
Andrew dan Andreas segera berlari masuk gerbang setelah pamit pada sang kakak. Mereka dengan senang bisa kembali ke sekolah. Kedatangan kedua bersaudara itu sudah dinantikan oleh triplets J dan Al.
Genk mereka merupakan kumpulan anak jenius. Mereka semua satu kelas di mana mereka memiliki kelas akselerasi, atau kelas khusus untuk anak-anak yang memiliki IQ tinggi atau bakat istimewa.
Guru - guru mereka merupakan profesor terbaik di bidang masing-masing dan berasal dari berbagai negara, Aiden merupakan salah satu guru mereka. Kemampuan anak - anak ini setara dengan mahasiswa bahkan ada yang setara dengan mahasiswa S2.
Andrew yang suka bereksperimen dengan lingkungan dan makhluk hidup memilih menekuni dunia kedokteran, sedang Andreas lebih suka berhadapan dengan komputer memilih menekuni IT dan merupakan hacker terbaik paling mudah di dunia. Aiden sendiri memberikan kebebasan untuk sang adik, begitu pun dengan sang mommy.
Para siswa sudah menuju kelas masing-masing bahkan ada yang langsung ke ruang praktek. Di sekolah ini jarang siswa yang bermain di luar Kelas bahkan di kategori tidak ada karena mereka lebih suka berkutat dengan eksperimen mereka dibandingkan membuang waktu dengan hanya nongkrong.
Bahkan saat kelas dimulai sekolah ini nyaris seperti tak berpenghuni karena jarang siswa yang lalu-lalang di koridor atau di lapangan. Nanti terlihat ada aktivitas saat pagi siswa datang, jam istirahat dan jam pulang sekolah. Para siswa memilih adu mekanik dari pada adu otot.
Bahkan tiap bulan diadakan pameran hasil karya para siswa dari masing -masing bidang. Andrew dan Andreas sendiri mengambil kelas hanya 2 kali dalam 1 minggu di karenakan mereka juga menempuh pendidikan formal di sekolah internasional DS sebagai siswa Elementary School.
Hal ini sengaja dilakukan untuk menutupi kejeniusan mereka seperti yang Aiden juga jalankan. Uncle Hendry dan mommy Henny sengaja untuk sebisa mungkin tidak menarik perhatian publik seperti sang ayah yang menjadi korban kriminal akibat temuannya.
Waktu istirahat tiba para siswa berhamburan keluar ruangan dan menyerbu kantin sekolah. untuk sekedar mengisi perut sebelum lanjut berkutat dengan eksperimen.
Setelah puas menikmati makan siang akhir para siswa kembali ke kelas masing-masing. Kembali berkutat dengan eksperimen mereka.
Hingga tak terasa bel tanda pulang berdering merdu membuyarkan konsentrasi mereka.
Andrew dan Andreas segera keluar dari ruangannya dan menuju gerbang setelah dimana sang sopir telah menunggu mereka. Dalam perjalanan pulang Andrew dan Andreas membahas hasil penyidikan mereka tentang bodyguard sang kakak dengan menggunakan bahasa asing yang tak dimengerti sang sopir.
Mereka memantau rekaman CCTV di mension dari tablet Android yang selalu dibawah kemanapun.
"Kak Andrew, ternyata bodyguard ini masih berhubungan dengan uncle Judas dan uncle Harold, bagaimana kalau kita sadap telepon mereka semua, bahkan semua karyawan perusahaan dan juga para pekerja di mension" usulnya
"Hei itu pelanggan privasi, jangan sampai begitu juga... lagian aku nggak mau mengotori mata dan telinga aku kalau ada yang hanya untuk orang dewasa" tolak Andrew
"Hahaha baru sadar aku, ternyata aku hanyalah anak - anak" Andreas terkekeh membuat sopir melirik heran ke arah mereka
Keduanya hanya nyengir kuda melihat ekspresi heran si sopir.