THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 66



Sampai di kantor Andrew dan Andreas dengan ramah menyapa karyawan yang mereka temui.


Andrew dan Andreas segera menuju ruang kantor sang kakak, sementara sopir dan para bodyguard beristirahat di kantin kantor sekaligus menikmati makanan siang.


Aiden menyambut kedatangan mereka dengan senang. Mereka bertiga menikmati makanan siang yang memang sudah disiapkan Aiden saat tahu adiknya akan datang kekantor nya.


Setelah makan mereka kembali berkutat dengan penyelidikan mereka.


"Kak Aiden gimana sudah ada perkembangan?" tanya Andreas


"Sudah, coba amati dulu" tutur Aiden menyodorkan tablet nya


Sementara Andrew membuka file - file yang lain


"Sepertinya ada orang dalam yang main, kenapa ini rapih sekali dan belum ketahuan sampai sekarang" lirik Aiden


"Oh , iya kak mau tanya siapa bodyguard kakak yang paling lama kerja di Xavier crops?" tanya Andrew


"Pak Elias, awalnya itu kerja sama Om Judas, tapi setelah daddy meninggal Om Judas menugaskan langsung untuk mengawal aku" jelas Aiden


"Wa, Pak Elias baik juga ya kak" tutur Andreas


"Yap, dia paling setia dan rajin banget, dia sudah seperti ayah buat aku" tutur Aiden


"kok tiba-tiba membahas Pak Elias?" tanya Aiden heran


"Nggak kok, soalnya tadi pas mau ke sini Dreas kebelet pipis, terus di ajaklah ke rumahnya pak Elias" Andrew menjelaskan


"Astaga... Dreas ada - ada aja ya"


"Maaf... soalnya ginjal aku nggak bisa ajak kompromi, jauh sebelum aku keluar, udah aku ajak kerjasama tapi ternyata dia berkhianat, pokoknya bagi dia kalau sudah nggak berfungsi ya buang langsung" tutur Andreas sok serius


Tentu penuturan Andreas langsung di sambut tawa dari kedua kakaknya.


"Oh my Gosh, kak Andre kira dah sembuh ternyata makin menjadi" tanggapnya setelah tertawa


"Hahaha hiburan doang, soalnya kalian sih serius amat, Amat aja santai kok" balas Andreas


"Ampun suhu" tutur Andrew


ketiganya kembali tertawa


"Kak Aiden satu - satunya orang yang masuk ke ruang kakak waktu itu sekretaris nya Uncle Harold" tutur Andrew kembali fokus pada tujuan mereka


"Ia, tapi yang membingungkan karena alamat id nya, di temukan pada manager keuangan' tutur Aiden


"Bisa jadi email Manager keuangan di retas" tanggap Andrew


"kita coba aja, Dreas retas dulu aku punya emil, tapi harus tidak ketahuan dari aku kalau kamu berhasil menggunakan tanpa ketahuan oleh saya!" pinta Andrew


"Tapi agak susa karena keamanan mu susah di bobol dan otomatis ketahuan" keluh Andreas


"Gimana kalau aku ubah dengan pengawasan standar aja?"


"Boleh, silahkan ubah" pinta Aiden


"Tapi Dreas data - data aku jangan sampai ada yang bocor oke"


"Siap kak jangan khawatir...datanya pasti aman terkendali" ujar Andreas semangat


"Gimana ada email masuk ke kak Aiden" tanya Andreas


"Oh my Gosh..." Andrew dan Aiden tercengang dengan fakta yang ada


"Berarti tidak salah lagi, yang patut di awasi manager pemasaran" putus Aiden


"Kak Aiden percaya dengan manager keuangan, bisa nggak di ajak kerjasama?" tanya Andrew


"Sejak awal aku nggak pernah mencurigai beliau karena dia teman baik Daddy dan mommy bahkan di saat daddy dalam masalah hanya beliau yang bertahan di samping dady" jelas Aiden Panjang lebar


"Untuk tidak mencurigakan kalau kita melakukan penyelidikan, umumkan kalau manager keuangan di rumah kan saja, tanpa proses hukum karena masih menghargai persahabatan Daddy" usul Andrew


"Betul aku juga sempat berpikir begitu" jawab Aiden