
Ditengah pekerjaan yang sangat menumpuk, Vivi masih menyempatkan diri untuk mengantar Tiffany dan Vincent yang mau melanjutkan study mereka di negeri ginseng. Jam yang tertera pada tiket adalah 10 pagi. Sekarang, jam masih menunjukkan pukul 9 dan Vivi sudah tiba di bandara bersama dengan 7nity yang lain.
"Kalian disana tinggal bersama siapa?" tanya Jennie.
"Gue dan Tiffany akan tinggal bersama." jawab Vincent.
"WHAT?" pekik Leo dengan sangat keras.
"Nikah aja dulu, baru tinggal berdua!" ucap Jordy.
"Omongan si Vincent lo dengar! Gue disana tinggal sama bibi dan Vincent di apartemen bokapnya." jelas Tiffany sambil tertawa.
"Lagian lo percaya aja sama gue!" ujar Vincent.
Vivi hanya menanggapi itu dengan tertawa. Ia tau betul bahwa tidak mungkin Tiffany dan Vincent tinggal bersama, karena orang tua Tiffany yang sangat ketat dalam mendidik anak anaknya. Mungkin jika belum menikah, Vivi akan ikut jejak Tiffany atau Jennie yang melanjutkan sekolah mereka diluar negeri.
"Gue masuk dulu ya." ucap Tiffany.
"Thank you kawan sudah mengisi hari hari gue selama SMA dan sampai akhirnya 7nity terbentuk. Mungkin tanpa kalian masa masa SMA gue akan membosankan dan ga berkesan. Dengan adanya kalian semua sahabat gue, kalian mengukir kenangan yang sangat dan paling berkesan dalam hidup gue." ucap Vincent.
"Ah gue jadi terharu!" ujar Vivi.
"Tau lo! Bisa banget sih buat kita nangis." kata Jordy.
"Elo aja yang lebay Jor!" kata Leo pada Jordy.
"Itu pasangan elo, Le si Vincent! Tega lo sama dia." omel Jordy.
"Pasangan gue itu Luna, Jor! Vincent selingkuhan." ledek Leo.
"Suasana lagi haru kaya begini, kalian malah bercandaan! Dasar." ucap Jennie.
"Tim hore 7nity ya gitu." ujar Luna.
"Sini sini pelukan dulu." ajak Tiffany.
Mereka pun berpelukan layaknya seperti Teletubies. Untuk meninggalkan hal hal yang terbiasa kita lakukan sehingga kita merasa terbiasa dengan hal tersebut, yang telah mengikat kita di zona nyaman, tidak akan mudah melupakannya. Meskipun memiliki pilihan masing masing, tetapi ingatlah bahwa sahabat akan selalu bersama. Tak peduli saat susah, senang, sedih, menderita, maupun saat bahagia, mereka akan selalu ada untukmu dan selalu mendorongmu serta mendukungmu dari belakang walau tanpa kita ketahui.
"Bye kawan! See you again." ucap Tiffany dan Vincent.
Setelah itu, Tiffany dan Vincent pun menghilang dari hadapan mereka.
"Sore ini, elo Jen yang akan menyusul mereka." ucap Vivi.
"Kenapa ga bareng mereka aja sih Jen?" tanya Jordy.
"Mereka mau ke Korea, Jor! Masa Jennie ikut kesana? Jennie kan mau ke Taj Mahal, Jor." jelas Vivi.
"Ya juga."
"B*G* disimpan! Buang, Jor!" suruh Leo.
"Ya udah, kita masih ada waktu 6 jam lagi, ayo kita nongkrong ke mall." ajak Luna.
"Yo kita kumpul, 3 hari lagi juga gue dan Luna yang akan berangkat." ujar Leo.
"Ayo ayo, tapi kalian duluan aja. Gue masih harus balik kantor dulu ambil berkas." kata Vivi.
"Gue ikut lo ya Vi?" tanya Jordy.
"Mobil lo kemana?"
"Tadi gue nebeng ke Jennie."
"Lo jangan dekat dekat sama gue deh Jor, nanti Charles cemburu lagi." ucap Jennie.
"Ih so cantik banget lo, Jen. Gue juga ogah dekat sama lo." jawab Jordy.
"Udah, udah. Nanti kasih tau ya tempatnya dimana." kata Vivi.
"Ok Vi." jawab Jennie, Luna, dan Leo.
"Ayo Jor." ajak Vivi.
Vivi bersama Jordy pun pergi dari bandara menuju Wijaya's Group untuk mengambil berkas yang akan ia kerjakan dirumah nantinya.
#######################################
"Vishnu?" tanya Vivi.
"Ya nona."
"Sam mana?" tanya Vivi.
"Ada diruangannya nona."
Vivi bergegas ke ruangan Sam terlebih dahulu. Ia mengetuk pintu ruangan dan membukanya.
"Nona?"
"Sam, aku titip Jordy disini sebentar. Nanti akan aku jelaskan." ucap Vivi.
"Baik nona."
"Lo jangan bicara yang aneh aneh ya Jor. Gue tinggal dulu."
Vivi segera ke ruangannya untuk menghampiri Vishnu yang secara tiba tiba pulang kerja tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Ia berlari menuju ruangannya, namun ruangan Vivi terlihat kosong, ia pun beralih menghampiri ke ruangan Vishnu yang berada disebelahnya, hasilnya pun sama.
Akhirnya, Vivi pun kembali ke ruangannya untuk mengambil berkas yang berada dimejanya. Vivi pun kembali ke ruangan Sam.
"Sam, kamu tau L......"
Baru Vivi mengetuk pintu dan masuk ke ruangan Sam, ucapan Vivi terpotong karna melihat Vishnu ada diruangan itu.
"Hay sweety! Aku kenapa?" tanya Vishnu.
"Hmm, ga papa. Sam, aku dan L ke ruanganku dulu." pamit Vivi sambil menarik lengan Vishnu yang masih berseragam lengkap itu.
"Sam titip koperku!" teriak Vishnu begitu ada diluar.
##################################
"I miss you!" ucap Vivi memeluk yang langsung Vishnu begitu tiba diruangannya.
"Kamu sekarang jadi agresif ya! Kenapa sayang?" kata Vishnu sambil tertawa.
"Ga papa. Oh ya hubby, Jennie mau berangkat ke Mumbai sore ini. Charles juga akan ikut. Mereka semua sudah menungguku di Mall X. Kamu mau gabung?"
"Aku mau mandi dulu sayang."
"Mandilah diruanganmu. Aku akan siapkan bajumu disana. Masih ada pekerjaan yang harus aku print."
"Baiklah, temui aku di samping jika sudah."
*
*
*
*
Vivi bolak balik ke ruangan karyawan dan juga Sam untuk melengkapi berkas yang akan ia bawa nanti ke rumah. Karna hari ini adalah ujung minggu, Vivi harus menyelesaikan tugasnya untuk meninjau proposal perusahaan lain dan bertemu di hari senin.
"Sudah?" tanya Vivi pada Vishnu.
"Ayo." ajak Vishnu yang sudah memakai kemeja.
"Kamu ini, kenapa pakai kemeja gitu?"
"Dikantor hanya ada kemeja sayang. Yang lainnya hanya kaos dalaman."
"Ya sudah, nanti di mall kita beli baju untukmu." ucap Vivi.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰