
sekitar 15 menit kemudian mereka berdua selesai makan, mereka berdua kembali berbagi tugas membereskan semua peralatan makan mereka.
setelah selesai Andrew bermaksud segera ke ruang rahasia tapi dengan keras Andreas melarang nya.
"Apaan sih Dreas, kak punya sesuatu untuk direalisasikan, kalau kelamaan aku bisa lupa" protes Andrew
"Kak Andre....bentar doang kenapa?, aku mau buktiin sama kak Andre kalau tadi aku nggak mimpi" timpalnya
"cepat sudah, dari pada buang waktu" ~ Andrew
dengan semangat Andreas jadi penunjuk jalan
"Na ini yang kakak bilang laci?"
Andrew membungkuk badan untuk bisa masuk ke dalam pintu tersebut karena tinggi badannya. Andrew kembali tercengang dengan apa yang kini dilihatnya.
"sebenarnya seberapa banyak ruang rahasia di rumah ini sih?" tanyanya tanpa sadar
"Hum bisa jadi di kamar kita ada juga kak, gimana kalau hari ini kita berburu kamar rahasia?" tawar Andreas
"Lain kali Dreas, aku punya ide harus terealisasi sekarang, lupa kalau kelamaan" tolak Andrew
"Ya kakak nggak seru" potong Andreas
"Kan ada debu, jadi kalian aja, bukan nya kalian yang selalu menemukan ruangannya?, kakak tinggal nikmati hasil pencarian kalian" ujar Andrew terkekeh
"Ya, betul juga...tapi takut nggak tau ada ruangan apa aja ah, ikut ide kak Andre aja hari ini, dah puas juga main" ujar Andreas mengalah
"Yuk...cepat!" ajak Andrew
mereka segera keruangan rahasia
"Kak Andre.... teman-teman disekolah minta kak Andre buat mainan robot lagi seperti aku punya" ujar Andreas setelah mereka duduk di depan peralatan mereka masing-masing.
"kakak idenya apa sih, bisa nggak berbagai ide siapa tau bisa bantu?" tutur Andreas
"Sini kakak bisikin!" perintah Andrew
"Kak Andre, kok pakai bisik - bisik segala kan kita hanya berdua, lagian debu nggak mungkin curi ide, ngerti aja kagak" protes Andreas
"ya, debu ma nggak mungkin tapi Dreas nggak sadar banyak disini Reader, takutnya ide author jadi kecuri" tutur Andrew bercanda
"baiklah biar ide nya sok misterius gitu, supaya Reader semakin penasaran dan bertambah like dan komen nya" timpal Andreas mewakili suara hati Author
Setelah membisikkan idenya Andrew segera fokus mengerjakan di bantu oleh Andreas dengan mencari informasi dengan tablet nya,
"kak Andre desain simpel aja kak biar nggak kelihatan gitu, tampil seperti yang biasa" saran Andreas
"Bisa Dreas tapi kita harus antisipasi juga seandainya ada hal yang Kita ingin kan terjadi, bisa jadi tiba-tiba teman atau orang lain ngambil pikirannya itu hal biasa" jelas Andrew
"kan hanya kita yang tau cara kerjanya" tutur Andreas
"na itu dia masalah, kalau misalnya kita dalam kondisi terdesak dan kita tidak bisa mengoperasikan alat nya jika kelihatan orang lain kan bisa bahaya" tutur Andrew
"jadi kalau gitu harus menyatu dengan badan kita" tutur Andreas
"Ah ide yang brilian, aku tau harus gimana desain nya sekarang" seru Andrew antusias
"Andreas gitu loh, otaknya ya ma terlihat brilian"tuturnya bangga dan kembali fokus melakukan bagian nya
mereka berdua kembali fokus sama kegiatan masing-masing dan ruangan kembali sunyi. debu hanya tertidur menunggu tuannya yang lagi asyik kerja.
mereka ingin membuat kacamata yang bisa berfungsi sebagai kamera yang merekam semua sudut yang dipandang nya dan Juga sebagai mikroskop melihat benda yang terkecil sekalipun persis seperti fungsi tablet yang mereka punya.