
Setelah satu minggu kunjungan mereka ke negara sang Grandpa dan Granny, kini mereka pamit pulang ke negara sang mommy.
meskipun Grandpa dan Granny sangat ingin menahan mereka untuk tinggal bersama mereka di negara ini, tapi mereka masih memiliki misi rahasia yang harus di tuntaskan terlebih dahulu.
perjalanan yang ditempuh memakan waktu hingga 23 jam, tak membuat Andrew dan Andreas kelelahan bahkan masih sangat segar dan bersemangat langsung pulang ke desa di mana mereka di besarkan.
pada awalnya mommy Henny tidak memberikan ijin tapi Andrew dan Andreas memohon kepada dengan sangat, bahwa tidak akan melanggar janji mereka untuk tetap menjaga rumah di desa tersebut.
kini mereka telah sampai dan langsung di sambut Om Anton dan Tante Lusi dengan sangat gembira. mereka kangen dengan dua bersaudara itu.
kali ini mereka hanya berdua pulang karena Aiden memiliki tugas di perusahaan yang memang tidak bisa digantikan oleh siapapun.
setelah istirahat Andrew dan Andreas membongkar oleh - oleh untuk Om Anton dan Tante Lusi, dan juga untuk teman-teman nya.
Andrew dan Andreas membuat janji untuk bertemu dengan mereka di taman yang desa tempat mereka bermain selama mereka menetap di desa ini.
oleh - oleh yang di akan di bagikan berupa mainan robot dari berbagai jenis yang merupakan produksi perusahaan keluarga.
Om Anton dan Tante Lusi membantu untuk mengantarkan ke taman tersebut. Disana sudah di penuhi oleh anak - anak seusia mereka bahkan ada yang memiliki umur diatas mereka.
Andrew dan Andreas dengan senang hati berbagi, sebagai ucapan terima kasih mereka selama ini mereka tidak pernah di bully oleh penduduk desa meskipun hidup berdua setelah ditinggal mati oleh kakek dan nenek yang mengasuh dari kecil.
Dan hidup rukun ini memang merupakan ciri khas dari desa tersebut, masyarakat sangat damai dan hidup harmonis ini sebabnya Andrew dan Andreas ingin terus tinggal di desa ini meskipun di kota dan negara Daddy nya menawarkan hal yang sangat mewah.
setelah puas bermain dengan teman - temanya Andrew dan Andreas pun pulang ke rumah, seperti biasanya mereka lebih banyak menghabiskan waktu di kamar rahasia Aiden karena di sana semua bisa mengontrol program.
Andrew asyik menonton semua rekam CCTV yang di pasang di perusahaan pusat maupun yang dipasang di rumah uncle Judas dengan bergantian. Sementara Andreas asik meretas sebuah keamanan perusahaan yang mencurigakan, karena hampir semua produknya sama dengan Xavier Corps bahkan ada yang meluncur sebelum Xavier Corps meluncur produk tersebut.
"Kak Andre sepertinya ada betul penyusup di Xavier Corps, tapi ini sangat rapi karena perusahaan ini berdiri sejak 15 tahun yang lalu dan tidak pernah terekspos media siapa vounder nya. oq
Di rumah uncle Judas tidak ada pergerakan yang mencurigakan. Tapi di perusahaan ada beberapa divisi yang melakukan kecurangan salah satunya staf keuangan masa laporan yang di berikan berbeda dengan yang terekam sistem, dan kerugian tidak sedikit"
"Segera salin dan kirim ke kak Aiden, ini harus tuntas terlebih dahulu, siapa tau kasus ini saling berkaitan" tuturnya
"Siap laksanakan" jawab Andreas dan segera menyalin laporan yang diretas dan melanjutkan ke no pribadi Aiden.
"Haaaaa... really???"
"yea look that!"
"Oh my ghost, pantas kak Aiden sulit membongkar kasus Daddy ternyata orang ini di belakangnya" tutur Andreas dengan nada kecewa
"kita harus mengumpulkan bukti agar orang ini masuk penjara" lanjutnya
"Harus hati-hati Dreas , karena bisa jadi dia hanya ekor, dan saya yakin nggak mungkin kerja sendiri dengan serapi ini"
"Baiklah, tapi gimana cara untuk memancing dia menunjukkan identitas aslinya?"
"Sini, kakak bisikin ...., gimana?"
"Ish...kak Andre ngomong apa orang nggak dengar apa - apa kok" protes Andreas
"Oh my ghost Dreas, masa aku teriak sih, ini hanya mau buat penasaran readers doang"
"Yayaya baiklah, tapi bisa nggak bisikan ulang"
"humm... mendekat cepat!,
"Ahh sakit kak, kenapa telinga aku ditarik sih?, ini namanya kekerasan, aku laporin ke KPAI"
"Hahaha.... silahkan! hukum kurungan belum berlaku buat aku, aku masih di bawah umur jadi pasti di kembalikan ke Mommy, blaaack" elaknya sambil mengejek sang adik
"tega amat sih kak" sambil meringis mengelus telinganya yang di tarik sang kakak yang memang tidak menyakitkan sama sekali
"Gimana , ide aku bisa kan?"
"Yayaya, baiklah... malam ini harus meluncur dan kita menunggu reaksi besok" tegasnya
"Yap ...let's see"