
"Kak Aiden tidak perlu, repot aku dah biasa kok, terus aku juga dah janji untuk jaga Andreas, jadi kami nggak perlu orang lain"
"Ia kak Aiden, Andreas juga nggak perlu bantuan aku dah bisa, kak Andrew juga nggak perlu repot, aku bisa sendiri, nyiapin makanan pun bisa" kini Andreas ikut menimpali
Kedua maid itu tersenyum menyaksikan tuan muda nya begitu dewasa dan mandiri di usia belia begitu. Berbeda jauh dari tuan muda kebanyakan yang biasa sok Bossi. Ya Andrew dan Andreas tidak berbeda jauh dari sang kakak Aiden.
"Tuan Andrew dan tuan Andreas, kami tidak repot membantu tuan, kami malah senang bisa menjadi pelayan tuan muda" tutur mereka berdua
"Tuan muda, siapa tuan muda?, nggak usah repot-repot ibu, kami bisa sendiri" tutur Andreas langsung berlari ke kamar yang sudah disediakan disusul Andrew. Aiden sengaja membuat kamar mereka berdampingan dan juga berada berhadapan dengan kamarnya
"Maaf ibu, panggilnya seperti ibu memanggil Aiden, Nak aja jangan membuat mereka semakin canggung, terus ikuti aja kemauan mereka, awasi dari jauh yang tidak mereka bisa baru bantu" jelas Aiden
"Baik nak Aiden" jawab mereka sopan
Aiden melangkah masuk ke kamarnya, ada hal penting yang harus dilakukan hari ini bersama sang adik.
Sekitar 15 menit Aiden keluar kamar dengan pakaian yang rapi, dia memakai baju kaos putih dan celana jeans hitam dipadu dengan sneaker putih dan jam tangan.
Kemudian mengetuk pintu kamar sang adik, Andrew dan Andreas pun keluar dengan wajah berseri dan sepertinya mereka sama frekuensi karena keduanya pun memilih outfit yang sama.
Seperti biasa Aiden dengan rama menyapa mereka bahkan kali ini disuruh ngumpul diruang tengah. Maid memang tidak terlalu banyak di mension ini karena biasanya hanya bertugas menjaga kebersihan mension dan juga memelihara taman.
Sedangkan bodyguard hanya sekitar 9 orang karena Aiden tidak suka pengawalan tapi ini demi mengabulkan permintaan sang mama demi keselamatan dirinya. ibu Henny trauma dengan kehilangan sang suami dan hal itu tidak mau terulang pada sang anak.
Lagian bodyguard nya pun di bagi 3 sift jadi setiap sift hanya 3 orang yang bertugas. Tapi untuk kali ini Aiden meminta untuk masuk.
"Selamat siang semua, terima kasih atas kerja keras kalian disini, dan kali ini aku akan memperkenalkan adik - adik aku, yang ini anak kedua namanya Andrew dan yang bungsu namanya Andreas, jadi mulai saat ini mereka resmi tinggal di sini dan tolong perlakuan mereka seperti seperti kalian memperlakukan aku, tolong ikuti sesuai permintaan mereka, jika tidak mau di bantu biarkan mereka lakukan selama tidak membahayakan keselamatan mereka, terus untuk pengawalan kawal dari jauh saja dan sopir bertugas mengantar mereka kemanapun saat aku tidak disini" tutur Aiden
"Tapi tolong untuk saat ini rahasiakan dari mama karena ini kejutan ulang tahun mama" lanjutnya
"Baik Nak" jawab mereka kompak. semua pekerja di mension ini di minta Aiden untuk memanggil dengan panggilan nak, dirinya tidak mau disebut tuan atau bos, apalagi bapak. Sejak kecil dirinya diajar untuk menghargai semua pekerja di rumahnya dan hal ini juga akan dilanjutkan untuk sang adik.
"Baiklah kali ini kami akan keluar dan kemungkinan malam baru balik, jadi tidak usah menyimpan makanan untuk kami" Tuturnya
Setelah di perkenalkan Andrew dan Andreas menyalami para maid dan bodyguard bahkan satpam dan menyapa mereka semua dengan rama hal ini membuat mereka agak canggung menyambut uluran tangan Andrew dan Andreas karena sungkan dengan perlakuan tuan mudanya, tapi di berikan kode oleh Aiden supaya tidak sungkan.