THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Ice cream



"Yang, mau ice cream." ucap Vivi pada Vishnu yang sedang duduk di sofa dan menonton tv di dalam kamarnya.


"Ayo beli." jawab Vishnu.


"Tapi kamu yang beli."


"Iyah aku yang bayar."


"Maksud aku, kamu yang pergi beli."


"Yang mau ice cream siapa? Kok aku yang pergi beli?"


"Aku maunya kamu yang pergi beli! Aku malas sama mas mas minimarket itu. Dia suka ngegoda aku."


"Kamu aja yang baper!" ucap Vishnu yang tertawa dengan ucapan Vivi.


"Beneran sayang."


"Ya sudah, aku yang jalan. Kamu tunggu dirumah."


"Kamu jangan kecentilan ya kalau petugas minimarketnya mba mba! Awas!" ancam Vivi.


"Banyak maunya!"


Vishnu pun akhirnya berjalan menuju minimarket untuk membeli ice cream.


"Selamat datang di ************* silahkan berbelanja." sapa petugas minimarket yang hanya dibalas senyuman oleh Vishnu.


Bukan hanya beli satu ataupun dua, tapi Vishnu tak tanggung tanggung membeli banyak ice cream untuk Vivi. Ia membeli berbagai rasa dan berbagai jenis ice cream. Keranjang belanja yang ia ambil ketika memasuki minimarket tadi dipenuhi oleh ice cream.


"Kakaknya suka ice cream ya?" tanya kasir tersebut.


"Ngga." jawab Vishnu singkat.


"Kok beli ice creamnya banyak?"


"Buat persiapan."


"Tadi kata kakak ga suka ice cream."


("Banyak omong sekali anda!") ucap Vishnu di dalam hati.


"Jadi berapa mba?" tanya Vishnu tidak menjawab kata kata si mba kasir itu.


"Semuanya jadi 89.000 kak."


Vishnu membayar pakai uang cash. Ia tidak mau membayar pakai kartu karna jumlahnya hanya sedikit. Jika berjuta juta, barulah ia akan membayar dengan kartunya. Begitu si mba kasir melihat Vishnu membuka dompet, matanya langsung terbuka lebar karna uang di dompet Vishnu tidak ada receh sama sekali hanya ada tumpukkan lembaran merah.


"Kakak tinggal di dekat sini ya?"


"Hm."


"Di sebelah mananya kak?"


"Ga jauh dari sini."


"Tinggal sendirian?"


Si Mba minimarket itu sengaja memasukkan ice cream ke dalam kantong dengan waktu yang lama agar bisa mengobrol dengan Vishnu.


"Maaf mba, bisa dipercepat ga ngebungkusnya? Takut ice creamnya keburu meleleh."


"Nanti seperti aku yang meleleh sama kakak. Eh maaf bercanda kak."


"......................."


Setelah selesai, Vishnu membawa kantong plastik itu dan si mba melihat sebuah cincin melingkar dijari manis Vishnu. Melihat itu, si mba menjadi malu karna sudah memoduskan suami orang. Vishnu pun lantas pergi dari minimarket itu. Ia menjadi geram dengan si mba yang sangat centil itu.


*


"Lama banget sih yang?"


"Pas bayar. antri tadi."


"Banyak sekali? Kamu borong ice creamnya!"


"Demi kamu, bahkan satu truk ice cream juga aku beli."


"Awww so sweetttt. Thanks hubby."


"Makannya pelan pelan sayang, ga ada yang mau ambil ice cream kamu kok."


Vishnu mengelap sisa ice cream di bibir Vivi dengan jarinya dan menjilat sisanya. Tak lama, Flora datang setelah kembali dari butik temannya.


"Astaga. Siapa yang beli ice cream sebanyak ini?" tanya Flora.


"L yang beli bunda. Untuk istri tercinta." jawab Vishnu.


"Bucin sekali kamu!"


"Bunda mau? Ambil aja." kata Vivi.


"Tumben banget kamu makan ice cream sayang? Lagi ngidam?"


"Aku hanya mau ice cream aja bun. Cuacanya panas. Jadi butuh yang seger seger."


"Bunda kalau mau yang seger seger, langsung liat TV nonton drakor. Itu loh Hyun Bin, aktor korea, seger banget dilihatnya. Sama absnya Kim Soo Hyun, aduh bunda langsung seger matanya."


*emak emak kecanduan drakor jadi gini ni. wkwk.*


"Lebih ganteng suamiku bunda." jawab Vivi.


"Jelas dong, anak bunda kan paling ganteng sejagat raya."


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰