THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 13



"Kak Andre, ajarin Andreas masak biar aku buat makanan sendiri, Andreas sudah besar. Lapar kalau nunggu kakak pulang sekolah baru masak" pintanya serius


"Oke, tapi masak nasi dulu sini aku ajar cara menggunakan magic com" tutur Andrew serius


Andrew menjelaskan cara penggunaan hingga ukuran air yang digunakan untuk masak.


Meski tempat tinggal mereka sebuah desa tetapi sudah terjangkau dengan teknologi moderen.


"Terus untuk lauk nya paling gampang telur ceplok atau telur mata sapi atau telur rebus dulu" lanjut Andrew


"Oke kak, yang penting aku pulang sekolah nggak harus nungging kak Andre, tapi kalau kak Andre masak lauknya ikan atau daging pasti aku makan lagi" timpal Andreas


"Dasar bocah, kirain pas bisa masak nggak usah makan masakan aku lagi" tutur Andrew terkekeh


"Iii, kak Andre ma curang kalau gitu, mentang-mentang aku minta diajarin masak , sudah nggak mau bagi masakannya" protes Andreas


Andrew kembali tertawa melihat tampang cemberut Andreas.


"Hahahaha, mana aku tega biarin adik kesayangan makan telur tiap hari, bisa - bisa otaknya isi telur" tutur Andrew menggoda sang adik


"Kalau masalah kemampuan otak aku, nggak usah khawatir kak, otak jenius ma akan terus jenius" sanggah Andreas


"Ya baiklah, waras mengalah" tutur Andrew akhirnya


"Hahahaha" tawa Andreas penuh kemenangan


"oh ia, pagi ini bawah bekal nggak?@Andrew


"ia de kak, siapa tau orang asing itu datang lagi ya Andreas bisa-bisa kelaparan baru mereka pulang" tutur Andreas


"Tapi Dreas hati-hati ya jangan sampai mereka curiga tentang kamu, kalau sering liat main di lapanggan" pesan Andrew


"Baiklah kak, nggak usah khawatir tempat main aku bukan hanya dilapangan kok" tuturnya


"Soalnya nggak tau, tujuan mereka ngapain kesini, mungkin itu teman kakek dan nenek atau teman Om dan Tante" lanjut Andrew


"Tapi kak kita bisa kan tanya warga sekitar, bisa jadi mereka bertanya sama warga disini!" Timpal Andreas yang terus membantu kerjaan sang kakak di dapur


"Na makanya kak, aku setuju jika kak Andre buat mainan robot lagi untuk anak-anak disini, terus kita pasang alat penyadap biar bisa tahu seperti apa tanggapan warna sekitar tentang kita" celetuk Andreas mengeluarkan ide nya


"Tapi itu nggak sopan Dreas, masa ia kita sadap semua warga kampung, semua orang punya privasi, kalau kita lakukan itu termasuk kejahatan" tolok tegas Andrew


"Maaf kak, aku nggak tau" tutur Andreas penuh penyesalan


"Nggak papa Dreas makanya sebelum bertindak, cerita dulu sama kakak, biar kita cari solusi nya dan tidak merugikan orang lain" ujar Andrew bijak


"Baik kak" jawab Andreas


"Yuck sarapan!" Ajak Andrew setelah semua beres. Mereka berdua sarapan dan terus bertukar ide untuk proyek yang mereka sedang kerjakan saat ini.


Setelah sarapan mereka segera bersiap dan berangkat ke sekolah seperti biasanya.


Setelah Andrew sampai ke sekolah dia segera mengerjakan tugas karena memang dia tidak kerjakan karena sibuk dengan proyeknya dirumah.


Tidak makan waktu lama akhirnya tugasnya pun tuntas. Sebenarnya tugas - tugas seperti itu sangat mudah untuk dikerjakan bahkan tanpa dicatat pun Andrew bisa tau Jawabannya tapi dia sengaja menyembunyikan identitas dirinya yang sebenarnya. Dengan mengikuti kegiatan sekolah seperti siswa lainnya.


Andrew berperilaku normal di sekolah, dia bergabung dan bermain dengan teman-temannya. Seperti main bola, makan bareng di kantin dan kegiatan lainnya.


Bahkan Andrew gampang berteman dengan siapa pun.


#Sekolah Andreas


Andreas sampai disekolah seperti biasanya dan bermain bersama teman-temannya, kembali robotnya jadi rebutan, Andreas sama sekali tidak keberatan berbagai mainan, dia seperti kepribadian sang kakak yang Friendly. Sehingga tidak heran jika temanya banyak.


Andreas pun pintar menutup identitas dirinya, dia bertindak seperti anak seusianya, meski kepintaran nya diatas rata-rata.


Bahkan kategori jenius dan mungkin bisa jadi dia menjadi siswa SMA jika dia mau. Tapi mereka memutuskan untuk menjalani hidup normal seperti anak kecil lainnya.


💙💙💙


maaf guys telat up lagi gangguan PLN di daerah author