
Hari ini, Vivi mengunjungi Meghan di penjara. Ia membawa berbagai jenis makanan yang tentunya adalah hasil masakan sendiri. Vivi tak pergi seorang diri, melainkan ia pergi bersama Jenno.
"Ka Meghan, bagaimana keadaanmu?" tanya Vivi pada Meghan.
"Aku baik baik saja disini. Terimakasih, Vi. Kamu telah menyadarkanku. Maafkan aku atas segalanya Vi. Bahkan aku ingin membuatmu mati." kata Meghan.
"Tidak papa kak. Itu sudah masa lalu, jangan di bahas lagi ya?"
"Please forgive me."
"Aku sudah memaafkanmu sedari dulu kak. Aku sangat mengerti keadaan yang sedang kak Meghan alami sekarang."
"Bagaimana kamu dan Vishnu?" tanya Meghan.
"Kami berdua baik baik saja kak. Oh ya, ini aku membawakan makanan untuk kakak. Ini masakanku sendiri loh." jawab Vivi.
"Apakah kamu sudah makan Vi?"
"Aku sudah makan dirumah."
Vivi membukakan kotak makanan itu dan membiarkan Meghan memakannya. Terlihat Meghan begitu lahap memakan masakan Vivi.
"Masakanmu ini enak sekali Vi."
"Terimakasih kak."
"Jenno, apakah kamu hanya mau melihat aku makan saja?" tanya Meghan pada Jenno.
"Gue udah makan." ketus Jenno.
"Bukan tadi saat menjemputku, bang Jenno bilang bahwa abang melewatkan makan siang?" tanya Vivi.
"Ah, ga papa Vi nanti abang makan di kantor aja." jawab Jenno.
Meghan merasa canggung sekali dengan Jenno, begitupun sebaliknya. Jenno juga menjadi canggung dengan Meghan. Dulu, Jenno merasa bahwa Meghan adalah wanita psikopat yang bahkan tertawa ketika mendengar ibunya meninggal. Namun, sekarang ia melihat Meghan berubah secara bertahap.
Vivi memang sudah memaafkan Meghan sedari dulu. Ia bahkan tidak ingin kembali mengingat masa itu. Ia tulus memaafkan Meghan.
Setelah mengunjungi Meghan, Vivi kembali lagi ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya. Karena bekerja sama dengan D/A, kini ia menjadi lebih sering berjumpa dengan Darren. Flora sebenarnya tidak menginginkan kerja sama ini, namun karena keuntungan yang besar bagi perusahaan bila bekerja sama dengan D/A, ia terpaksa menyetujui. Termasuk pula Vivi.
"Nona, ini dokumen yang harus ditandatangani." ucap Sam.
"Nona, ini file dari berbagai department." ucap salah satu pegawai Wijaya's Group.
"Baiklah, bagaimana laporan hari ini?" tanya Vivi.
"Cabang di Kota S mengalami penurunan pemasok sayur dan stok saat ini sudah semakin menipis."
"Besok kita akan ke kota S untuk memantau kondisi di sana. Sam persiapkan semuanya." suruh Vivi.
"Baik nona, akan saya laksanakan."
##############################
Vivi selalu memperhatikan kondisi kondisi dan kejadian yang terjadi di tempat cabang. Berbeda dengan Flora yang selalu mengutus bawahannya untuk menyelesaikan masalah yang terjadi pada cabangnya. Vivi semakin disukai oleh para karyawan kantor. Bahkan semenjak Vivi menggantikan Flora sebagai pemimpin di Wijaya's Group, banyak orang yang ingin melamar pekerjaan di perusahaan ini. Sebabnya adalah orang banyak membicarakan bahwa pemimpin Wijaya's Group saat ini sangat humble kepada semua orang.
Karena Vishnu akan pulang setiap hari, Vivi memaksakan untuk melakukan perjalanan kerja tanpa menginap. Ia berangkat sangat pagi untuk segera sampai di Kota S. Begitu sampai disana, ia disambut ramah oleh para pegawai di kantor cabang.
"Selamat datang nona." sapa pegawai disana.
"Terimakasih. Tolong antarkan saya ke gudang penyimpanan bahan." pinta Vivi.
"Nona, istirahat saja sebentar." usul Sam.
"Tidak perlu, Sam. Kamu istirahat saja biar aku sendiri."
"Ayo nona, akan saya temani."
"Tidak papa Sam. Kamu disini saja."
"Manejer, tolong sediakan makanan untuk Sam, nanti saya yang akan membayarnya." suruh Vivi.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰