THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 78



"Brengsek kalian, kalian cuci tangan setelahnya, liat saja aku tidak akan hancur sendiri, aku pastikan kita hancur bersama" teriak Awang setelah mendapatkan telpon untuk membuatnya tutup mulut dan bertanggung jawab atas kesalahannya


tak lama kemudian ketukan pintu terdengar


"Maaf pak saya mengantar pihak kepolisian" jeles sang sekretaris


pak Awang menatap geram tanpa bersuara sedang sekretarisnya mundur secara perlahan meninggalkan ruangan tersebut


beberapa karyawan menatap heran ke arah pak Awang yang berjalan keluar kantor beserta petugas kepolisian, mereka sama sekali tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Hanya mereka mendengar rumor jika ada masalah internal yang di hadapi perusahaan saat ini.


Sementara di sebuah ruangan sedang terjadi pembicaraan serius, antar dua orang.


"Pastikan jejak kerja sama Awang hilang, jangan biarkan ancamannya terjadi, saya akan tetep di sisi Aiden dan menjaga pergerakannya seperti selama ini" tegasnya


"Baiklah, saya akan mengurus semuanya, urusan Awang saya akan tangani" jawabnya


"Ya selama kita bisa membungkam Awang, maka semuanya aman, Aiden tidak akan pernah mencurigai kita. Aiden satu - satunya ancaman di sini karena istri Yosua tidak ada pergerakan bahkan usaha untuk mencari tahu kecelakaan suaminya pun tidak ada sama sekali, apalagi bocah - bocah tidak jelas itu" tuturnya lagi


"Atau kalau perlu kita bereskan Aiden jika sudah semakin meresahkan, dia pewaris sah, jika tersingkir pasti tidak akan ada penerusnya, bocah-bocah tak jelas itu, pasti tidak tahu apa - apa" usul yang lain


"Ya untuk saat ini kita tidak perlu merepotkan diri mengurus Aiden karena anak itu masih dalam jangkauan kita, kita hanya perlu mencari tahu flashdisk yang menyimpan data proyek itu dan surat izin pengoperasiannya, kalau itu yang kita pegang tidak perlu repot mengurus perusahaan sialan ini"


"Saya sudah mencari di perusahaan ini bahkan di Mension dan juga di Mension orang tuanya tapi hasilnya nihil, kira - kira Yosua menyembuhkan di mana?"


"Ah dasar Yosua sialan, seharusnya tidak usah pelit dengan proyek ini, dan pasti kekayaan kita meningkat seketika seandainya dia mempublish, tapi bodohnya dia rela kehilangan nyawa daripada memberikan hak ciptanya"


"Ya, karena alasan cintanya pada istrinya, hanya istrinya yang bisa mendapatkan hadiah spesial tersebut, betul - betul membuat ku muak, kita sudah berapa tahun kerja sama dan membantunya membangun Xavier Corps menjadi seperti ini, tapi dia tidak menginginkan kita menikmati hasilnya"


"Sabar sedikit lagi, bukan ka produk baru yang promo bulan depan sudah di tangan kita bahkan hak ciptanya pun kita pengang, jadi tugas kita hanya memastikan Awang tutup mulut dan bertanggung jawab atas semuanya"


"Baiklah, bukan ka kamu harus balik ke negara itu, cepat laksanakan penyelidikan di desa O tapi harus berhati-hati karena bocah-bocah itu biasanya berlibur ke sana, itu semakin membuat kuat dugaan saya kalau produk tersebut ada disana"


"Kalau begitu aku pamit, kita akan terus berkomunikasi dan merancang strategi yang lebih baik"


sementara di ruang kerja Aiden sibuk memeriksa laporan keuangan yang baru di dapatkan dan beberapa kali mengirim data untuk diselidiki sang adik kemana dana tersebut mengalir


"Kak Andre, apa hubungan uncle Awang dengan perubahan ini?? dari data yang aku selidiki semua mengalir ke situ"


"Bisa jadi ini perusahaan yang uncle bangun untuk melakukan pencucian uang dan ini aku dapat data kontak kerja sama Xavier Corps yang sangat merugikan untuk Xavier Corps, tapi kok bisa lolos ya?"


"Bisa jadi ada petinggi lain yang terlibat kak, tidak mungkin uncle Awang bekerja sendiri" jawab Andreas


"Ya betul, kita harus meretas data perusahaan itu, siapa saja yang memiliki saham atau berinvestasi ke sana, dari sana bisa terjawab uncle kerja sama dengan siapa selama ini"


"Ia kak, bahkan aku belum menemukan apa hubungan semua ini dengan kematian Daddy"


"Ya, semua masih teka teki, tapi kita harus pastikan usut sampai tuntas, tidak akan ada lagi tersisa penghianat di Xavier Corps" tegas Andrew