THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 67



Pagi ini di Xavier crops terjadi sedikit kepanikan dari para karyawan banyak yang bertanya - tanya dengan hal yang terjadi, bahkan banyak pula rumor dan spekulasi yang muncul karena baru kali ini ada RUPS(Rapat umum pemegang saham) dadakan sepanjang perusahaan ini berdiri.


Aiden sejak pagi di ruangan sedikit gelisah bagaimana untuk meredam gejolak yang akan terjadi karena akan banyak pro kontra.


"Hai kak" sapa Andrew dan Andreas bersamaan membuat Aiden terpaku di tempat karena kaget


"Hai, ngapain kalian disini?, bukannya harus sekolah?" cecar Aiden setelah kedua adiknya mendekat


"Pengen main - main disini" jawab Andreas santai


"kami lupa kalau hari ini kami libur, soalnya ada rapat dewan guru" jelas Andrew


"Oh" cicit Aiden singkat


"Kak Aiden kok gelisah ada masalah?" tanya Andrew ketika melihat tingkah sang kakak


"Nggak papa kok, hanya sedikit nervous soalnya baru kali ini pimpin rapat secara langsung, biasa aku di belakang layar" tutur Aiden jujur


"Ow..santai aja kak soal memang itu sudah harus jadi tugas kakak, jadi sudah saatnya muncul ke permukaan, itukan tugas orang dewasa" timpal Andreas santai


"Oh my Gosh, Dreas kirain mau ngasih solusi ee mala di tambah beban" celetuk Andrew


"Hahaha... resiko jadi kakak" balas Andreas


"Dreas kamu lupa kalau aku baru 15 tahun, berarti, aku belum cukup umur juga" protes Aiden


"Oh my Gosh, aku lupa kak Aiden juga masih bacot, ee bocah maksud aku" ledek Aiden terkekeh


"Garing.... hahaha" timpal Andrew


"clam down bro...biar Kak Aiden nggak terlalu mikirin rapat hari ini, bercanda dikit boleh lah" sangkal Andreas membela diri


"Baiklah yang waras mengalah" potong Andrew


Aiden tersenyum simpul melihat perdebatan sang adik yang sama-sama ngotot


"Ada yang bisa kita bantu kak?" tanya Andrew setelah perdebatan dengan sang adik


"Na ini yang aku tunggu" timpal Andreas


Setelah berdoa bersama terdengar ketukan pintu dan sang sekretaris meminta Aiden untuk segera ke ruang rapat karena semuanya sudah menunggu.


Aiden pun pamit pada kedua adiknya.


"Faithing!!" seru mereka berdua memberi semangat


Aiden tersenyum menatap sang adik dan segera melangkah dengan pasti ke ruang rapat


Setelah di tinggal sang kakak, keduanya segera beraksi dengan mengeluarkan tablet ajaib mereka.


"Kak Andre, udah selidiki rekaman suara yang aku berikan kan?" tanya Andreas memastikan


"Sudahlah, Andrew gitu loh" tuturnya menirukan kebiasaan Andreas


"Cii, dasar kakak bisanya cuman ngopi doang" protes Andreas


"Santai bro...tapi serius yang analisis awal kamu memang betul, dan tugas kita sekarang, cari tau apa rahasia yang kak Abigail tau sampai terjadi drama pembunuhannya" tutur Andrew serius


"Tapi kak, yang bodyguard itu betul - betul mencurigakan, dan saya yakin dia menyembunyikan sesuatu, dan entah filing aku doang atau kebenaran dia bukan menjadi kak Aiden tapi seperti mengawasi pergerakan kak Aiden"


"Tunggu aku ingat sesuatu, Dreas cepat kemari liat ini waktu kita masih di desa!"


"Oh no.... jadi dia tahu tempat itu?"


"Yap ...dan saya yakin ini bukan atas perintah Kak Aiden, soalnya dia sering datang setelah orang - orang kak Aiden pergi"


"Kak Andre, aku jadi merinding ya" tutur Andreas


"Ya memang ini sedikit mengerikan, kalau kita pikirkan, tapi untungnya kita tidak pernah ketangkap waktu itu"


"Kak putar ulang sedikit, mundur sekitar 10 detik sebelumnya"


"Oh noooo" teriak mereka berdua