THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 82



Sementara di ruang kerja di rumah Andrew dan Andreas segera mengumpulkan rekaman suara yang masuk mereka berhasil menyadap telepon seluler dari uncle Judas dan juga uncle Harold dan juga rekaman kamera tersembunyi yang mereka pasang di perusahaan bahkan di rumah pribadi.


"Jadi ternyata mereka dalangnya, pantas saja selama ini tidak terendus" tutur Andreas


"Ya ... ternyata mereka juga terlihat dalam bisnis ilegal, selama ini, bahkan kasus keracunan uncle Awang pun mereka sudah rencanakan untuk menutupi kebusukan mereka" timpal Andrew


"Mereka menargetkan Aiden dan Mom, mereka ingin menguasai Xavier Corps dan semua hasil penelitian Daddy, baguslah mereka menganggap kita bocah yang tidak tahu apapun" tutur Andreas kesal


"Justru bagus karena kita buka target jadi kita bebas meladeni permainan mereka, semua bukti yang kita peroleh kita publish untuk menggiring opini publik supaya kepolisian bergerak menyelidiki kebenaran kasusnya , kita mainkan the power of netizen, netizen kan kadang maha benar, maha suci, maha kuasa melebihi Tuhan itu sendiri, jadi manfaatkan sedikit demi kebaikan dari pada ngiba tak jelas" tutur Andrew sambil tertawa


"Kak Andre bisa aja, tapi betul mending yang di viral kan hal - hal yang berguna dan mengedukasi dari pada hal yang tidak berfaedah sama sekali" timpal Andreas


"Setidaknya mereka mendapatkan bahan berfaedah yang mengedukasi untuk di bahas, soalnya bukti yang kita dapatkan itu secara ilegal" jelas Andrew


"Kak Joe pasti menemukan bukti secara legal, kita hanya membantu sedikit" tambah nya


"Baiklah kak, Aku upload aja vidio yang pertemuan uncle Harold dengan founder perusahaan yang melawan kak Aiden, kita pelan - pelan keluarkan bukti yang terkait kasus saat ini, setelah itu bongkar kasus baru" tutur Andreas serius


"Oke segera eksekusi" perintah Andrew


Andreas pun segera mengunggah video tersebut dengan ngeblur wajah - wajah dalam video tersebut dengan keterangan kebocoran produk Xavier Corps melalui sebuah akun dengan menggunakan tag akun berita dan akun gosip yang membuat postingan tersebut tidak berapa menit langsung disaksikan berapa penonton dan di repost berkali-kali dan juga di share.


Andrew dan Andreas tersenyum puas bahkan sudah jadi tranding pemberian di TV - TV swasta maupun pemerintah bahkan pemberitaan somasi ke Xavier Corps kini tenggelam dengan berita kebocoran produk Xavier Corps.


Aiden tersenyum menyaksikan berita tersebut dia sangat tahu siapa dalang dari pemberitaan itu.


Sementara resepsionis perusahaan sibuk menerima telepon dari media dan juga TV untuk konfirmasi kebenaran video tersebut.


"tolak saja dulu, nanti setelah ada reaksi dari pihak lawan baru kita muncul, biarkan berita itu bergulir" tutur Aiden


"Baik pak"


Aiden segera keluar dari ruangannya dan menuju ruangan Mom Henny


"Mom yuk pulang! kita istirahat saja mempersiapkan tenaga untuk besok, sepertinya akan repot untuk konfirmasi ke media dari pada ke kantor polisi" tutur Aiden


"Baiklah, mom bersyukur dengan video tersebut siapa pun pelaku dan apa motifnya untuk publish" jawabnya


"Makanya kita pulang saja, mom akan lebih kaget kalau tahu siapa pelakunya" tutur Aiden


mom Henny akhirnya mengikuti langkah Aiden. Mereka mendapatkan sapaan ramah dari para karyawan.


Mom Henny memang masih kelihatan cantik di usianya yang mendekati umur 40thn dan masih seperti gadis bahkan seperti kakak adik dengan Aiden.


Meskipun mom Hanny masih sangat muda saat menyandang gelar janda dan di incar pria dari kalangan atas namun tidak pernah tergoda untuk melepaskan status nya sebagai single parents.


Dia menghabiskan waktu menjaga Aiden dan mengelola perusahaan sang mendiang suaminya. Bahkan kini setelah bertemu Andrew dan Andreas anak mereka dari hasil kecanggihan teknologi membuat dirinya semakin tidak ingin melepaskan statusnya tersebut.


Dia menikmati hari - harinya bersama sang anak, sesibuk apapun di perusahaan tetap memiliki waktu untuk anak-anak bahkan makan siang pun sering dihabiskan bersama ketiga putra nya.


Uncle Hendry sebagai kakak dan juga mertuanya sering memberikan saran untuk mencari Daddy baru buat Aiden tapi dia tidak mau karena tidak mau mengambil resiko mengecewakan Aiden jika seandainya tidak cocok dengan Daddy barunya nanti.


Bahkan setelah Aiden menginjak usia 10 tahun sering juga memberikan saran untuk mencari pendamping tapi dia tetap tidak mau dengan alasan ingin menghabiskan waktu dengan Aiden saja, kasih sayang ayah bisa Aiden dapatkan dari uncle Hendry.