
Sudah satu minggu Vivi selalu dihubungi oleh Darren maupun Aryn. Vivi menjadi merasa semakin bersalah dengan Darren karna menolaknya. Namun, hatinya saat ini tidak bisa dibohongi bahwa ia sudah mencintai Vishnu suaminya itu.
Pagi itu, Vivi pergi sekolah bersama Jennie. Ketika sampai di sebuah lampu merah, Jennie memberhentikan mobilnya. Tak lama lampu sudah berubah menjadi warna hijau yang menandakan Jennie harus jalan. Begitu Jennie menginjak gasnya untuk segera jalan, sebuah mobil sport berwarna hitam dari arah samping kiri sebuah perempatan itu melaju dengan sangat kencang dan membuat Jennie dengan segera menginjak rem secara tiba tiba.
"K*mpr*t!" pekik Jennie cukup keras.
Jennie pun langsung melihat nomor polisi dari mobil tersebut. Lantas dengan segera ia menelepon kakaknya yaitu Jenno.
"Bang, cari tau nomor polisi B **** Y*H!" suruh Jennie.
("Kenapa memangnya?")
"Itu mobil cari masalah sama gue, kabari gue secepatnya!"
Jenno adalah kakak kandung Jennie yang berusia 2 tahun diatasnya. Kakaknya itu adalah seorang pemimpin organisasi gelap yang bertujuan untuk membantu kaum lemah yang mendapatkan penidasan oleh orang lain. Kelompok itu dikenal sebagai BlackJack.
BlackJack ialah sebuah kelompok yang sering kali melakukan tindakan pembalasan kepada seseorang yang dengan sengaja mencelakai orang lain. Kelompok ini sudah merambah ke dunia internasional. Bahkan polisi saja tidak bisa menghukum ataupun menjatuhkan pidana kepada organisasi ini. Setiap anggota dari kelompok memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan hukum dan kehidupan yang bebas. Oleh sebab itu, organisasi ini sangat rahasia dan banyak sekali orang yang mau bergabung dengan kelompok ini. Namun, organisasi ini sangat rahasia dan bersifat nepotisme.
"Psycho kali tu orang! Udah tau lampu merah masih aja diterobos." ucap Vivi.
"Tenang, Vi. Hidup dia ga akan selamat! Dia udah berani membahayakan orang lain!" ancam Jennie.
"Apa ga berlebihan Jen sampai kakak lo turun tangan?" tanya Vivi.
"Ga! Gue akan balas perbuatan dia. Kalau gue ga injak rem, udah jadi almarhumah kita Vi!" saut Jennie.
"Sayangnya gue ga seperti elo Vi yang memiliki kesabaran luas! Jelas jelas dia hampir membuat kita celaka. Untung aja ga kena. Kalau benar benar dia mencelakakan kita, gue jamin dia di gantung sama papa dan kak Jenno."
"Kita selidiki dia dulu Jen, apa motifnya dan apa niatnya? Dan yang pasti, gue merasa kalau dia sedang terburu buru."
"Ambulance aja yang terburu buru membawa nyawa pasien didalamnya ga sampai seperti itu Vi! Udah, lo serahin aja semuanya sama kak Jenno."
"Gue ga mau lo sampai berada dijalan kebatilan Jen."
"Tenang Vi! Gue hanya mau membuat dia jera."
Vivi tidak bisa menjawab apa apa lagi setelah mendengar penuturan Jennie akan hal itu. Ia memang tau bahwa Jennie dan keluarganya memiliki perlindungan hukum dan bergerak dibidang tersebut. Orang lain melihat bahwa Keluarga Malhotra adalah keluarga sukses dibidang IT yang sangat dikuasainya dan menjadikannya pengusaha sukses ke-3 dalam majalan F****S.
Dilain sisi, Meghan sangat senang sekali setelah berhasil atas perbuatannya yaitu mengancam Vivi. Ia yakin bahwa hal tersebut membuat Vivi yang berada didalam mobil itu ketakutan. Sebelumnya, Meghan sudah menyuruh orang untuk memata matai Vivi dan kesehariannya. Ia pun tau bahwa Vivi dilamar oleh Darren seminggu yang lalu.
"Puas gue membuat wanita ****** itu ketakutan! Pasti dia sekarang sedang mengadu ke orang rumah! Tunggu aja sebentar lagi, gue akan menggantikan posisi lo dikeluarga Wijaya. Lo lebih pantas dapat duda yang sudah punya anak! Lo ga pantas dapat suami seperti Vishnu!" ucap Meghan didalam mobil.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰