
"Oh my Gosh" Andrew segera melangkah ke dalam pintu transparan
ternyata yang ditemukan oleh Andreas ada sebuah rumah Pohan yang terbuat dari kaca transparan.
Mereka semua segera masuk ke dalam rumah Pohan tersebut dan ternyata terdiri dari beberapa lantai hingga ke puncak pohon.
Andreas sangat antusias dengan sajian pemandangan yang dilihat di sekeliling nya saat ini dan mengabadikan lewat rekaman video dan foto dari lensa mata yang digunakan nya.
Bahkan pemandangan ke pemukiman penduduk desa itu kelihatan jelas dari sana.
"kak Andre, menyesal aku nggak pernah main kesini" tuturnya menuju ke suatu titik di mana ada sebuah alat yang menarik perhatiannya
"nggak usah menyesal to sekarang kita disini" Andrew berjalan pula mendekati alat yang sama yang menjadi tujuan Andreas
"khum...kami ma apa sih?" selah Jeder
hahaha tawa Andrew dan Andreas pecah
"Maaf... nggak maksud gitu, tapi sudah kebiasaan hanya berdua" Andrew nyengir kuda
"Wow...so amazing" Al kini menimpali pembicaraan
Mereka terpesona dengan apa yang di lihat bahwa ketika mereka menggunakan VR Box transparan yang bisa membantu mereka lebih detail mengamati pemandangan yang ada VR tersebut merupakan VR 3 dimensi yang bisa membuat kita berimajinasi seperti merasakan langsung.
"Kak Aiden view disini sangat bagus, buka bisnis pariwisata pasti menguntungkan" celetuk Jeivic
"Ya ya ya idenya bagus tapi ini adalah tempat rahasia papa dan banyak aset yang ada disini yang harus dilindungi jadi biarlah tempat ini menjadi rahasia dan hanya keluarga yang tahu keberadaannya dan pastinya Andrew dan Andreas lah yang berhak ini rumah mereka" Aidin menjelaskan dengan bijak
"Ya kak Aiden kan paling kakak jadi kami ngikutin apapun keputusan kakak, kakak mencari keberadaan kami saja itu sudah cukup" jawab Andrew
"Ya, nggak ada nama nya kakak disini, kita punya hak yang sama, kalian juga kan anak papa dan mama jadi nggak ada bedanya". jelas Aiden
"Tapi kak mamanya Aiden bisa nggak nerima kita" Andreas menimpali dengan nada sedih
"Hei... siapa bilang hanya mama kak Aiden, itu mama kalian juga, dan kakak jamin mama senang ketemu kalian, karena ini impian dari dulu" hibur Aiden
"Minggu depan paling tepat karena mama ultah jadi ini kodo istimewa buat mama" lanjut Aiden, memeluk Andrew dan Andreas bergantian.
"ciih... kisah harunya stop deh...cowok kok cengeng" ledek Jeder
"Dasar bocah tidak ada akhlak" balas Andreas
"Hello, siapa yang bocah ya?, aku dah 8 tahun kali, lah kamu berapa coba, 1 tahun?, 2 tahun? ah baru 4 tahun" balas Jeder tak mau kalah
Jeder memang terkenal usil dibandingkan kedua kakaknya. Dan dia paling suka menjahili Andreas karena sifat mereka memang sama, jadi senang mendapat lawan seimbang, meskipun baru 24 jam bersama tapi mereka sudah sangat akrab.
"huuuum" Andreas hanya menghembuskan nafas kesal
Dan sontak disambut tawa para kakaknya karena dirinya semakin mengemaskan jika lagi kesal.
Karena keasyikan meningkatkan view yang ada ditambah Fasilitas yang lengkap di rumah pohon tersebut mereka tidak merasa kan kalau sudah mulai sore. Akhirnya Aiden mengajak mereka pulang ke rumah.
Dirumahnya pohon tersebut ada 4 kamar spesial dengan fasilitas yang lengkap dan mewah berdasarkan nama mereka dan tentu kamar yang satunya untuk mama mereka.
Hal ini yang membuat Aiden semakin membulat kan tekat untuk tidak mempublis tempat ini karena papanya merancang khusus untuk keluarga nya.