THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 37



Pada malam harinya, kini hanya Aiden dan Bapak dan ibu yang menjaga Andrew dan Andreas mengobrol.



Aiden sengaja membiarkan mereka untuk bermain di ruang bermain. Aiden tidak mau membebani pikiran Andrew dan Andreas dengan fakta yang akan dibicarakan. kini saatnya sebagai kakak harus bertanggung jawab. Saatnya Andrew dan Andreas menikmati masa kanak-kanaknya seperti anak kecil lainnya.



"Sekali lagi terima kasih bapak dan ibu, kami tidak sanggup membayar semua pengorbanan kalian"


"Tuan jangan seperti itu, kami bersyukur bisa menolong keluarga kalian, karena tanpa keluarga kalian, tidak tahu seperti apa kami waktu itu, kami hanya membalas apa yang keluar kamu lakukan" Pak Anton membuka suara


"Saat papa meninggal, aku baru 4 tahun jadi aku belum paham apa yang sebenarnya terjadi, semua penyelidikan di hentikan dan kesimpulan papa meninggal karena murni kecelakaan


Tapi setelah beranjak dewasa saya menemukan hasil penyelidikan internal dari orang kepercayaan papa banyak fakta menarik dan misterius dimana beberapa kepercayaan papa ikut menghilang bak di telan bumi.


Aku hanya ingat ada sepasang ibu dan bapak yang kerja di rumah tapi 1 minggu sebelum kejadian minta pulang kampung dan sampai sekarang tidak tahu dimana mereka berada. terus aku ingat kalian juga menghilang tepat papa meninggal" Aiden menghela nafas panjang


"Maaf tuan, kami belum berani menemu tuan, karena pasangan suami isteri yang tuan maksud tadi, dialah yang menjadi tempat ini dan juga merawat tuan Andrew dan tuan Andreas dari bayi, tapi beberapa bulan yang lalu saat berencana menemui tuan, dia dibunuh, bersyukur karena tuan Andreas dan Andrew tidak bersama mereka waktu itu" jelas ibu Susi


"Bapak dan ibu tidak usah manggil tuan, panggil nama saja ibu"


"ya gini lebih nyaman bu"


"Tapi ngomong-ngomong, dari mana tahu keberadaan nak Andrew dan Andreas?" Pak Anton memberikan diri bertanya


"Ah... panjang pak, tapi intinya aku dah mulai melakukan penyelidikan terkait fakta Kematian papa, dan seperti yang kalian cerita kan bahwa pasangan suami istri itu yang berusaha menemui aku, aku pun menyelidiki dan menemukan bahwa mereka adalah orang kepercayaan papa dan ijin pulang kampung saat itu, aku curiga pasti ada rahasia yang mereka pegang, aku menyuruh kepercayaan aku menyelidiki tapi ternyata mereka tiba - tiba kecelakaan.


Ini membuat aku curiga, ternyata pembunuhan papa belum tuntas, bahkan orang terdekatnya saja setelah berpuluh-puluh tahun masih jadi sasaran.


Makanya aku melakukan penyelidikan sendiri dan mendapatkan pesan rahasia yang ditinggal papa untuk aku untuk mencari mereka kesini.


Orang kepercayaan aku sengaja aku biarkan menyelidiki hal lain untuk mengecoh lawan supaya tidak fokus pada apa yang aku lakukan" Aiden mengakhiri ceritanya.


Aiden sengaja menyembunyikan beberapa fakta tentang sang adik, termasuk kejeniusan mereka.


"Tapi nak seperti nya nak Andrew dan Andreas anak yang spesial dan memiliki IQ yang tinggi, bahkan bisa di bilang jenius nak, seperti yang kamu miliki, kami sengaja menyekolahkan mereka seperti anak - anak biasa untuk menutupi kejeniusan mereka, kami takut mereka akan semakin di incar jika musuh papa kamu tahu" jelas ibu Susi


"Terima kasih ibu, betul - betul menjaga mereka dengan baik, sekalian minta izin untuk membawa mereka jalan - jalan ke kota"


"Baiklah nak, ibu dan bapak percaya mereka aman bersama kalian, tapi maaf ibu dan bapak serakah bisa kah kami mejenguk mereka sesekali?" pinta Ibu Susi