THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Xtra Part 4



Sehari setelah Vivi mengirimkan lokasinya kepada Jordy, sebuah mobil berwarna silver tiba di depan rumah Ryan yang membuat geger warga sekampung. Pasalnya, setelah tiba di kampung yang ditunjukkan Vivi, Jordy bertanya kepada warga sekitar dimana letak rumah Ryan.


Karna wajah Jordy dan rombongannya yang tampan, membuat warga sekampung geger. Siapa lagi rombongan Jordy jika bukan Vishnu, Jenno, dan Charles. Jordy memberitahu keberadaan Vivi kepada Vishnu karna Vishnu meminta bantuan Jenno untuk mengetahui dimana Vivi yang kebetulan saat itu Jordy sedang berbicara dengan Jenno.


"Temannya den Ryan ya mas?" tanya salah satu gadis desa disana.


Jordy hanya mengangguk saja menjawab pertanyaan itu.


Ryan yang dari dalam rumah mendengar suara gaduh dari depan rumahnya pun segera keluar untuk mencari tau apa yang terjadi. Setelah yang dilihatnya adalah Jordy bersama yang lain, Ryan langsung memanggil Vivi dikamar tamu yang sedang menidurkan Valent bersamanya.


"Vi, ada Jordy didepan." ucap Ryan.


"Udah gue sangka ntu anak bakal datang."


Vivi melangkah keluar kamar untuk menemui Jordy.


"Gue bilang gue bisa pulang sen......" ucapan Vivi terputus begitu melihat Jordy sedang bersama Vishnu dan Jenno.


"Bang Jenno?" sapa Vivi pada Jenno.


"Gue mau bicara sama lo dek." kata Jenno.


"Soal apa bang?"


"Ikut gue ke mobil."


Jenno akhirnya menarik lengan Vivi untuk ikut bersamanya. Vivi memicingkan mata tajamnya kepada Vishnu yang sedang menatap dirinya dengan tatapan sendu.


"Ayo pulang dek." ajak Jenno.


"Vivi bukan anak kecil yang harus dijemput seperti ini, bang!"


"Apa lo tega sama suami lo?"


"Memang dia peduli sama Vivi?" tanya balik Vivi.


"Dia sudah dimarahi oleh orang tua lo, dek! Dia dimarahi habis habisan sama om Donnie. Semenjak kepergian lo dan Valent, L mencari lo kemana mana." ucap Jenno.


"Vivi harap bang Jenno ga usah mencampuri urusan rumah tangga Vivi, bang. Maaf."


"Lo egois, dek! Lo hanya mementingkan diri lo sendiri. Lo ga kasian sama Valent yang pasti sangat sering menanyakan papinya?"


"Dek, gue belum selesai bicara! VIVI!" panggil Jenno dengan nada tinggi.


Jenno terus mengejar Vivi hingga ke dalam rumah.


"Vi!" panggil Jordy.


"Lebih baik lo pulang sekarang Jor! Gue ga mau lihat lo lagi!" kata Vivi.


"Eh? Vi, lo kan sahabat gue. Kita sudah seperti saudara kandung loh!" rayu Jordy.


Vivi melihat Valent yang tadinya sedang tidur kini sedang menatap dirinya dengan air mata yang keluar dari mata Vivi.


"Mami napa sedih?" tanya Valent dengan intonasi yang kurang jelas.


"Alent kangen papi?" tanya Vivi.


Valent menganggukkan kepalanya.


"Mau pulang?"


"Alent mau pulang ke rumah. Disini Alent ga punya mainan."


"Kalau gitu, Alent pulang sama papi ya?"


"Mami ikut juga?"


"Mami masih ada pekerjaan disini. Alent pulang ke rumah sama papi ya?"


Setelah dibujuk mati matian, akhirnya Valent menyetujui untuk ikut Vishnu pulang.


"Kalian bawa Alent saja! Dan jangan pernah datang lagi ke tempat ini! Dan untuk lo (Vivi menunjuk ke arah Vishnu), kita ketemu di Pengadilan." ucap Vivi.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰