
"Oh no" Andreas tak percaya dengan apa yang didapatkan
"Kak uji coba produk kita rahasiakan untuk saat ini, biarkan perusahaan uncle Henny dan kak Joe yang tangani, ini akan semakin membahayakan posisi keluarga Xavier kalau sampai mereka tahu itu produk kita" putusnya kemudian
"Ya ...kita juga harus membatasi aktivitas yang membuat mereka curiga, dan bodyguard yang kita maksud itu memang terlibat" jawab Andrew
"Kita harus saran ke Mommy dan Kak Aiden supaya kasus ini, biar firman hukum kak Joe yang tangani, aku nggak percaya dengan tim kuasa hukum Xavier Corps"
"Ide yang bagus Dreas, karena kasus Daddy saja langsung di tutup tanpa penyelidikan lebih detail, padahal ada begitu banyak kejanggalan tapi mereka langsung menarik kesimpulan itu hanya kecelakaan biasa"
"Ya.... terlalu rapi skenarionya sehingga ini seperti semua memang wajar, tapi untuk saat ini pelaku tidak akan lepas lagi, kita harus kejar sampai ke lubang tikus sekalipun" tegas Andreas
"Kita harus melakukan penyelidikan lengkap seperti nya dari petugas kepolisian, kejaksaan, hingga hakim saat itu, mengapa semuanya seolah buta dengan fakta" tutur Andrew geram
"harus kah kita retas sistem keamanan mereka?" tanya Andreas
"Kita bisa saja retas tapi bukti itu tidak akan sah, dan hacker juga merupakan sebuah kejahatan, walaupun kita masih di bawah umur tapi tetep kegiatan itu merupakan kejahatan, jadi kita harus menggunakan kemampuan kita dengan benar dan tepat" nasehat Andrew
"Maaf kak, Andreas hanya ingin kasus ini segera tuntas" jawabnya lirih
"Nggak papa Dreas, yang penting harus ingat bahwa tidak semua kemampuan yang kita miliki harus digunakan dalam kondisi apapun, kita harus perhatikan resiko yang akan timbul kalau melanggar hukum atau merugikan banyak orang berarti harus stop" lanjut Andrew menasehati
"Baik kak makasih, aku akan ingat pesan kakak"
"Good boy" Andrew menepuk pundak sang adik
"Jadi gimana caranya menyelidiki mereka kak?"
"Kita konsultasi ke kak Joe, kak Joe pasti punya cara jitu, kak Joe kan pengacara kelas dunia yang kehebatannya tidak perlu diragukan lagi"
"Kalau begitu, gimana kalau malam ini kita pulang ke kota, semakin cepat semakin baik?" pintanya
"Emang kak Aiden tidak capek?" Andrew balik nanya
"Pulangnya nggak usah naik mobil, kita minta jemput Hely aja"
"Daebak... adek aku emang the best"
"Yayaya, penyakit narsis kambuh lagi" ledek Andrew
"Kak Andre ma selalu gitu" Andreas pura-pura merajuk
"Stop dramanya Dreas... kita harus bergegas, segera bereskan produk yang akan kita bawah, terus data yang berhasil kita kumpulkan dan paling penting segera hubungi kak Aiden"
tanpa aba - aba lagi Andreas segera menghubungi sang kakak, sementara Andrew segera membereskan barang - barang yang di maksud
setelah beres semua nya Andrew dan Andreas segera balik ke kamar melalui pintu rahasia mereka lagi.
tok tok tok suara ketukan pintu
"Ya... Tante, masuk!" jawab mereka kompak
"Nak...ayo jalan - jalan yuk!" ajak Tante Lusi seperti kesepakatan tadi siang
"Maaf tante jalan - jalannya di tunda minggu depan ya, soal malam ini harus pulang, kak Aiden sebentar lagi jemput, ada hal mendesak" jelas Andrew
"Oh nggak papa sayang, kalau gitu harus siap - siap, kita tunggu kak Aiden... setelah makan baru balik ya, Tante siapkan makanannya"
"Baik Tante, terima kasih"
sekitar 30 menit kemudian akhirnya sebuah helikopter mendarat di atap
Setelah makan, akhirnya ketiga bersaudara itu pamit pada pasangan suami isteri Om Anton dan Tante Lusi.
Dalam perjalanan mereka tidak banyak ngobrol, dan perjalanan mereka hanya memakan waktu 30 menit. Dan kini mereka telah mendarat di halaman belakang Mension.
kedatangan mereka disambut ramah oleh seluruh penghuni Mension tersebut. Terutama sang mommy yang memang sangat merindukan mereka
Andrew dan Andreas pun segera berlari ke pelukan Sang mommy. Andreas bahkan masuk dalam gendongan. sementara Andrew berjalan disamping sang mommy menuju ruang ibadah berdampingan dengan kak Aiden dan tentunya disusul para penghuni lainnya.
Mereka seperti biasanya melakukan ibadah malam bersama sebelum beristirahat