THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 47



Mom Henny meletakkan Andreas diatas bed king size nya, kemudian segera menuju kamar mandi membersihkan diri dan mengganti gaun dengan piyama.


"Sayang, ayo kemari mom gantikan bajunya dulu!" tutur Mom Henny


"Makasih ma, Andrew bisa kok, mom pasti capek jadi nggak usah bantuin Andrew"


"Oh... God thank, anak - anakku luar biasa, aku nggak pernah nyangka mau mendapatkan anak lagi bahkan 2 sekaligus, thank God" lirihnya menatap pundak Andrew yang berjalan membelakangi dirinya menuju kamar mandi


Beberapa menit kemudian Andrew selesai berganti pakaian dan kini telah memakai stelan piyama yang tidak mengurangi ketampanannya.


"Sayang ayo kemari!"


Andrew bergegas mendekati mamanya yang telah menunggunya dengan bersandar headboard.


Andrew kemudian duduk di samping mamanya. Henny pun memeluk dan kembali mencium puncak kepala Andrew dan menarik dalam dekapannya. Andrew menyandarkan kepala ke bahu sang mama merasakan kenyamanan dalam hangatnya pelukan orang yang selama ini dinantikan.


Mom Henny kemudian menanyakan semua tentang Andrew dan Andreas selama ini. Dengan senang hati Andrew menceritakan semua tentang mereka sejak dirawat oleh pasangan suami istri yang mereka anggap sebagai kakek dan nenek dan juga pasangan suami istri om Anton dan Tante Susi, tak lupa pula menceritakan gimana menemukan ruang rahasia di rumah mereka sejak ditinggal oleh sang kakek dan nenek.


Yang membuat mereka tahu asal usul mereka dan bertekad mencari mama dan kakaknya, hingga tak terduga Aiden sang kakak menemuinya terlebih dahulu. setelah puas bercerita akhirnya Andrew pun tertidur.


Mom Henny menyelimuti Andrew kemudian dengan perlahan dia turun dari tempat tidur dan melangkah ke ruang kerja dengan membawa DVD player yang di berikan Aiden sebelumnya, merupakan titipan dari mending sang suami.


Akhirnya terlintas di pikirannya yang Aiden katakan bahwa kata yang sering diucapkan oleh sang Ayah padanya.


"I love you so much" akhirnya terdengar bunyi clek


"Ya ampun sayang, segitunya kamu ngasih password, jadi kangen semua tentang mu, begitu cepat meninggalkan kami, tapi ini sumua dalam rancangan Tuhan, pokoknya thank God untuk semua ini" lirihnya tanpa sadar menitikberatkan air mata


Mom Henny pun langsung menyimak video yang sedang terputar. Berkali-kali tercengang dan juga tak hentinya bersyukur dengan apa yang suami lakukan untuk membuat dirinya bahagia.


Setelah menyelesaikan Vidio dan pesan dari mending sang suami. Mom Henny pun tak tahan dengan kesedihannya dengan mengenang memori bersama suaminya, bahkan sejak mereka SMA , kuliah hingga menikah.


Dimana pernikahan mereka cukup singkat dengan hanya kurang dari 5 tahun, hingga maut yang memisahkan. Memory itu yang membuatnya tidak tahan untuk tidak menitikkan air mata.


Waktu terberat itu dia alami 10 tahun silam, yang menjadi kekuatannya adalah kehadiran Aiden, meskipun dalam pernikahan waktu itu dirinya bercinta - cita untuk memiliki 3 anak, tapi ternyata semua itu sirna karena setelah melahirkan Aiden dia mengidap suatu penyakit yang membuat dirinya tidak mungkin memiliki anak lagi.


Dan ketika mengetahui apa yang mendiang suaminya lakukan untuk mewujudkan impian dirinya. Dia sangat - sangat bersyukur.


Mom Henny tak pernah mengira apa yang pernah di doakan dulu kini baru terjawab bahkan setelah 10 tahun kepergian sang suami.


"Thank God, rancangan Mu memang yang terbaik, meskipun aku kehilangan Josua, tapi Tuhan menyiapkan penggantinya bahkan dua sekaligus" liriknya dan segera menyusul kedua anak berlayar ke pulau mimpi dengan diapit kedua putranya