THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Jauh dari dugaan part 2



Vivi, Vishnu, dan Sam bersama Kepala Gudang tersebut mendatangi rumah Agus yang telah dipercaya memasok bahan makanan untuk Wijaya's Group selama bertahun tahun.


Rumah Agus berada di tengah desa dan termegah dibandingkan dengan rumah rumah yang berada disekitarnya. Mungkin ini adalah salah satu hasil perbuatannya selama ini.


"Permisi!" ucap Sam sambil mengetuk pintu rumah Agus.


Tak lama, pintu terbuka dan menampilkan seorang perempuan paruh baya dengan balutan baju yang megah dan juga perhiasan yang sangat mencolok melekat pada dirinya.


"Ya? Mau cari siapa?" tanya wanita itu dengan arogan.


"Kami kesini ingin bertemu dengan Agus. Apakah ada?" tanya Vivi.


"Ada! Kalian semua dari mana?"


"Kami dari Wijaya's Group." jawab Vivi.


"Oh, bu Flora? Silahkan masuk bu."


"Saya menantunya ibu Flora, Victoria." ucap Vivi memperkenalkan diri kepada wanita itu.


"Ah, saya Siti istrinya Agus bu."


"Dimana suamimu?" tanya Sam.


"Sebentar saya panggilkan."


Siti pun memanggil suaminya yang berada di atas rumahnya. Kalau dilihat lihat, hanya rumah Agus lah yang memiliki tingkat di kampung ini. Kedatangan orang orang Wijaya's Group menjadi pusat perhatian bagi warga kampung disana.


"Eh Satyo, ada disini juga?" tanya Agus pada sang kepala gudang.


"I.....Iya mas." jawab kepala gudang itu.


"Ada apa ya sampai bu bos ke rumah saya?" tanya Agus.


"Saya langsung aja pak. Perkenalkan nama saya Victoria, menantu ibu Flora Wijaya. Kami kesini untuk mengungkap perbuatan anda selama ini terhadap perusahaan."


"Maksud nona apa?"


"Anda sudah tau jelas masalahnya pak!" bentak Sam.


"Kalian siapa berani membentak ayah kami?" teriak salah seorang anak yang masuk ke dalam rumah Agus.


"Perlu saya jelaskan masalah ini di hadapan anak kalian?" tanya Sam.


"Ada apa ini?" tanya anak dan istri Agus.


"Baiklah jika harus demikian. Agus dan Satyo telah melakukan penipuan dan penggelapan dana bahan pangan untuk cabang Wijaya's Group." jelas Sam.


"Apa? Ga mungkin suami saya melakukan hal seperti itu." jawab Siti.


"Jika tidak, bagaimana bisa suami anda membangun rumah semewah ini di kawasan pedesaan disini?" tanya Sam.


"Kami membangun rumah ini menggunakan dana selama ini suami saya kerja."


"Baik baik. Saya mengakui perbuatan saya selama ini. Benar saya memalsukan data ke perusahaan bersama Satyo. Ia adalah dalang dibalik semua ini." ucap Agus.


"Kenapa saya mas? Mas Agus yang menyuruh saya untuk membohongi perusahaan melalui ini. Saya mohon mas sekarang jangan bersilat lidah." kata Satyo.


"Stop! Kalian berdua semuanya salah! Rumah, aset kalian yang selama ini digunakan, akan disita oleh pengadilan sebagai uang ganti rugi atas perbuatan kalian!" ujar Vivi.


"Hey nona! Ini semua adalah milik saya! Anda tidak berhak berkata bahwa semua aset saya disita." bentak Agus pada Vivi.


"Benar! Kamu baru menduduki posisi ini nona! Kamu mendapatkan posisi ini karena ibu mertua kamu yang memiliki kuasa atas perusahaan ini!" sambung Siti.


"Jaga bicara kalian! Saya disini sebagai anak dari Flora Wijaya! Narapidana seperti kalian ini tidak pantas berbicara seperti itu kepada istri saya!" ucap Vishnu dengan nada tinggi setelah melihat istrinya diperlakukan tidak adil oleh orang lain.


"Saya kesini hanya ingin menyadarkan kalian bahwa perbuatan kalian salah! Memang betul saya baru menjabat sebagai pemimpin di perusahaan ini, dan itu semua atas pemberian ibu mertua saya!" jawab Vivi.


"Lalu, apa bedanya dengan kami?" tanya Agus menantang.


"Jelas beda! Anda tidak bermoral! Walaupun istri saya masih muda, tetapi ia adalah orang yang tekun dan jujur! Ia bahkan memikirkan bagaimana kelanjutan hidup anak anda dimasa yang akan datang jika hal ini terungkap! Apakah anda pernah memikirkan sampai sana?" tanya Vishnu balik.


"Sam, cepat panggil pengacara kita untuk menyelesaikan masalah ini." suruh Vivi.


"Baik nona. Kalian, bawa orang ini."


"Bawa orang ini ke markas. Dan pastikan semua penghuni rumah ini dan rumah kepala gudang kosong!" ucap kapten tim yang diperintah oleh Jenno untuk ke Kota S kemarin.


"Saya mohon jangan bawa suami saya." ucap Siti pada Vivi.


"Iya Nona, aku mohon jangan bawa ayah." pinta anak Siti dan Agus.


"Siti akan ikut ke markas." kata Vivi.


"Jangan nona, saya mohon. Anak anak saya nanti siapa yang mengurus?" tanya Siti.


"Saya yang akan mengurus anakmu ini." jawab Vivi.


"Ga mau sama nona jahat! Aku mau sama ibu." ucap anak tersebut.


"Sony, jaga adikmu. Ibu sementara akan pergi untuk menyelesaikan masalah ini. Kamu akan di jaga oleh Nona Victoria." ucap Siti pada anaknya yang pertama.


"Sonya mau ikut ibu. Ga mau sama nona jahat." pinta Sonya sambil menangis.


"Saya tidak jahat. Jika kamu sudah besar nanti, kamu akan tau apa yang sebenarnya terjadi." suruh Vivi.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰