
"Di mana mereka?" tanya Aiden ketika memasuki mension yang tidak melihat keberadaan kedua adiknya yang biasa langsung menyambut kedatangannya
"Di kamar nak Aiden, mungkin mereka istirahat sehabis main, kami takut mengetok pintu karena terkunci" jawab salah seorang maid
"Oh baiklah... nggak papa... terima kasih sudah mengawasi mereka" Aiden kemudian berlalu langsung menuju ke lantai atas di mana letak kamarnya dan juga kamar sang adik.
tok tok tok suara ketukan pintu
Andrew yang baru saja membuka mata langsung berlari untuk membuka pintu
"Kak Aiden baru pulang ... kok lama sekali?"
"Maaf ... ada masalah yang harus diselesaikan jadi makan waktu yang cukup lama"
"Oh gitu, jadi sudah beres?"
"Hum...kakak membersihkan diri dulu, nanti kita bahas, Dreas mana?"
"Hai kak, nyari aku?" tiba-tiba Andreas muncul di pintu sebelum Andrew menjawab pertanyaan Aiden
"Oh kirain dimana, tumben kalian nggak sambut kakak di bawah?"
"Hehehe baru bangun kak" cengir Andrew menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Yasudah... kalian mandi kita makan baru lanjut bahas sesuatu" ujar Aiden
Mereka mengangguk dan langsung berbalik dan segera ke kamar mandi. Meskipun pada awalnya Aiden menyiapkan kamar yang berbeda tapi karena sudah terbiasa akhirnya mereka tetap tidur dalam kamar yang sama dengan kasur masing-masing.
Skip time...
Saat ini mereka sudah ada di meja makan dan bukan hanya mereka bertiga tapi ada pula para maid, bodyguard, sopir. Aiden menerapkan kebiasaan yang di ajarkan oleh sang momy dan uncle Hendry tidak pernah memandang rendah para pekerja di mension nya.
Apapun menu makanan pasti seragam dengan menu makanan para pekerjanya bahkan makan pun berada di satu meja.
Bukan hanya dengan kata-kata tapi harus diwujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun Aiden tidak terlibat langsung dalam pelayanan seperti yang dilakukan sang kakak sepupu angkat nya Joe.
Skip time...
Saat ini mereka bertiga ada di ruang Rahasia di kamar Aiden.
"Wow kak Aiden punya ruang rahasia juga?" tutur Andreas
"Ya...dan seperti Dady mendesain setiap rumah dengan ruang rahasia" jawab Aiden
"Dan bisa jadi, bukan hanya di ruang ini kak, di kamar momy mungkin atau di kamar kami" ujar Andrew
"Ya bisa jadi... tapi nggak usah fokus ke ruang - ruangan itu, bukannya tadi kalian menemukan sesuatu?" potong Aiden
"Ah betul... hampir lupa ini kak coba liat" Andreas menyodorkan tablet yang ada ditangannya
Dengan saksama Aiden memperhatikan hasil yang diperoleh sang adik.
"Jadi kematian kak Abigail, memang sudah direncanakan dan hanya memanfaatkan ketidak senangan teman - teman kak Abigail, sadis memang" tutur Aiden kemudian
"Jadi gimana kak, kita mulai dari mana?" Andrew berjalan ke sofa dan langsung duduk menghadap sang kakak
"Saat ini kita harus mulai dari penyelesaian masalah yang dihadapi perusahaan, bukan hanya di sini tapi di luar negeri juga, kejadian bersamaan dengan masalah yang sama. Berarti ini terencana dan kemungkinan besar pelaku orang dalam" jelas Aiden
"Masalah apa kak?" selah Andreas
"Kebocoran proposal ke perusahaan pesaing dan kegagalan proyek karena kualitas bahan tidak sesuai jadi kerugian perusahaan sangat besar dan kesulitan biaya finansial. Sedangkan kita harus menghidupi ribuan karyawan" ungkap Aiden
"Kak mana proposal nya kita cari solusi, dan harus menambah ide baru, kita tetap harus berpartisipasi untuk mempertahankan operasional perusahaan"kini Andrew yang angkat bicara