
"Hoos...hoos... hoos" suara ngosh-nghosan seorang anak sekitar 8 tahun yang masih berseragam sekolah dasar terus berlari menyusuri jalan yang sepi menuju ke desa tempat tinggal nya dan sesekali menoleh kebelakang memastikan tidak seorang pun yang mengikuti nya.
Setelah memastikan akhirnya dia berhenti dan langsung duduk di pinggir jalan tanpa beralaskan apapun mengembalikan nafas yang hampir habis. Bocah itu adalah Andrew yang melarikan diri dari teman sekolahnya yang pengen merebut mainan buatannya tadi di sekolah saat praktek.
Dengan nafas yang belum teratur dengan tersenyum bangga dia kembali mengamati dengan membolak-balikkan mainan yang di tangannya saat ini.
"maaf ya dek, hanya ini yang kakak bisa berikan di ulang tahun mu hari ini, aku janji akan memberikan yang terbaik lain kali" monolog nya sambil terus tersenyum sendiri dengan sedikit rasa bersalah
Setelah lelahnya hilang sedikit akhirnya Andrew pun melanjutkan perjalanan nya pulang ke rumahnya yang terletak di sebuah desa yang asri nan Indah.
Dengan langkah tak sabar dia ingin segera sampai dan menemui sang adik yang usianya terpaut 4 tahun darinya yang kini telah duduk di bangku Paud.
Sang adik pasti sudah menunggu nya di rumah seperti biasanya, karena pasti pulang sekolah lebih awal.
dan benar dugaan nya tak jauh dia telah melihat sosok sang adik, si ganteng Andreas telah menunggu nya di pintu gerbang rumah bersama anjing kesayangan nya sih manis Debu.
Andreas langsung berlari menyongsong sang kakak dan segera diikuti Debu yang setia menemani nya. Andrew pun berlari kearah adiknya.
"kakak baru pulang, Dreas dah lama nunggu, dan ee kakak nggak naik bus?" cecar bocah itu tak henti
"Maaf ya kalau lama nunggu, kakak lupa bawa uang, hanya cukup jajan hari ini" ujarnya tersenyum
"Ah sudah ku duga... Dreas heran kok kakak bisa juara kelas padahal pikun ya?" ujar Dreas meledek sang kakak terus melangkah beriringan menuju rumah
"Heee bocah nggak usah pamer ingatan baik mu itu, aku sengaja pura - pura lupa biar, kau tidak merasa tersaingi" balas Andrew santai
mereka akhirnya sampai dan segera masuk ke dalam
"akuilah kak kalau otak dan ingatan aku lebih baik dari kakak" timpal Andreas tak mau kalah
"ya ya ya ya, yang waras mengalah" ujar Andrew menghentikan debat di antara mereka sambil meletakkan tas sekolah nya di meja
"hahahaha" tawa mereka akhirnya pecah, demikian lah pemandangan ini sering terjadi ketika the Siblings itu bersama.
"Oh ya kak, apa benar kita ini bocah malang?" tanya Andreas serius
"Siapa bilang?" Andrew bertanya balik
"Si kakek yang disebelah" jawabnya
Andrew segera berganti pakaian di kamarnya dan Andreas terus mengekor dan tak ketinggalan debu bersama nya
"kalau itu tidak benar, karena kita punya segalanya, kita punya rumah, kita punya debu, terus kita punya tabungan yang cukup dan keluarga meski mereka tidak bersama kita sih" tegas Andrew menghibur sang adik
"Ah kakak betul, bukannya si kakek tua itu yang malang ya hidup sendiri" tutur Andreas polos
"Shutt, nggak boleh ngomong gitu loh dek, nggak baik ngatain orang" nasehat Andrew bijak bak orang dewasa
meski baru usia 8 tahun atau kelas tiga SD Andrew memang lebih dewasa dari umur sebenarnya karena keadaan yang memaksa harus menjadi ayah dan ibu bagi sang adik setelah Kakek dan nenek mereka meninggal.
meski Om dan Tante mereka mengajak untuk pindah bersama ke kota tapi Andrew tidak mau karena beralas tidak mau meninggalkan tempat kakek dan nenek karena dia sudah berjanji akan tetap tinggal di rumah itu sampai orang tua mereka menjemput nya.
Sehingga om dan tantenya pun tak memaksa dan sering mengontrol mereka setiap akhir pekan.
bonus Visual Andrew & Andreas bersaudara (Readers silahkan cari sosok yang sesuai selera masing-masing)
"Pulang dengan siapa tadi dari sekolah?" tanya Andrew mengalihkan topik
"bareng teman" jawabnya singkat
"Nggak lagi kak, kan dekat terus kendaraan kan jarang jadi aman lah pulang nya" jelas Andreas bangga
"Hebat , cowok mang harus gitu" timpal Andrew mengusap kepala sang adik dan mengajak keluar kamar
"Kak ini apa?"
"Hum itu janji kakak untuk hadiah ulang tahun mu" ~Andrew
"Hore dapat hadiah, hadiah, hadiah" ~Andreas terus berjoget - joget karena senangnya " Makasih kak, kak selalu yang terbaik, "muach" ucap Andreas langsung mengecup pipi sang kakak
"Suka banget ya?" ~Andreas bertanya
"Suka, suka, suka, ini kan khusus untuk aku, makasih" ~Andreas
"Syukurlah kalau suka, maaf ya kakak belum bisa kasih yang lebih besar, kakak janji kalau ada ide baru kakak desain khusus lagi buat kamu" tutur Andrew
"Baik kak, Dreas juga punya sesuatu buat kakak" ~Andreas segera mengajak kakaknya ke dapur
"Ta...da" ujar nya membuka tudung saji di meja
"Wow, yummy pasti" tutur Andrew berbinar menatap makan yang sudah berjejer rapih di meja di tambah kue tart coklat mini
"Anyway, ini dari siapa?" tanya Andrew
"Om dan Tante mengirimnya dan minta maaf karena mereka sibuk jadi nggak bisa ke sini" tutur Andreas
"Yuck makan jadi lapar ni!" ajak Andrew
"last go" ~Andreas girang
"Na debu duduk yang manis yuck kita makan" sambung nya
"Humm, lezatnya" tutur Andreas sambil terus menikmati ayam goreng di tangannya bak koki profesional yang sedang mereview rasa masakannya
Andrew hanya tersenyum simpul menyaksikan tingkah sang adik yang selalu seperti itu saat dimeja makan.
"Kak, sebenarnya kita punya papa dan mama nggak sih?" tanyanya disela-sela mengunyah makana
"Ya pasti lah mana ada kita kalau nggak punya orang tua"
"tapi mereka nggak ada disini atau jangan- jangan sudah seperti kakek dan nenek?" tanya polos
"Stutt, makan lah, supaya cepat gede, nanti kita bahas itu!" ~Andrew
"Siap dan, lanjut makan sampai kenyang" ujar Andreas menirukan gaya TNI
"Hahahaha" ~Andrew
"Kak kok nggak ikut Tante dan Om ke kota biar makan nya tiap hari kaya gini?"
"Ingat kan pesan kakek dan nenek, kita harus jaga rumah ini, artinya kita nggak bisa tinggalkan tempat ini, lagian aku suka disini lebih aman, kita bisa main kemana aja, kalau di kota emang mau hanya di dalam rumah nonton doang?~Andrew
"Ia ya, nggak deh jangan sampai" ~Andreas menggelengkan kepala mengingat kenangan nya saat tinggal di rumah tantenya itu
"Maka itu, kan masakan kakak nggak kalah enak dari masakan Tante, ia dong" ujar Andrew bangga
"Yayayaya, bilang enak aja dari pada nggak makan" gumam Andreas
"coba ulangi tadi ngomong apa!" ~ Andrew
"nggak kok hanya author ngomong sampai disini dulu cerita nya next part nyusul, jangan lupa tinggalkan jejak ya guys 🙏"