
Warga setempat sering menganggap mereka anak yang malang dan menyediakan karena hidup tanpa asuhan orang tua. Sedangkan disekolah Andreas merupakan anak mas. Guru-gurunya kagum karena tanpa pengawasan orang dewasa mereka bisa hidup mandiri dan memiliki sopan santun, juga jadi anak yang taat.
Sehingga tak heran banyak yang bermimpi memiliki anak seperti mereka, sudah cakep, cerdas, taat, sopan santun dan tentu perhatian dan penyayang. Pokoknya anak yang merupakan paket komplit.
Sifat Andreas itu berkat didikan sang kakek dan nenek dan tentunya teladan dari sang kakak. Dan mungkin karena keadaan yang memaksa mereka dewasa sebelum waktunya.
Seperti biasanya Andreas antusias dengan semua kegiatan disekolah. Dia memuaskan diri untuk bermain bersama teman - temannya karena dirumah dia memiliki keseruan tersendiri. Sehingga tidak perlu bermain diluar lagi.
Tak terasa jam pulang pun tiba, Andreas segera berlari pulang setelah pamit ke guru tanpa menunggu yang lain.
Sebelum melangkah ke rumah dia menyelidiki terlihat dahulu,memantau keadaan sekitar beberapa menit dengan teropongnya, tapi tidak ada yang mencurigakan, Andreas pun segera berlari masuk gerbang dan menutup nya tanpa di kunci seperti biasanya.
Debu sudah menunggu di depan pintu, Andreas kembali mengendongnya masuk ke dalam.
Andreas segera menganti pakaian di kamarnya dan segera menuju ruang bermain yang ditemukan nya beberapa hari yang lalu.
"Debu yuck main!, tunggu kak Andre pulang baru makan" ajak nya pada anjing kesayangannya
"Aku kan masih kenyang, main dulu deh, kak Andre pulang baru lanjut proyek malas kerja sendiri" monolog nya
Andreas pun segera melangkah ke ruang bermain tersebut.
#Sekolah Andrew
Andrew seperti biasanya mengikuti kegiatan belajar dengan sebaik mungkin, dia harus terus menyembunyikan identitas dirinya untuk memudahkan penyelidikan tentang asal usul mereka sebenarnya.
tak terasa waktu sekolah usai dan Andrew bergegas pulang. Andrew naik bus dan duduk di kursi andalannya sambil mengecek GPS melacak keberadaan Andreas. Andrew menghela nafas lega karena GPS menunjukkan keberadaan nya di rumah.
Andrew pun larut dalam pikirannya sehingga tak sadar bahwa mereka telah sampai ke kampungnya. Andrew baru sadar saat salah seorang temannya menjentikkan jarinya di depan matanya.
"Aah, makasih" tuturnya segera turun dari bus dan langsung berlari ke rumahnya.
Andrew mengamati sekelilingnya sejenak sebelum masuk ke dalam rumah setelah merasa tidak ada yang aneh.
Andrew bergegas ke kamar menganti pakaiannya dan membersihkan diri kemudian mencari sang adik di ruangan bermain dan ternyata filingnya benar.
"Dreas sudah makan?" tanyanya
"Eh...kak Andre, sudah pulang?, belum" jawab Andreas
"Kan belum lapar tadi, hasil belajar akan dipraktekkan pada waktu yang tepat" turur Andreas
"Cii, dasar bocah" cengir Andrew
"Mau makan atau lanjut main?" lanjut Andrew bertanya
"Makanlah, biar tambah tenaga untuk lanjut project" tutur Andreas
"Ayo!!" ajaknya
adik kakak itupun segera meninggalkan ruang bermain dan menuju dapur. Andrew segera bergegas mempersiapkan makanan siang mereka dan Andreas ikut membantu.
Satu jam kemudian makan siang pun tersaji dengan menu ayam goreng saus tomat dan cah kangkung yang sangat menggugah selera dengan paduan nasi putih.
"Untung nggak langsung makan saat pulang tadi" celetuk Andreas di sela - sela mengunyah makanannya.
"Memang kenapa?" tanya Andrew heran
"ish... kak Andre pura - pura nggak ngerti lagi" tutur Andreas cemberut
"Memang nggak ngerti, nggak mungkin sok" balas Andrew
"kalau aku makan tadi berarti tidak bisa nikmati masakan kak Andre yang lesat ini" akhirnya Andreas menjelaskan
"Hahahaha... makanya nggak usah macam - macam sama aku, bisa - bisa loh kelaparan" tutur Andrew
"Kakak aku bukan sih?, sadis amat adik sendiri dibiarkan kelaparan" protes Andreas cemberut
Andrew kembali tertawa melihat raut wajah sang adik yang semakin mengemaskan jika dalam mode merajuk
❤️❤️❤️
maaf readres baru sempet up soalnya author kurang sehat dan harus istirahat total nggak bisa mengang HP dan sekarang masih tahap pemulihan
semoga kalian sehat selalu 🙏