uncle ini mungkin alasan papa tidak memberi tahu dari awal karena takut proyek ini tidak berhasil dan pastinya membuat mama kecewa, makanya dengan rahasia menugaskan orang kepercayaan nya untuk mengawal dan menjaga proyek ini" tutur Aiden
"Pastinya sayang, papa mu betul - betul mencintai mama mu hingga sedikitpun tidak mau mengecewakannya" lanjut uncle Hendry
"Ia, uncle, Aiden masih sempat merasakan hal itu" tutur Aiden dengan nada sedih
"Hei, sayang stop, tidak usah larut dengan masa lalu, kita bersyukur dengan kehadiran anak - anak luar biasa ini" aunty Rina merangkul Andrew dan Andreas dalam pelukannya dan mencium puncak kepala mereka bergantian
"sayang uncle mohon selama mama kamu belum pulang, Andrew dan Andreas di rumah ini, uncle dan Aunty mau menghabiskan waktu bersama mereka, nanti uncle juga yang mengurus semua kebutuhan mereka termasuk sekolah" pinta uncle Hendry
"Tapi uncle, Aiden kan baru ketemu mereka juga" protes Aiden
"No ... Aiden... aunty tidak setuju jika kalian hanya bertiga, sudah lama mereka tidak didampingi orang tua jadi seharusnya mereka nikmati sekarang, saya lihat mereka terlalu dewasa di usianya, takutnya mereka tidak bisa menikmati masa kanak-kanaknya, kamu kan bisa ikut mereka aunty dan uncle tidak melarang, justru akan semakin seru jika kamu ikut sayang" jelas aunty Rina panjang lebar
"Oke aunty Aiden setuju" putus Aiden akhirnya
malam harinya Andrew dan Andreas diperkenalkan dengan para pekerja di rumah ini. Andrew dan Andreas dengan senang hati bergabung dengan mereka.
"Kak Andre, aku pernah takut ketemu mereka, takut kita tidak diterima, mereka baik semua, aku senang, aku pengen tinggal di sini lebih lama" bisik Andreas pada kakaknya
"Baiklah, nanti kita bicarakan lagi, ingat pesan kakek dan nenek'' jawab Andrew
Jika mau jujur Andrew pun akan memilih tinggal di kota ini, bukan karena kemewahan , Karena fasilitas di rumahnya tidak kalah mewah dan canggih dari tempat ini, melainkan karena banyaknya orang yang menerima keberadaan mereka.