THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Go away



Donnie, Daisy, dan Flora telah membuat keputusan bahwa Meghan harus dihukum sesuai dengan perbuatannya. Jenno telah memasukkan Meghan ke dalam penjara dan menjadikannya seorang narapidana.


Karena tidak tahan dengan perbuatan anaknya, Martha mendapatkan hujatan dari banyak orang. Ia memang merasa bahwa dia belum menjadi ibu yang baik dan membawa Meghan ke jalan kebajikan. Martha pun akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri setelah sebelumnya ia juga telah menerima pengobatan dari psikolog mengenai kejiwaannya.


Jenno, Vivi, dan Vishnu membantu mengurusi pemakaman Martha karena Meghan saat ini sedang mendekap di dalam penjara. Dan Martha juga tidak memiliki keluarga lagi selain Meghan anaknya. Selesai pemakaman, Vivi mengunjungi Meghan bersama Vishnu.


"Mau apa kalian kesini?" tanya Meghan begitu melihat Vivi dan Vishnu.


"Kak, aku turut berdukacita atas kepergian tante Martha." ucap Vivi.


"Bilang saja kalau kamu itu sedang mentertawakan aku kan bocah? Aku tidak peduli dengan kepergian mama!" jawab Meghan.


Vivi pun kemudian memberikan wejangan kepada Meghan. Ia juga memberitahu bahwa Martha ibunya itu sangat menyayangi Meghan. Vivi juga menceritakan bahwa saat media memuat kejahatan Meghan, ibunya itu datang ke rumah sakit dan bersimpuh dihadapan Vivi untuk memohon pengampunan dari keluarga Wales dan Wijaya. Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Vivi, Meghan menangis sejadi jadinya. Entah karena ia menyesal karna perbuatannya pada Vivi atau karena ia sedang bersedih karena kehilangan ibunya.


Tanpa pamit kepada Vishnu dan Vivi, Meghan pergi dari hadapan mereka berdua dengan isak tangis yang sangat pilu. Mungkin Vivi merasa bahwa Meghan telah menyadari kesalahannya.


"Sudahlah sayang, dia itu sudah jahat sama kamu." ujar Vishnu yang melihat Vivi masih setia menunggu Meghan di ruang jenguk.


"Aku sudah memaafkannya. Dan saat ini dia sedang berduka karena kehilangan ibunya." jawab Vivi.


"Ayo pulang, atau aku tinggal kamu disini."


Akhirnya, Vivi pun menuruti kata suaminya itu untuk pulang ke rumahnya.


##############################


Hari hari berjalan mulai normal. Vishnu pun sudah 3 hari ini memulai kembali pekerjaannya. Dan Vivi, ia mengisi kesibukannya dengan membantu Flora menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda karena kasus Meghan.


Tak terasa, Minggu ini, cabang restaurant keluarga Wijaya akan grand opening di Bali. Vivi pun sangat excited karena akhirnya ia bisa melihat indahnya pantai yang ia rindukan setelah sekian lama niatnya itu terkubur karena ujian ujian yang ada disekolah.


"Bagaimana persiapan sejauh ini?" tanya Vivi pada Sam yang menjadi sekretarisnya.


"Semua sudah selesai nona, dan saya juga sudah memesankan tiket pesawat untuk nona." jawab Sam.


"Kenapa hanya aku saja? Vishnu dan bunda bagaimana?" tanya Vivi lagi.


"Nyonya Flora akan berangkat ke Bali hari ini nona. Tuan Vishnu juga akan langsung ke Bali karena ia ada jadwal penerbangan ke Bali. Dan saya dengan Gavin akan ikut bersama dengan nona." ujar Sam.


"Baiklah, besok kalian akan berdua bermalam saja dirumah bunda. Aku akan bilang bibi agar menyiapkan kamar untuk kalian berdua."


"Tidak perlu nona, saat hari H kami akan datang subuh ke rumah utama. Kami takut Tuan Vishnu salah paham." ucap Gavin.


"Kalian juga sudah seperti keluargaku. Dan suamiku itu tidak mungkin cemburu dengan karyawan dan orang kepercayaan bundanya."


"Tapi nona........"


"Tidak ada bantahan Sam! Kau dan kak Gavin akan telat jika berangkat dari rumah kalian masing masing."


"Baik nona! Akan kami laksanakan."


*


*


Vivi tiba dirumah setelah kembali dari kantor. Rumah ini memang besar, namun karena para penghuninya yang sangat sibuk, membuat rumah ini menjadi sangat terkesan sepi dan hening.


"Sudah pulang non?" sapa Bi Asih.


"Iya bi." jawab Vivi.


"Mau bibi buatkan apa?" tanya Bi Asih.


"Tidak perlu bi, nanti aku akan masak sendiri. Sekarang aku mau ke kamar dulu." kata Vivi.


"Baik non."


Vivi berjalan menuju kamarnya karena ia merasa sangat lelah sekali. Vivi dengan segera membersihkan tubuhnya. Setelah itu, ia berniat ke lantai bawah dan memasak untuknya dan Vishnu karena sebentar lagi ia akan pulang. Vivi juga membawa laptopnya untuk melanjutkan melihat lihat review kampus setelah terjeda dari kantor tadi.


Ia memasak mie goreng 2 porsi dan mulai duduk di meja makan. Ia membuka laptopnya dan mulai mencari cari kampus di daerahnya. Namun, ia dikejutkan dengan bunyi getaran ponselnya. Tertera nama Tiffany yang meneleponnya.


"Ya Fan, ada apa?" tanya Vivi.


("Vi, gue dapat info dari Pak Rius. Dia minta elo segera cek email.")


("Kata Pak Rius, nomornya dia di blokir sama lo!")


"Gue ga blokir nomor Pak Rius, Fan. Kenapa juga gue harus blokir nomor itu guru?"


("Coba elo cek aja hapenya. Sekarang lo cek email dulu Vi! Cepat!")


"Ya sudah gue cek email dulu ya. Thanks Fan!"


Setelah obrolan itu, Vivi segera membuka emailnya di laptop dan ternyata benar bahwa pihak SMA Garuda mengirim pesan email kepadanya.


Ketika ia membaca pesan email tersebut, terdengar suara pintu ruang tengah terbuka dan muncullah sosok Vishnu. Karena terkejut, Vivi dengan segera menutup laptopnya.


"I'm home!" sapa Vishnu.


"Hubby! Ayo makan, aku sudah masak tadi." ajak Vivi dengan wajah yang tak biasa.


"Kamu kenapa sayang? Wajah kamu kok seperti ini?" tanya Vishnu.


"Kenapa dengan muka aku?"


"Muka mu jelek." jawab Vishnu sambil tertawa.


"Dasar! Sudah ayo makan. Nanti dingin." ucap Vivi.


"Pekerjaan kamu belum selesai? Kenapa kamu bawa laptop ke ruang makan?" tanya Vishnu.


"Hm, tadi aku....... habis nonton drakor." jawab Vivi.


Vishnu hanya ber Oh saja mendengar jawaban Vivi. Vivi merasa ragu untuk memberitahu Vishnu mengenai email tersebut sehingga ia akan memendamnya terlebih dahulu.


"Kamu kenapa ga bilang ke aku sih kalau kamu itu langsung ke Bali?"


"Tadi aku dihubungi Gavin, sayang. Dan kebetulan besok malam itu jam terbangku ke Bali. Jadi aku bisa stay disana dulu."


"Besok Gavin dan Sam akan menginap disini. Boleh kan?" tanya Vivi.


"Mau apa mereka menginap disini?"


"Aku yang menyuruhnya. Karena pesawatku takeoff subuh. Ga papa kan sayang?" tanya Vivi lagi.


"Baiklah kalau itu keinginanmu. Jaga dirimu baik baik. Mereka juga pria! Jangan dekat dekat dengan mereka dan ingat bahwa kamu itu milik aku!"


"Iya iya akan aku ingat perintahmu! Oh ya, kamu hanya saty hari saja di Bali?"


"Begitu acara selesai, aku segera terbang lagi ke sini." jawab Vishnu.


"Hm."


"Kenapa? Kamu mau liburan disana?" tanya Vishnu.


"Bukan liburan! Aku mau honeymoon kita disana."


Jawaban Vivi membuat Vishnu terkejut karena ia belum terpikir untuk pergi honeymoon dengan Vivi setelah insiden sebelumnya terjadi.


"Kenapa ga sekarang aja sayang? Bunda hari ini ga di rumah." tanya Vishnu.


"No! Aku maunya di Bali!"


"Baiklah, aku akan bertukar jadwal dengan temanku yang lain selama 3 hari. Kita liburan dan honeymoon disana. Gimana?"


"Thanks hubby! I love you."


Vivi begitu antusias untuk menghabiskan beberapa hari di Pulau Dewata tempat kelahiran suaminya itu. Ia ingin melihat keindahan alam yang di sukai oleh para wisatawan turis asing yang datang ke Bali lebih jauh lagi.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰