THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Realita tak semanis cerita



Hari senin, Vivi tidak ada kelas untuk hari ini, tetapi ia ke kampus hanya sekedar untuk menyerahkan tugas. Vivi datang bersama Vishnu yang ingin melihat lihat kampusnya. Vivi dan Vishnu mendapat banyak perhatian dari warga kampus, yang mungkin mengenal Vishnu ataupun Vivi. Begitu beranjak untuk melihat fakultas lain, Vivi bertemu dengan Bayu.


"Hi Vi!" sapa Bayu.


"Bay?" sapa Vivi balik.


"Mau kemana Vi?" tanya Bayu.


"Mau keliling keliling aja. Lo?"


"Gue baru selesai kelas, mau ke kantin. Lo mau ikut?"


"Kamu mau lihat kantin?" tanya Vivi pada Vishnu yang dijawab dengan anggukkan kepala.


Mereka berjalan menuju kantin kampus. Ternyata, di kantin tersebut sudah ada Jordy, Alvin, dan Frans.


"Kak Vishnu? Apa kabar?" sapa Jordy ketika melihat Vishnu yang datang bersama Vivi.


"Hi Jor! Baik kok, lo gimana?" tanya Vishnu.


"Baik dong kak! Liat ni gue segar bugar gini." jawab Jordy.


Melihat interaksi Jordy dan Vishnu, Alvin, Bayu, dan juga Frans menjadi kebingungan. Jordy terlihat akrab dengan Vishnu, Frans pernah melihat Vishnu mengantar Vivi, namun Alvin dan Bayu sama sekali tidak pernah melihat Vishnu.


"Oh ya, kenalin, ini Vishnu Wijaya. Sayang, ini teman temanku." ucap Vivi memperkenalkan Vishnu pada semuanya.


Alvin, Bayu, dan Frans pun memperkenalkan diri mereka masing masing secara bergantian.


"Siapa lo Vi?" tanya Bayu.


"Suami gue." jawab Vivi dengan santai.


"Jadi bener kata si Jordy kalau lo udah married?" tanya Bayu mendetail.


"Hm." jawab Vivi sambil menganggukkan kepalanya dan menunjukkan cincin di jari manisnya.


"Hidup itu realita. Realita ga semanis cerita bro!" ledek Frans pada Bayu.


Bayu mencuekkan perkataan Frans yang meledeknya jika Vivi gebetannya sudah ada yang punya, seperti yang dikatakan oleh Jordy.


"Vishnu Wijaya pemilik Wijaya's Group?" tanya Alvin.


"Kok tau sih?" tanya Vishnu.


"Pak Hermawan itu ayah saya." jawab Alvin.


"Kepala accounting?" tanya Vivi pada Alvin.


"Ya, dia bokap gue Vi."


"Woah, dunia benar benar sempit ya?" ucap Vivi.


"Umur berapa?" tanya Frans pada Vishnu.


"24." jawab Vishnu singkat.


"Oh."


"Iya iya." saut Alvin.


"Pemimpin perusahaan kan?" tanya Bayu.


"Profesi gue sebenarnya pilot, tapi bila tidak bertugas, gue kerja di perusahaan sebagai CEO." jelas Vishnu.


"Awesome!" kagum Alvin pada Vishnu.


"Kalian udah pada pesan makan?" tanya Vivi.


"Belum." jawab Jordy.


"Ya sudah. Mau pesan apa? Hari ini gue yang traktir." ucap Vivi.


"Gaya bener Vi?" ledek Jordy.


"Menantu Wijaya's Group lo ledek Jor!" kata Frans.


"Gue abis gajian, boy! Tanggal muda ni." jawab Vivi.


"Aseeekkk."


"Buruan lo semua mau pesan apa? Kamu mau pesan apa sayang?"


"Aku ikut kamu." jawab Vishnu.


"Gue mau batagor aja." ujar Jordy.


"Tumben Jor mau yang murah? Di bayarin lho ini!" ledek Vivi.


"Maksudnya batagor 3 piring, Vi. Lo gimana sih?"


"Astaga! Mulai deh lo ga tau diri." ucap Vivi.


"Gue mie goreng aja." kata Alvin yang diikuti oleh Bayu dan Frans juga.


Vivi segera memesan makanan untuk semua. Ia memesan nasi goreng untuk dirinya dan Vishnu.


"Thank you Vi untuk makanannya." ucap Bayu.


"Sama sama. Senang deh lihat kalian kenyang. Bisa makan bersama seperti ini, dan mengenalkan suami gue sama kalian. Semoga kita bisa berteman seterusnya ya!" ujar Vivi.


"Semoga." jawab Bayu.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Oh ya, aku telah membuat novel terbaru dengan judul Love Racer yang bergenre romantis. Novel tersebut menceritakan tentang seorang pebalap yang bertemu dengan seorang chef ternama. Mohon beri dukungannya juga ya kawan! Terimakasih 🙏


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰