
Vivi telah dipindahkan dari ruang operasi ke ruang rawat intensive. Disana hanya satu orang yang boleh menunggu pasien. Untuk hari ini, Daisy ingin menemani Vivi di sana sehingga membuat Flora, Vishnu, dan Donnie menunggu di luar ruangan.
"Nu, kamu ikut saya sebentar." ajak Donnie.
Donnie mengajak Vishnu keluar dari rumah sakit dan masuk ke dalam mobilnya meninggalkan rumah sakit.
"Kita mau kemana ayah?" tanya Vishnu.
"Saya mau mengajak kamu ke suatu tempat. Nanti juga kamu akan tau." saut Donnie.
Tak lama, mobil berhenti disebuah tempat yang terkesan lebih seperti gudang dengan penerangan cahaya yang minim. Donnie berjalan masuk ke dalam dan Vishnu mengikutinya dari belakang. Mereka bertemu dengan seseorang.
"Om, kami sudah mengecek CCTV dari lalu lintas dan ternyata dia terbukti melakukan penabrakan dengan sengaja." ucap seseorang tersebut yang tak lain adalah Jenno.
"Berikan rekaman CCTV itu kepada para wartawan dari berbagai stasiun TV dan buat keluarganya menderita. Dia sudah berani mengganggu keluarga Wales." saut Donnie.
"Baik, akan segera kami kirimkan kepada media. Bagaimana keadaan Vivi?"
"Dia masih belum siuman. Sekarang masih di ruangan intensive." jawab Donnie.
"Lo pasti kuat bro! Vivi pasti akan segera pulih." ucap Jenno pada Vishnu.
"Thanks."
"Gue Jenno. Lo mungkin kenal adik gue Jennie. Dia udah banyak cerita tentang suami Vivi ke gue."
"Gue Vishnu. Sekali lagi thanks ya Jen. Dan mohon bantuannya untuk menegakkan keadilan bagi Vivi."
"Pasti gue akan bantu Vivi karna dia juga udah gue anggap sebagai adik gue sendiri seperti Jennie."
"Sekarang dimana wanita gila itu Jen?" tanya Donnie.
"Mari ikut saya om."
Donnie dan Vishnu mengikuti Jenno ke sebuah ruangan gelap yang terdapat seorang wanita ibl*s didalamnya dengan tubuhnya yang terikat tali.
"****! Jadi lo yang udah nabrak istri gue? Ga waras! Vivi salah apa sama lo sampai elo buat dia seperti sekarang?" tanya Vishnu pada Meghan yang senang begitu melihat Vishnu datang.
"Sayang! Aku itu mau kamu. Dan kamu sudah jadi milik orang lain, aku harus menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalanku untuk mencapai tujuan atas rencana yang sudah aku buat." jawab Meghan dengan santai.
"Makin cinta deh aku sama kamu." balas Meghan.
"Benar benar psikopat kamu! Tunggu dan lihat saja apa yang akan kami lakukan atas perbuatanmu itu!" ancam Donnie.
Kini Donnie mengerti bahwa Meghan sangat terobsesi dengan Vishnu sehingga mencelakai Vivi putri semata wayangnya. Ia sangat marah kepada wanita ular itu karna telah mengganggu keluarganya.
##################################
Pagi hari, Daisy bergantian menjaga Vivi dengan Vishnu. Daisy pulang bersama Donnie ke rumahnya untuk menyiapkan keperluan Victor. Begitu juga dengan Flora. Flora pulang ke rumahnya dan mengalihkan seluruh pekerjaannya kepada para staff disana.
Di rumah sakit, Vishnu membuka gorden yang membuat sinar matahari menembus kaca memasuki ruangan Vivi. Vishnu berharap agar Vivi segera sadar dan pulih seperti sebelumnya.
Alangkah terkejutnya Vishnu yang melihat jemari Vivi bergerak. Dengan segera Vishnu memanggil dokter. Dokter pun datang dan memeriksa keadaan Vivi.
"Silahkan tunggu diluar pak." ucap suster kepada Vishnu.
Dokter melihat Vivi sudah mulai membuka matanya. Beberapa kali terlihat bahwa dokter mengajak Vivi berkomunikasi tetapi sang pasien hanya bisa menatap dokter itu. Akhirnya tak lama dokter pun keluar.
"Tingkat kepulihan pasien semakin meningkat. Dan kami masih harus memantau pasien lebih jauh lagi. Pasien akan kami pindahkan ke ruang rawat inap untuk memantau perkembangannya." ucap Dokter pada Vishnu.
"Baik dok. Terimakasih." ujar Vishnu.
Para suster membawa Vivi ke ruang rawat inap yang berada di satu lantai yang berbeda saat ini. Atas permintaan Vishnu kepada pihak rumah sakit, Vivi dibawa ke kamar VIP untuk semakin memberikan pengobatan yang lebih fokus untuk kesembuhan Vivi.
"Hai sayang." ucap Vishnu pada Vivi.
Vivi yang saat ini hanya mendapat infusan di tangan kanan dan kirinya pun hanya menatap Vishnu. Ia tidak merespon ucapan Vishnu sama sekali. Kembali Vishnu menemui dokter dan bertanya kepada dokter apa yang terjadi dengan Vivi.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰