
Aiden hanya tersenyum menanggapi pengakuan Andrew dan Andreas.
"It's oke..it's no big deal, let's eat first, Mom is waiting" Aiden menuntun Andrew dan Andreas keluar dari ruangan tersebut menuju ruang makan
"Hey honey, what are you doing in your room? How come you just showed up?
"Hi mom, sorry keasyikan mainnya" tutur Andrew cengengesan
"It's oke sayang, ayo makan!" ajak Mom Henny
Mereka pun menikmati makanan siang bersama pak Anton dan istrinya.
Setelah makan siang Andrew dan Andreas mengajak sang momy ke kamar mereka untuk menunjukkan sesuatu yang membuat mereka sejak tadi penasaran.
"Mom yuck, kak Aiden juga!" Andreas menarik lengan Aiden
Mereka berempat menuju ruangan yang membuat Andrew dan Andreas penasaran sejak tadi.
Mom Henny seperti biasa tidak terlalu terkejut dengan desain seperti ini karena suaminya memang kreatif dan susa di tebak.
"Mom, kak Aiden, Andreas coba tekan tombol ini bersamaan, soalnya dari petunjuknya harus 4 tangan tapi kami coba tadi nggak bisa, jadi mungkin 4 berarti kita semua" jelas Andrew
Mom Henny dan Aiden tercengang dengan kemampuan Andrew dan Andreas memecah kode rahasia petunjuk untuk membuka pintu tersebut, padahal pada kasat mata tidak terlihat kecuali dengan bantuan trik pencahayaan
Beberapa menit kemudian akhirnya terdengar bunyi click.
"Wow amazing....Hore Berhasil... berhasil... berhasil" tutur Andreas dengan bangga
"Tu kan Dreas, benar aku bilang"
"Yups... untuk kali ini aku mengakui ke ketelitian mu" balas Andreas malas
"Ciii...dasar bocah" lirik Andrew
Mom Henny dan Aiden hanya tersenyum menyaksikan tingkah keduanya
Ya Mom Henny dan Aiden paham jika kejadian itu sering terulang, karena sejak kecil mereka selalu berdua. Meskipun selalu berdebat dengan semua hal, bahkan hal sekecil apapun tapi sebenarnya itu cara mereka menunjukkan perhatian dan kasih sayang mereka.
Andrew sangat menyayangi sang adik, demikian pula dengan Andreas yang begitu menyayangi sang kakak.
Mereka berempat begitu tagjub dengan apa yang mereka saksikan saat ini.
"Wow keren sekali mom" celetuk Aiden
Sementara Mom Henny menyeka air matanya yang menetes begitu saja. Menyaksikan apa yang suaminya persiapkan. seakan-akan suaminya kini berdiri di depannya saat ini.
Vidio yang telah dilengkapi dengan Haptoclone menggunakan sensor kinetik untuk memindai gerakan secara real-time. Sensor didukung empat tampilan ultrasound yang menghantarkan tekanan radiasi ultrasonic dengan bantuan kacamata VR Mom Henny bisa menyentuh suaminya.
Andrew dan Andreas terpaku menyaksikan hologram sang ayah didepan mereka. baru kali ini mereka melihat langsung wajah sang ayah meskipun hanya melalui kecanggihan teknologi.
Aiden tak berbeda jauh dari sang mommy, meneteskan air mata, dia sangat merindukan sosok sang ayah, kembali terputar di memory ingatannya bagaimana kebersamaan dengan sang ayah.
Sementara Andrew dan Andreas hanya sebatas kagum dengan apa yang disaksikan saat ini. Karena memori tentang sang ayah sama sekali tidak ada.
Bahkan kehadiran mereka ada setelah sang ayah meninggal, meskipun kehadiran mereka adalah hasil penelitian dari sang Ayah.
Andrew dan Andreas menyusur semua ruang tersebut. Meskipun peralatan yang ada tidak sebanyak di kamar rahasia lainnya dan di laboratorium tapi semua alat itu tidak satupun yang ada di ruang lainnya.
Kamar memang di rancang untuk menyimpan hasil penelitian yang belum di publish.
Bahkan rahasia penyimpanan sel telur dan cairan ****** agar bertahan dan bisa berlangsung pembuahan ada pula diruang ini.
Keberadaan alat tersebut menjawab rasa penasaran mereka semua, di mana dalam kasus aslinya ****** akan cepat mati, bahkan bisa hanya bertahan 5 menit dalam rahim.
Tetapi melalui kecanggihan teknologi yang di produksi oleh sang Ayah. Andrew dan Andreas bisa ada setelah 4 dan 8 tahun setelah kematiannya.
Karena jarak antara Aiden dan Andrew 8 tahun sedangkan kematian sang ayah sejak Aiden baru berusia kurang lebih 4 tahun.
Author : "Maaf kalau tidak masuk akal, namanya halu 🤭🤣🤣🤣"