THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The siblings 85



Dalam persidangan sempat kacau di mana uncle Yudas dan uncle Harold tidak terima dengan semua anak buahnya yang menyerang balik dengan mencabut semua kesaksian mereka terdahulu.


#Flasback_on


Ketika mereka mendapatkan bukti yang kuat bahwa perusahaan yang mengklaim produk Xavier corps sebagai miliknya dan bahkan memenangkan persidangan adalah milik Yudas dan Harold, Joe bersama tim mengajukan laporan namun ternyata mereka masih mengorbankan para anak buahnya dan mereka seolah lepas tangan.


Sehingga mau tidak mau akhirnya Aiden dan Mom Hanny mengunjungi mereka di penjara dan menceritakan strategi yang sudah di rencanakan Yudas dan Harold untuk menyingkirkan mereka semua setelah tidak dibutuhkan lagi.


Bahkan rencana mereka dari awal ingin agar mereka di penjara seumur hidup dan keluarganya pun tidak akan di berikan jaminan apapun.


Yudas dan Harold memang ingin memiliki sepenuhnya perusahaan yang di dirikannya dengan menggelapkan dana dari Xavier corps dan juga dengan cara mencuci produk dari team perencanaan Xavier corps.


Mereka sudah bertekad akan menghancurkan semua orang yang tahu akan proses berdirinya perubahan tersebut. Termasuk orang - orang yang telah membantunya dari awal, agar rahasia itu tak pernah terpublis kapanpun.


Awal pertemuan para anak buah Yudas dan Harold tidak mau membuka mulut dan masih kokoh dengan kesaksian mereka bahwa Mom Hanny dan Aiden sering kena usir.


Namun setelah beberapa kali dan setelah Aiden dan Mom Hanny menunjukkan bukti dari perkataan nya akhirnya mereka pada Lulu dan ingin membantu Mom Hanny dan Aiden.


Hal ini yang luput dari pengawasan Yudas dan Harold yang sibuk merayakan kemenangan mereka. Mereka berpikir bahwa semuanya telah berjalan sesuai rencana dan orang - orang di penjara tidak mungkin membuka mulut.


#flashback_off


Hal ini yang paling membuat Yudas dan Harold emosi dan tak bisa mengendalikan diri di ruang sidang karena orang yang dianggap telah mati kini mereka berbalik menyerang.


Uncle Yudas dan Uncle Harold sempat menyerang mom Henny tapi langsung di halangi oleh petugas keamanan yang bertugas dalam sidang tersebut.


Sementara Aiden dan kedua adiknya menunggu dengan sedikit rasa cemas di rumah. Mereka bertiga tidak di izinkan oleh uncle Hendry untuk mengikuti persidangan tersebut.


Sidang kasus ini memang sengaja di lakukan dengan tertutup untuk menjaga nama baik dari keluarga uncle Yudas dan uncle Harold yang memang tidak terlibat.


Mom Henny berpendapat bahwa cukup yang bersalah menanggung akibatnya jangan melibatkan orang lain.


Jika secara manusia memang tidak sanggup, tapi mom Henny belajar untuk taat ajaran agama yang dianutnya bagaimana bisa mengampuni. Mengampuni bukan hanya sekedar di mulut tapi harus lewat tindakan nyata.


Hal ini juga dia belajar dari sang kakak yaitu Hendry yang bisa memaafkan pembunuh anak satu-satunya. Bahkan mengangkatnya sebagai anak pengganti Abigail. Kasih yang begitu luar biasa seperti kasih yang dia terima dari Tuhan Yesus yang rela mati di kayu salib mengantikan dirinya yang berdosa.


Uncle Hendry dan Aunty Chaterina mengapit mom Henny keluar dari ruang sidang di ikuti oleh team kuasa hukumnya.


Mom Henny sempat menangis dalam ruangan sidang bahkan tak kuasa menahan tangisannya ketika semua kasus yang menimpa suaminya terbongkar dan juga yang dialami ponakannya.


Dia merasa marah, kecewa dan tentunya sakit mendengar bagaimana suaminya meradang nyawa di tangan orang terdekatnya.


Mom Henny berusaha untuk tegar agar ketika sampai pada anak - anaknya bisa menjelaskan apa yang terjadi.


Meskipun sebelum sidang mereka sudah diskusi dan sepakat bahwa siapapun dan apapun motif pembunuhan sang Daddy dan Abigail, mereka akan memaafkan dan mengampuni meskipun hukum akan terus berjalan.


Mereka hanya ingin memberikan pelajaran pada pelaku bahwa itu adalah konsekuensi dari perbuatan mereka.


...


Setengah jam kemudian Mom Henny dan rombongan tiba di rumah, Aiden dan kedua adiknya segera menyambut dan melihat sang mommy yang lesu dan kelihatan capek dengan mata yang merah karena menagis membuat mereka memeluknya tanpa bersuara.


Uncle Hendry, Aunty Chaterina, Kak Viera dan juga Joe bersama triplets J hanya menyaksikan adengan tersebut tanpa bersuara pula.


Setelah beberapa menit mom Henny melepaskan pelukannya dan tanpa sadar kembali meneteskan air mata, dengan cepat Andreas mengelapnya dengan kedua tangan mungilnya dan langsung mendarat ciuman di pipi sang mommy. Hal ini sontak di ikuti oleh Andrew dan Aiden.


Mom Henny akhirnya tersenyum dengan lirih berucap "Thank God" dan kembali memeluk ketika anaknya.