THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND

THAT PILOT IS MY FUTURE HUSBAND
Penganggu



Hari Jumat adalah hari yang paling ditunggu tunggu oleh setiap anak sekolah. Pagi ini Vivi diantar oleh Vishnu yang akan segera ke kantor Wijaya's Group.


"Kamu kapan mulai try out?" tanya Vishnu yang sedang mengendarai mobil dikursi pengemudi.


"Hari senin udah masuk try out kota." jawab Vivi.


"Belajarlah dengan benar." ucap Vishnu.


"Aku sudah mempersiapkannya sejak lama. Jadi jangan seperti kemarin malam kamu terus saja menggangguku." omel Vivi.


FLASHBACK ON


Sepulang membeli ponsel pengganti untuk Vivi, Vishnu mengganggu Vivi yang saat itu sedang mempersiapkan diri untuk presentasinya besok.


"Bae, kenapa IG di ponselku hilang? Tadi sudah di download oleh counternya." tanya Vishnu.


"Download lagi saja di App store." jawab Vivi yang masih terfokus pada laptop dan buku bukunya.


"Ga ada App Store bebe."


"Ada. Kamu cari aja pasti ada."


"Ga ada!" kekeuh Vishnu.


Akhirnya Vivi meninggalkan tugasnya dan membantu Vishnu mencari sosok App Store di ponselnya.


"Ini apa?" tanya Vivi begitu melihat App Store yang sedari tadi dicari.


"Tadi ga terlihat." alasan Vishnu.


"Mata kamu normal kan? Tulisan sebesar ini ga terlihat?" tanya Vivi lagi.


Vishnu hanya menjawabnya dengan gelengan kepala.


"Ku colok matamu!" gereget Vivi.


"Sadis sekali kamu!" ucap Vishnu.


"Sedari tadi kataku juga jangan ikutan beli ponsel baru! Ponsel lamamu kan masih berguna dengan baik, kenapa harus ganti yang baru? Ikut ikutan aku aja!" omel Vivi.


"Aku mau punya ponsel yang sama seperti kamu." ujar Vishnu.


"Beli seperti merk ponsel lama kita aja kenapa harus yang ada apelnya sih?"


"Biar keren dong."


"Keren jidatmu!"


"Aku belum terbiasa aja pakai ponsel baru."


"Baiklah baiklah, sudah jangan menggangguku dengan hal yang tidak penting seperti ini!"


Vivi kembali duduk di sofa dan melanjutkan belajarnya. Setelah dirasa sudah menguasai materi untuk besok, Vivi segera beranjak untuk beristirahat karena hari sudah malam. Malam ini, ia harus satu kasur dengan Vishnu karna Vivi sudah berkata bahwa ia membatalkan keinginan dan kesepakatannya itu.


"L." panggil Vivi pada Vishnu yang sibuk dengan ponsel barunya itu.


"Em? Kenapa?" tanya Vishnu.


"Thanks for today babe!" ucap Vivi.


"Makasihnya untuk hari ini aja?"


"Untuk semuanya."


"Sama sama. Sudah kewajiban aku untuk membuat kamu nyaman bersamaku dan membahagiakan kamu seperti janjiku pada orangtuamu." ujar Vishnu.


"Ingin rasanya aku membalas kebaikanmu." ucap Vivi.


"Yakin?"


"Tentu!"


"Kamu ga ada niatan untuk bertanggung jawab?"


"Tanggung jawab apa?"


"Hal tadi."


"Yang mana?"


"Saat sebelum kita pergi ke Mall."


"Untuk itu?"


"Kamu tanggung jawab sudah membangunkan hasratku!"


"Ga mau! Hal itu sudah basi beberapa jam yang lalu L! Dan aku ini masih sekolah."


"But, now you are my wife babey."


"Kamu sudah punya KTP dan bukan dibawah umur lagi! Usiamu sudah 17 tahun dan sudah bisa menikah. Bahkan gadis di desa sudah menikah saat umur mereka masih 14 tahun."


"Tapi sama aja aku masih sekolah dan itu kewajibanku."


"Kewajibanmu adalah menuruti dan mengurus aku istriku sayang."


"Itu kewajibanku yang lain, tapi utamanya itu BELAJAR. Siapa suruh kamu maksa nikah sama aku saat aku masih sekolah?" ucap Vivi yang menekankan dikata belajar.


"Kamu masih sekolah tapi memanggil suamimu ini dengan namanya. Ga sopan kamu!"


"Terus aku harus panggil kamu apa?"


"Panggilan sayang dari kamu untuk aku apa?"


"Aku nyaman panggil nama kamu."


"Ga romantis."


"Hey! Harusnya suami yang romantis sama istrinya. Aku suka cowok romantis dan humoris, ga dingin kaya kamu!" ucap Vivi mencolek hidung Vishnu yang sangat tinggi itu.


"Aku romantis dan humoris hanya didepanmu aja sweety."


"Dasar buaya!"


"Buaya binatang buas beb, kalau aku seperti anak anjing."


"Uwekh!" Vivi yang seolah ingin muntah mendengar Vishnu yang sangat percaya diri itu.


"So, panggilan sayangmu untukku apa?" tanya Vishnu lagi.


"Kamu maunya apa suamiku sayang? Abang?"


"Aku bukan kakakmu."


"Mas?"


"Aku bukan tukang dagang."


"Terus apa? Kamu rewel banget ya! Banyak maunya."


"Panggil aku seperti babey atau baebae." usul Vishnu.


"OK! Tapi dikira lagu BigBang kali ah BaeBae."


"Aku kan seperti T.O.P."


"Up to you babe! I don't care." saut Vivi.


Vishnu terus mengoceh dan berbicara mengenai dirinya yang adalah seorang fan boy dari boyband BIGBANG. Namun, Vishnu tidak mendapat jawaban dari Vivi. Ia melihat Vivi telah tertidur disampingnya. Mungkin karena lelah seharian ini. Vishnu pun mengikuti Vivi tertidur disampingnya dan memadamkan lampu kamarnya.


"Good night sweety. I always love you." ucap Vishnu mengecup kening Vivi yang sudah tertidur pulas.


FLASHBACK OFF


Vivi turun dari mobil setelah berpamitan dengan Vishnu sebelumnya. Vishnu memanggil Vivi kembali ketika Vivi sudah berjalan melewati pintu gerbang.


"Victoria!" panggil Vishnu dengan suara yang cukup keras mengundang perhatian dari siswa lain.


Vivi segera menghampirinya.


"Kenapa lagi? Jangan teriak teriak! Ini sekolah bukan kebun binatang." omel Vivi.


"Laptopmu ketinggalan di kursi belakang." saut Vishnu.


"Astaga Tuhan, aku hampir saja lupa! Thank you hubby." ucap Vivi.


"Baiklah. Belajar yang benar dan jangan lirik pria lain! Awas saja kamu kalau ketauan!" ancam Vishnu.


"Satu aja udah repot gini. Mana berani aku lirik yang lain! Sudahlah cepat pergi ke kantor sana." usir Vivi.


"OK OK, bye sweety!" ucap Vishnu.


"Bye hubby!" jawab Vivi.


Vivi pun berjalan menuju ke kelasnya. Banyak desas desus di telinganya yang mengatakan bahwa Vishnu tampan, pria idaman, fakta bahwa dia adalah tunangan Vivi seperti rumor yang tersebar sejak lama itu adalah benar. Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa itu adalah pria simpanan Vivi.


Begitulah haters dan orang lain yang menilai tanpa tau kebenarannya. Vivi tak menghiraukan mereka semua dan berjalan dengan serius ke kelasnya.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰