THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 11



"Terus kenapa nggak cerita sama Andrew?"


"Maaf lupa kak, karena setiap kali pulang aku kan ketemu raungan yang asyik jadinya lupa cerita ke kak Andre" sambung nya


"Terus dia nggak ngapa-ngapain kamu kan?" tanya Andrew khawatir


"Ya nggak lah kak, mereka aja nggak pernah liat Dreas, jadi gini pas aku pulang dari Jauh aku dah liat debu tapi dia tidak menunggu di gerbang, dia ternyata ikut aku ke sekolah dan rupanya dia menunggu di luar.


"Pas asyik main dengan debu di lapangan aku dah liat beberapa orang yang turun dari mobil dan parkirnya di dekat lapangan dan mereka berjalan kaki menuju ke rumah kita.


Andreas pikir pasti tante dan Om, tapi Andreas tidak langsung mendekat karena ternyata perempuan tidak ada. Kalau misalnya Om yang datang pasti akan bersama tante tapi bukti semua laki-laki.


Jadi Andreas sengaja main bersama debu dan terus memantau, mereka berkali- kali ngintip tapi nggak berani masuk. Sekitar tiga puluh menit akhir mereka pulang dan Andreas tidak pulang lewat gerbang depan tapi lewat pintu belakang dan terus di hari berikutnya pun Andreas kembali melihat hal yang sama tapi itu hanya satu orang" tutur Andreas mengakhiri ceritanya


"Wa, ternyata Andreas hebat, itu tindakan yang tepat tapi lain kali kalau liat hal-hal aneh harus cerita langsung sama kak Andre"puji Andrew


"oke kak" tutur Andreas


"Dreas berarti misi kita bertambah, kita harus membuat kamera pengintai secepatnya, untuk proyek sekarang kita tunda ternyata kamera pengintai yang harus cepat kita selesaikan" tutur Andrew serius


"Tapi kak bisa Andreas bawah teropong yang di dalam ruangan itu kan ada yang kecil dan seperti mainan, Andreas bisa pantau apa yang mereka lakukan dari kejauhan" pinta Andreas lagi


"oke tapi harus hati-hati dan benda itu nggak boleh kelihatan di sekolah, pasti temannya pada mau minjam lagi kalau sampai kelihatan" pesan Andrew


"Aman kak Andre, jangan khawatir Andreas gitu loh" tutur Andreas kembangkan diri dan segera berdiri mengikuti sang kakak membereskan peralatan makan.


Karena serius ngobrol sampai tak terasa makan malam mereka sudah tuntas. Mereka kembali masuk kamar dan berbaring di tempat tidur masing-masing.


Karena lelah Andreas langsung tertidur pulas. Andrew pun tidak mengerjakan tugas seperti biasanya dia tenggelam dalam pikirannya. Memikirkan hal yang Andreas barusan ceritakan.


"Harus secepatnya cari tau apa tujuan mereka mengintai itu musuh atau kawan, mencari keberadaan kami atau mencari semua peralatan yang ada di rumah ini" monolognya


"Besok harus memasang kamera pengintai itu" terus bermonolog


karena gelisah akhirnya Andrew turun dari tempat tidur nya dan mendekati sang adik, Andrew mendekatkan tangan dan mengerakkan berulang di wajah Andreas tapi tidak ada respon


Andrew menuju kamar sang kakek, dan kembali ke ruang rahasia lagi.


Andrew mempersiapkan teropong yang di minta Andreas tadi berwarna merah dan mencoba nya dan betul itu berfungsi.



Andrew mengambil yang satu lagi dengan warna yang berbeda dan mencoba ternyata masih berfungsi juga.



Kemudian beranjak ke lemari yang berisi berbagai jenis kamera. Andrew mengamati setiap kamera itu dan memiliki beberapa yang kira - kira cocok digunakan. Andrew menemukan satu kamera kecil yang akan di pasang di tas sekolah Andreas dan satu untuk tas sekolah nya.



dan GPS kecil yang akan di pasang ke jam tangan Andreas.


Kemudian mengambil langi beberapa kamera yang akan di pasang dirumah itu. Setelah merasa cukup akhirnya Andrew keluar dari ruangan tersebut karena tersandung dengan kain penutup lemari Andrew terjatuh dan terbanting ke tempat tidur yang tertutup kain panjang karena memang sudah tidak pernah digunakan setelah kematian sang kakek dan nenek.


Andrew merasa tempat tidur itu seperti memiliki rongga karena nyaring saat dia terjatuh. Karena penasaran akhirnya Andrew segera mengeluarkan penutup ranjang itu dan mengangkatnya.


Andrew terpaku beberapa menit menatap hal yang baru saja ditemukan. Setelah beberapa saat akhirnya kembali ke alam sadarnya. Dan menuruni tangga yang ada dibawah kolong tempat tidur tersebut.



Dia menghidupkan saklar lampu yang ada persis di samping tangga, setelah menuruni beberapa anak tangga dia memutuskan untuk kembali naik karena takut Andreas bangun dan mencari nya.


"Besok lanjut untuk menyelidiki ruangan ini sepertinya ini ruangan bawah tanah" monolog nya.


"kakek, nenek sebenarnya apa yang kalian rahasiakan, mengapa rumah ini penuh dengan ruang rahasia, sudah ada tiga yang kami temukan, berapa lagi atau setiap sudut ada ruang rahasia?" monolog Andrew


"Baiklah kalau memang ini tugas yang kalian tinggal kan buat kami berdua kami akan lakukan, kami tidak akan meninggalkan rumah ini seperti permintaan kalian, kami akan menjaganya dengan baik dan tidak akan membiarkan orang lain menyentuh nya" tekat Andrew