THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Not Decent



Dua belas jam setelah pemeriksaan laboratorium, Vivi dan Vishnu serta Daisy dan Donnie, dikejutkan dengan kedatangan dokter yang datang dengan wajah yang kurang bersahabat.


"Pak, bu, hasil pemeriksaan laboratorium Victoria kemarin sudah keluar, dan saya sudah melihat hasilnya." ujar Dokter.


"Lalu bagaimana hasilnya dok? Putri saya sakit apa?" tanya Daisy.


"Bapak, ibu, putri anda terkena Leukemia yaitu kanker darah dan sudah memasuki stadium akhir. Itu hasil yang kami dapat dari pemeriksaan kemarin." saut dokter.


"Apa?? Ga mungkin dok anak saya kena kanker. Dia anak yang kuat!" kata Donnie.


"Saya sehat sehat aja dok ga mungkin terkena kanker." ucap Vivi.


"Mohon maaf, saya hanya bisa menyampaikan hasil dari laboratorium." kata dokter.


"Apa kemo bisa dilakukan dok?" tanya Vishnu.


"Aku ga mau kemo! Nanti rambutku botak." ujar Vivi.


"Untuk saat ini kemoterapi sudah tidak bisa dilakukan lagi karena sudah sangat terlambat dan tidak akan mempengaruhi sel kanker yang terus menyebar. Bapak, ibu bisa kita bicara sebentar?" tanya dokter.


"Baik dok." saut Daisy dan Donnie.


###################################


"Dok, tolong lakukan pengobatan apa saja yang bisa menyembuhkan anak saya. Masalah biaya dokter ga perlu khawatir." ungkap Donnie.


"Bukan masalah biaya pak, kita sudah tidak bisa melakukan pengobatan apa apa lagi kepada pasien."


"Berapa lama lagi dok sisa hidup Vivi?" tanya Daisy.


"Untuk usia dan hidup itu kehendak Yang Maha Kuasa bu, saya tidak dapat memastikan."


################################


"L aku ga mungkin kena kanker!" ucap Vivi sambil menangis.


Vishnu memeluk Vivi untuk menenangkannya.


"Kamu harus sabar. Aku ga akan pergi dari kamu. Pandangan aku terhadap kamu ga berubah sama sekali Vi, aku sayang kamu."


"Kalau kita lanjutin rencana pernikahan, aku ga mau nantinya kamu jadi duda diusia muda."


"Sssttt kamu ga boleh bilang gitu. Aku terima kamu apa adanya, bahkan aku rela berkorban untuk kamu."


"Waktuku udah ga lama lagi L. Kamu harus relain aku."


"Sampai kapanpun aku ga akan lepasin kamu."


############################


"Sayang kamu istirahat aja, biar mama yang cuci piringnya." ucap Daisy.


"Aku baik baik aja mah. Ga usah berlebihan gitu ah."


"Kamu itu sakit Vi! Udah jangan mengerjakan yang macam macam."


"Aku sehat sehat aja mama. Aku ga sakit."


"Terima kenyataan Vi. Benar kata mama, mending kamu istitahat aja dikamar."


Vivi mendengarkan kata ayah dan mama nya untuk istirahat dikamar. Ia merasa bahwa semua ini adalah mimpi baginya. Untuk menghilangkan kegundahannya, Vivi menghubungi para sahabatnya dan memberitahukan kondisinya saat ini.


Tiffany : Gue turut prihatin Vi. Lo yang kuat! Gue percaya lo pasti bisa melewati semua ini!


Jordy : Keep strong Vi!


Jennie : Get well soon Vivi ({}) :")


Luna : Gue masih belum percaya Vi! Coba lu cek lab di RS lain.


Leo : Betul kata Luna Vi, coba cek ke rumah sakit lain.


Me : Thank you gais! Gue sayang lo semua!!! Tapi sebagai sahabat ya no more!


Kenapa gue ga kepikiran buat cek lab di RS lain ya? Gue juga ngerasa gue biasa aja ga ada sakit atau apa, paling cuma ke capekan aja.


Jordy : Coba cek Vi.


Me : Soon, Jor.


Benar apa yang dikatakan sahabatnya, kenapa Vivi hanya mempercayai satu rumah sakit? Ia yang lebih mengenal diri sendiri dibandingkan siapapun. Vivi pun meminta bantuan Vishnu untuk menemaninya ke RS lain. Vishnu dengan siap siaga mengantarkan Vivi melakukan pemeriksaan lagi.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰