
Skip time ...
1 minggu sudah penyelidikan berlangsung dan sedikit demi sedikit fakta terkuak, di tambah hasil penyelidikan Andrew dan Andreas beberapa bulan sebelum mereka bertemu sang kakak.
"Hai kenapa baru kamu bongkar saat ini terus seberapa banyak yang kalian tahu?" cecar Aiden
"Soalnya baru kali ini kami rasa waktu yang tepat untuk membongkar semuanya karena kami tahu bahwa yang terlibat adalah salah satu kepercayaan kakak, kami takut nya kakak tidak percaya dengan apa yang kami temukan " Andrew menjelaskan
"Pantas semua penyelidikan yang saya lakukan selalu gagal karena yang menyelidiki adalah pelaku sendiri" Aiden mendesah pelan
"Tapi kakak nggak boleh gegabah karena bisa jadi masih ada terlibat jadi semua kepercayaan papa harus masuk list penyelidikan kecuali uncle Hendry dan aunty Rina" selah Andreas
"Tumben nie bocah mikirnya yang benar" ledek Andrew
"What's... kak Andre kemana aja selama ini?" celoteh Andreas sedikit kesal
"Liburan" balasannya santai
"Cii...dasar kakak..."
"Kakak paling keren di dunia" potong Andrew sebelum Andreas selesai bicara
"PD kak boleh, narsis yang jangan kelewatan" balas Andreas
"Debatnya udah belum?" selah Aiden
Andrew dan Andreas hanya nyengir kuda
"Maaf kak Aiden... sudah terbiasa gini" tutur Andrew tak enak hati
"I'ts oke....mala kalian kelihatan lucu kalau gini sedikit menghibur disaat penat mikir" tanggap Aiden
"Ah aku ingat, berarti yang sering mengajak aku main waktu kecil sehingga akrab dengan alat-alat teknologi ini bukan papa" lirih Andrew
"Kamu ingat sesuatu?" Aiden penasaran
"Ia kak, waktu kecil aku memang sering main ke sebuah ruangan yang full dengan alat-alat teknologi seperti ini tapi bukan disini"
"Ingat - ingat lagi kak!!, atau diruang rahasia kamar kakek dan nenek?" selah Andreas
"Bukan juga, masa aku nggak ingat ada ruang tersebut kalau disitu... bahkan aku sendiri kaget waktu kamu yang temukan waktu itu" ucapannya
"Berarti orang itu yang menjaga tabung bayi" tutur Andreas
"Ya, aku ingat yang kita pernah ziarah ke makamnya waktu itu, itu bukan orang tua kita, tapi kepercayaan papa" jawab Andrew
"Kak Aiden kenal orang ini?" Andreas memperlihatkan sebuah foto di tabletnya
"Ini dokter yang kerja di Xavier Hospital, tapi kata Dady waktu itu pindah ke luar negeri, mulai dari situ aku nggak pernah ketemu lagi" jelas Aiden
"Dia sepertinya bukan pindah, tapi menjalankan tugas disini. Aku bahkan sering bersama waktu itu aku pikir mereka orang tua aku" tutur Andrew
"Berarti sama dengan kasus papa, suami istri ini jadi korban pembunuhan" tutur Andreas
"Seingat aku...mereka kecelakaan setelah pulang dari kota, bahkan mobilnya terbakar dan kasus itu ditutup dengan kesimpulan kecelakaan tunggal, dan beritanya pun tidak sampai ke tangan media" jelas Andrew
"Berarti pelaku bukan kerja sendiri, karena ini tersusun sangat rapi dan seperti pembunuhan berantai, dari Dady, ke dokter ini terus ke kakak dan nenek dan motif nya kecelakaan mobil, kita tidak boleh lengah pasti pak Anton dan ibu Susi masuk target mereka" tutur Aiden
"Betul kak kita harus lebih berhati-hati apalagi mereka tahu kami sudah ditemukan dan berarti alat yang Dady buat berhasil, pasti mereka semakin mengincar alat tersebut" timpal Andrew
Kini mereka kembali larut dalam penyelidikan.